Iklan

Hentikan Pemanasan Mobil Berlebihan

Monday, May 11, 2026, 3:56 PM WIB Last Updated 2026-05-10T22:03:23Z

JAKARTA, – Kebiasaan menghidupkan mesin mobil setiap pagi masih umum dilakukan oleh banyak pengemudi di Indonesia. Tujuannya adalah agar suhu kerja mesin tercapai, sehingga kinerja kendaraan tetap maksimal.

Namun, jika durasinya terlalu panjang atau dilakukan dengan cara yang salah, justru dapat memberikan dampak negatif pada kendaraan.

Menurut Lung Lung, pemilik bengkel spesialis Dokter Mobil, memanaskan mesin tidak perlu terlalu lama. Cukup biarkan mesin berjalan hingga kecepatan putaran mesin (RPM) turun di bawah 1.000, tanpa mengaktifkan fitur-fitur yang berat.

"Biarkan mesin menyala secara otomatis terlebih dahulu, tanpa menghidupkan AC karena hal itu akan menambah beban yang cukup signifikan. Tunggu hingga putaran mesin turun di bawah 1.000, baru mobil bisa digunakan dengan aman," ujar Lung Lung kepada , Kamis (15/5/2025).

Ia menjelaskan bahwa ketika mesin dihidupkan untuk pertama kalinya, putaran mesin (RPM) akan meningkat secara otomatis karena unit kontrol elektronik (ECU) bekerja menyesuaikan suhu.

Jika digunakan langsung untuk berkendara atau mengaktifkan fitur seperti AC, beban kerja mesin akan meningkat dan berpotensi mempercepat kerusakan komponen.

Selain itu, menghidupkan mesin dalam waktu yang terlalu lama juga dapat meningkatkan penggunaan bahan bakar, terutama pada kendaraan modern yang telah dilengkapi dengan sistem pengaturan pembakaran yang efisien.

"Mesin mobil saat ini telah dirancang dengan canggih. Tidak perlu dipanaskan terlalu lama, cukup pastikan mesin tidak langsung diberi beban saat pertama kali dinyalakan," kata Lung Lung.

Dengan pemanasan yang cukup dan tepat, mesin mobil dapat tetap tahan lama serta efisien tanpa menghabiskan bahan bakar secara percuma.

Komentar

Tampilkan