Iklan

Kylie Jenner Takut Beri Tahu Orang Tua Soal Kehamilannya yang Pertama

Wednesday, May 20, 2026, 2:15 PM WIB Last Updated 2026-05-20T10:14:15Z
 

Kylie Jenner mengakui pernah merasa sangat takut saat harus memberitahu orang tuanya tentang kehamilan pertamanya ketika masih berusia 19 tahun.

Dilaporkan oleh halaman Page Six pada Sabtu (16/5), pernyataan ini disampaikan Kylie dalam wawancara podcast "Therapuss" bersama Jake Shane. Dalam pembicaraan tersebut, Kylie mengingat rasa panik yang dirasakannya ketika mengetahui dirinya sedang hamil saat masih remaja.

Kylie mengungkapkan bahwa ia benar-benar cemas dan takut terhadap respons keluarga setelah mengetahui kabar kehamilannya. Ia mengakui merasa takut untuk memberitahu orang tuanya karena merasa berada dalam situasi yang sulit.

Namun, terdapat keyakinan di dalam dirinya bahwa ia ingin menjalankan peran sebagai seorang ibu dan siap mengambil keputusan penting tersebut.

Menurut Kylie, ia pernah mempertimbangkan berbagai pilihan sebelum akhirnya berani berbicara kepada keluarganya. Ia mengakui bahwa ia berusaha memahami apa yang benar-benar diinginkan dan apa yang mampu ia hadapi dalam situasi tersebut.

Bahkan, Kylie merasa tetap perlu mengikuti pilihannya meskipun kelak harus menghadapi kondisi berat sendirian.

Kylie akhirnya memutuskan untuk memberitahu ibunya, Kris Jenner, tentang kehamilannya. Namun, respons keluarganya jauh berbeda dari apa yang selama ini ia khawatirkan.

Kylie Jenner juga menyampaikan bahwa tidak ada anggota keluarga yang merasa marah setelah mengetahui informasi tersebut, meskipun keadaannya terasa sangat mengejutkan.

Perempuan berusia 28 tahun ini merayakan kelahiran putri pertamanya, Stormi Webster, bersama mantan kekasihnya, Travis Scott, pada tahun 2018.

Saat mengalami kehamilan pertamanya, Kylie memutuskan untuk mengurangi kegiatannya di publik dan lebih sering berada di rumah guna menjaga privasinya. Beberapa tahun setelahnya, ia kembali menjadi seorang ibu setelah melahirkan putranya, Aire, pada tahun 2022.

Kylie menekankan bahwa pengalaman kehamilan di usia muda merupakan tahap yang penting dalam hidupnya. Meskipun awalnya penuh dengan rasa takut, ia merasa bahwa memilih menjadi seorang ibu adalah keputusan yang telah diyakininya sejak awal. Pengalaman tersebut juga membentuk perspektifnya tentang keluarga dan masa depan.

Komentar

Tampilkan