Iklan

Tiga Bulan Pertama 2026, Defisit Perdagangan Maluku Capai US$ 138,99 Juta

Wednesday, May 13, 2026, 6:14 AM WIB Last Updated 2026-05-13T16:42:09Z
Tiga Bulan Pertama 2026, Defisit Perdagangan Maluku Capai US$ 138,99 Juta
Ringkasan Berita:
  • Maluku mengalami kekurangan perdagangan sebesar 74,99 juta dolar AS selama periode Januari hingga Maret 2026.
  • Kekurangan disebabkan oleh tingginya impor energi, sementara ekspor energi Maluku tercatat tidak ada selama periode tersebut.
  • BPS Maluku melaporkan bahwa neraca perdagangan bulan Maret 2026 mengalami defisit sebesar 65,94 juta dolar AS, dengan sektor migas menjadi penyebab utamanya.

Liputan Jurnalis, Maula M Pelu

AMBON, Pada periode Januari hingga Maret 2026, Maluku mengalami kekurangan sebesar US$ 74,99 juta.

Setiap bulan sepanjang tahun 2025, Maluku selalu mengalami defisit, dengan angka terbesar terjadi pada Desember 2025 yang mencapai US$ 37,28 juta.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Maluku, Maritje Pattiwaellapia, pada peluncuran berita resmi statistik (BRS) untuk bulan Mei 2026, menyampaikan bahwa situasi defisit terjadi akibat masih tingginya impor barang dari luar negeri.

Impor barang tersebut bersumber utama dari sektor minyak dan gas.

Sementara ekspor Maluku di sektor minyak dan gas belum mampu menyaingi jumlah impor migas yang berasal dari luar negeri.

Pada bulan Januari hingga Maret 2025, BPS Maluku melaporkan tidak ada aktivitas ekspor minyak dan gas bumi dari Maluku.

Sementara jumlah nilai impor minyak dan gas bumi dari luar negeri selama periode yang sama mencapai 85,88 juta dolar AS.

Kekurangan neraca perdagangan Maluku pada periode Januari–Maret 2026 mencapai sebesar US$ 138,99 juta.

Situasi tersebut diakibatkan oleh defisit sebesar 26,39 juta dolar AS pada sektor non migas dan defisit 112,60 juta dolar AS pada sektor migas.

Sementara untuk bulan Maret 2026, neraca nilai perdagangan mengalami defisit sebesar 65,94 juta dolar AS.

Kekurangan terjadi dari sektor minyak dan gas yang mengalami defisit sebesar 65,89 juta dolar AS serta sektor non migas yang mengalami defisit sebesar 0,04 juta dolar AS.

Sementara neraca volume perdagangan Maluku pada periode Januari-Maret 2026 mengalami kekurangan sebesar 136,84 ribu ton.

Kondisi ini juga disebabkan oleh kelebihan di sektor nonmigas sebesar 1.030 ton dan defisit di sektor migas sebesar 137,87.

ribu ton. 

Pada bulan Maret 2026 terjadi defisit sebesar 61.010 ton.

Kekurangan berasal dari transaksi perdagangan sektor minyak dan gas dengan defisit sebesar 60,97 ribu ton serta sektor nonmigas yang mengalami defisit sebesar 0,04 ribu ton. (*)

Komentar

Tampilkan