Iklan

Daya Beli Terjaga, Bulog Waingapu Pastikan Stok Beras SPHP Lancar

Wednesday, May 13, 2026, 6:19 AM WIB Last Updated 2026-05-13T16:42:09Z
Daya Beli Terjaga, Bulog Waingapu Pastikan Stok Beras SPHP Lancar
Ringkasan Berita:
  • Bulog Waingapu memastikan pasokan beras SPHP di Pasar Inpres Matawai tetap tersedia.
  • Bulog mendistribusikan bantuan lebih dari 900 ton beras dan minyak kepada sekitar 46.000 penduduk Sumba Timur.
  • Pasokan beras SPHP ke RPK sementara dikurangi karena fokus pada bantuan pangan pemerintah.
  • Bulog telah membeli sekitar 105 ton beras dari hasil panen petani di kawasan Lewa.
 

Laporan Reporter , Irfan Budiman

 

, WAINGAPU - Kepala Bulog Waingapu, Inung Tri Afandi, memastikan bahwa ketersediaan beras SPHP di Pasar Inpres Matawai, Kota Waingapu, Kabupaten Sumba Timur tetap tercukupi untuk menjaga daya beli masyarakat.

Penyediaan beras bantuan pemerintah yang dijual dengan harga murah tersebut bertujuan mencegah lonjakan harga di pasaran.

“Kita tidak akan kasih kosong (kebutuhan beras) di pasar,” kata dia kepada , Senin (11/5/2026).

Ia mengatakan, saat ini Bulog Waingapu sedang menjalankan dua program pemerintah. 

Selain menjaga stabilitas harga di pasar, Bulog juga menyalurkan bantuan langsung berupa beras dan minyak kepada puluhan ribu penerima di Sumba Timur.

“Kita beri bantuan pangan beras dan minyak langsung lebih dari 900 ton (beras). Penerimanya ada sekitar 46.000 orang,” sebutnya.

Karena program tersebut, untuk sementara waktu pasokan beras SPHP ke pasar dikurangi.

Sebelumnya, setiap rumah pangan kita (RPK) menerima dua ribu ton beras per minggu, namun kini hanya sekitar seribu ton.

Meski demikian, Bulog memastikan bahwa, apabila stok beras di RPK habis, para pemilik outlet dapat kembali meminta pasokan tambahan ke Bulog.

“Untuk saat ini memang kita prioritaskan di bantuan pangan itu juga, jadi kita bagi,” ujarnya.

Sementara itu, terkait penyerapan beras dari petani di Sumba Timur, ia mengatakan pihaknya telah mulai melakukan penyerapan sejak masa panen raya berlangsung.

“Dari bulan April sudah mulai panen raya di Lewa, kita juga sudah menyerap beras tersebut per kemarin sekitar 105an ton beras,” katanya. (dim)

 

Lihat berita lain di GOOGLE NEWS

Komentar

Tampilkan