- Pada awal tahun 2026, OpenClaw sempat menjadi topik pembicaraan yang menarik di dunia kecerdasan buatan (AI). Proyek ini mendapat perhatian dari berbagai pemain teknologi karena kemampuannya menyajikan agen AI yang lebih mandiri dan adaptif.
Meski popularitasnya sempat menurun setelah pendirinya diakuisisi oleh OpenAI, dampak OpenClaw masih terasa, termasuk di perusahaan Microsoft.
Saat ini, Microsoft meluncurkan Scout, asisten AI terbaru yang dibuat untuk membawa kemampuan agen AI seperti OpenClaw ke dalam lingkungan Microsoft 365.
Dikembangkan berdasarkan kerangka kerja OpenClaw, Scout hadir sebagai asisten digital yang selalu siap dan mampu menyesuaikan diri dengan kebiasaan kerja pengguna.
Pada demonstrasi yang diselenggarakan Microsoft, pengguna bisa memberikan nama sendiri kepada agen Scout mereka. Asisten ini dibuat agar menjaga identitas dan gaya komunikasi yang tetap konsisten, sekaligus memberikan saran terus-menerus mengenai berbagai tugas yang ingin diotomatisasi.
Wakil Presiden Scout, Omar Shahine, menyatakan bahwa setiap individu memiliki cara kerja yang berbeda. Oleh karena itu, Scout dirancang untuk belajar kebiasaan pengguna dan menyimpannya sebagai memori maupun keterampilan yang bisa dimanfaatkan kembali di masa depan.
"Setiap orang memiliki cara bekerja yang berbeda. Pengguna bisa mengubah pola-pola tersebut menjadi memori dan kemampuan yang tetap ada dalam agen mereka. Seiring berjalannya waktu, agen akan semakin terampil, lebih paham kebutuhan pengguna, serta mampu membuat keputusan yang lebih baik," kata Shahine sebagaimana dilaporkan TechCrunch, Rabu (3/6).
Scout akan tersedia melalui program Frontier Microsoft, yang memberikan kesempatan bagi pengguna awal untuk mencoba berbagai produk percobaan perusahaan. Untuk dapat menggunakannya, pengguna harus memiliki langganan GitHub Copilot.
Sistem AI ini berbasis cloud, namun juga bisa dijalankan pada komputer desktop maupun melalui browser web. Dengan kemampuan ini, Scout mampu terhubung dengan berbagai layanan seperti email, kalender, dan sistem kerja lainnya.
Microsoft memberikan beberapa kemampuan bawaan pada Scout, termasuk pengaturan jadwal dan pembuatan rencana rapat.
Namun, menurut Shahine, potensi terbesar Scout justru datang dari kemampuan pengguna dalam menciptakan keterampilan khusus yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing.
Metode ini memungkinkan Scout terus mengembangkan kemampuannya melalui interaksi dengan pengguna, sehingga semakin cerdas seiring berjalannya waktu. Semakin lama waktu yang digunakan untuk melatih agen tersebut, semakin besar pula keuntungan yang bisa dirasakan oleh pengguna.
Di sisi lain, Microsoft juga memberikan perhatian besar terhadap aspek keamanan. Tindakan ini dilakukan sebagai respons terhadap kekhawatiran mengenai agen AI yang beroperasi secara mandiri tanpa pengawasan, isu yang sempat muncul ketika OpenClaw dilaporkan mengalami beberapa kejadian perilaku yang tidak terduga pada awal tahun.
Untuk mencegah hal tersebut, Scout dilengkapi dengan sistem kepatuhan kebijakan yang terus-menerus memantau apakah agen menjalankan aktivitas sesuai aturan yang telah ditetapkan. Setiap proses pemeriksaan juga akan menghasilkan catatan audit yang dapat dilihat kembali.
Peluncuran Scout merupakan bagian dari rangkaian pengumuman AI Microsoft dalam konferensi pengembang Build tahunan. Selain Scout, Microsoft juga memperkenalkan Project Solara yang berfokus pada perangkat keras, pembaruan untuk Copilot, serta model AI penalaran generasi terbaru.