MADIUN, Newsindonesia, - Rofiq Ali Muhsin mendampingi guru-guru SMA Negeri 2 Mejayan membuat soal Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) berbasis Higher Order Thinking Skills (HOTS).
Kegiatan yang berlangsung di Graha Abhinaya SMAN 2 Mejayan, Senin (11/5/2026), itu menjadi ruang penguatan kompetensi guru menghadapi arah baru asesmen pendidikan.
Dalam pelatihan tersebut, Rofiq tidak hanya membahas konsep dasar asesmen dan kebijakan AKM 2026, tetapi juga mendampingi guru berlatih menyusun soal menggunakan dukungan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
Pendekatan itu dinilai mampu membantu guru lebih cepat memahami pola penyusunan soal yang menekankan kemampuan bernalar, literasi, dan pemecahan masalah.
Menurut Rofiq, guru perlu memahami perubahan paradigma asesmen yang kini tidak lagi berfokus pada hafalan materi, melainkan pada kemampuan siswa mengolah informasi dan berpikir kritis.
Karena itu, penyusunan soal standar AKM menjadi keterampilan penting yang harus dimiliki pendidik.
“Guru harus mampu menghadirkan soal yang kontekstual, memancing daya pikir, dan relevan dengan kehidupan nyata siswa. Di sinilah pentingnya pemahaman konsep AKM sekaligus pemanfaatan teknologi AI untuk membantu proses perancangannya,” ujar Rofiq.
Rofiq juga menekankan bahwa penggunaan AI tidak dimaksudkan menggantikan peran guru, melainkan menjadi alat bantu untuk meningkatkan kreativitas dan efisiensi dalam merancang pembelajaran.
Guru tetap memiliki peran utama dalam menentukan kualitas, konteks, dan arah soal yang dibuat.
Melalui kegiatan tersebut, SMA Negeri 2 Mejayan menunjukkan komitmennya meningkatkan kualitas pembelajaran sekaligus memperkuat kapasitas guru agar lebih adaptif terhadap perubahan kebijakan pendidikan nasional. (Dik_ar)



