:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/KEBAKARAN-KEMAYORAN-Wakil-Gubernur-DKI-Jakarta-Rano-Karno.jpg)
, GAMBIR- Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta menghadirkan posko khusus untuk memberikan bantuan kepada warga yang menjadi korban kebakaran di Kebon Kosong, Kemayoran, Jakarta Pusat, yang kehilangan dokumen pendidikan akibat peristiwa tersebut.
Posko ini disediakan guna memudahkan pengurusan berbagai dokumen pendidikan penting, mulai dari ijazah hingga berkas sekolah lainnya yang ikut rusak akibat kebakaran.
Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Nahdiana, menyatakan bahwa tindakan tersebut diambil agar anak-anak yang terkena dampak kebakaran tidak mengalami kesulitan dalam melanjutkan studinya.
"Anak-anak juga kita buat posko bagi yang dokumen pendidikannya seperti ijazah. Karena harus ada laporan, maka kita buka posko untuk membantu meneruskannya ke pihak yang berwenang," katanya saat diwawancarai, Rabu (3/6/2026).
Data Siswa yang Terkena Dampak Masih Sedang Diidentifikasi
Selain menyediakan layanan pengurusan dokumen, Disdik DKI terus melakukan pendataan terhadap siswa yang terkena dampak kebakaran.
Pencatatan dilakukan guna mengidentifikasi kebutuhan setiap anak, termasuk kemungkinan kehilangan dokumen sekolah, perlengkapan belajar, hingga kebutuhan untuk mengikuti kegiatan akademik di sekolah.
"Benar, hal itu telah dilakukan. Sedang didata oleh tim kami," katanya.
Menurut Nahdiana, meskipun gedung sekolah tidak terkena dampak kebakaran, banyak siswa kehilangan tempat tinggal serta dokumen-dokumen penting akibat peristiwa tersebut.
Pastikan Anak-Anak Tetap Dapat Mengikuti Pembelajaran
Dinas Pendidikan DKI memastikan penanganan tidak hanya terbatas pada administrasi pendidikan, tetapi juga memastikan proses belajar siswa tetap berjalan seperti biasa setelah kebakaran.
Oleh karena itu, pihak terkait menyediakan berbagai jenis bantuan agar anak-anak dapat kembali melakukan kegiatan di sekolah tanpa menghadapi hambatan.
"Yang menjadi kekhawatiran Pak Gub dan Pak Wagub adalah bagaimana anak-anak tidak mengalami hambatan dalam kembali belajar. Bukan hanya soal ujiannya saja, tetapi juga aspek psikisnya, lalu misalnya bukunya, seragamnya, itu sedang kami siapkan," kata Nahdiana.
Ia menambahkan, Dinas Pendidikan DKI juga bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk organisasi kemanusiaan dan mitra pemerintah, untuk mempercepat pemulihan kebutuhan pendidikan para korban.
Berdirinya posko tersebut diharapkan dapat membantu warga yang kehilangan dokumen pendidikan akibat kebakaran, sehingga hak anak-anak dalam mendapatkan pendidikan tetap terjaga.
Berita terkait
Baca berita lainnya di Google News atau langsung pada halaman Indeks Berita