Iklan

Gubernur Jateng: Perbaikan Jalan Blora Bukan Prioritas, Pemprov Segera Tindak Lanjuti

Thursday, June 4, 2026, 2:31 AM WIB Last Updated 2026-06-04T07:45:45Z
Ringkasan Berita:
  • Wakil Bupati Blora, Sri Setyorini, mengajukan permohonan perbaikan jalan yang rusak di Blora kepada Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi.
  • Merespons keluhan tersebut, Ahmad Luthfi menyatakan bahwa perbaikan jalan Cepu-Randublatung tidak memberikan manfaat dan memerlukan biaya yang sangat besar.
  • Jawaban Ahmad Luthfi memicu perdebatan, Pemprov Jateng segera memperbaiki jalan Blora

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menegaskan perbaikan Jalan Raya Randublatung-Cepu di Kabupaten Blora akan segera dilakukan setelah mendapat perhatian masyarakat terhadap kondisi jalan tersebut.

Kerusakan jalan yang cukup berat akhir-akhir ini menjadi topik pembicaraan yang ramai di media sosial.

Perhatian masyarakat tidak hanya berfokus pada kondisi infrastruktur yang disampaikan oleh warga, tetapi juga pada tanggapan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi terhadap keluhan dari Wakil Bupati Blora, Sri Setyorini.

Peristiwa tersebut berlangsung dalam forum Rembug Pembangunan Jawa Tengah 2026 Wilayah Pengembangan Jekuti dan Banglor yang diadakan di Kudus pada 26 Mei 2026.

Pada kesempatan tersebut, beberapa kepala daerah menyampaikan berbagai tantangan pembangunan di wilayah masing-masing.

Sri Setyorini juga memanfaatkan ajang tersebut sebagai wadah untuk menyampaikan kondisi Jalan Cepu-Randublatung yang selama ini menjadi keluhan masyarakat.

Ia mengatakan masalah jalan rusak tersebut telah mendapat perhatian yang luas di media sosial.

"Jalan Cepu-Randublatung kembali viral, Pak," katanya.

Merespons keluhan tersebut, Ahmad Luthfi menyatakan bahwa penanganan jalan rusak perlu disesuaikan dengan kemampuan dan wewenang pemerintah daerah setempat.

Namun demikian, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memastikan perbaikan jalan antara Randublatung dan Cepu segera memasuki tahap pelaksanaan.

Duluan Kapolda Jateng tersebut perlu memprioritaskan urutan kepentingan.

Selain itu, masyarakat tidak memahami jalan-jalan yang berada di bawah kewenangan pemerintah pusat, pemerintah provinsi, atau pemerintah kabupaten/kota.

Saya merasa bangun itu tidak memberikan manfaat yang berarti dan biayanya sangat besar. Saya lebih memilih jalur yang ini karena lebih menguntungkan bagi masyarakat serta mendukung pertumbuhan ekonomi.

"Maka, yang mampu mengelola wilayah dengan baik adalah para bupati, wali kota, dan dinasnya harus memiliki skala prioritas. Mengingat adanya keterbatasan anggaran dan tekanan keuangan di daerah," ujar Ahmad Luthfi.

Potongan percakapan antara Wakil Bupati Blora dan Ahmad Luthfi akhirnya menyebar di media sosial, seperti yang diunggah oleh akun @undercover.id.

Hingga Senin (1/6/2026), tayangan video tersebut telah dilihat lebih dari sepuluh ribu kali.

Netizen kecewa dengan pernyataan Ahmad Luthfi.

Menurut mereka, semua jalan yang rusak harus dijadikan prioritas.

Berarti masyarakat Blora tidak perlu membayar pajak kendaraan, lebih baik uangnya digunakan untuk iuran saja, lalu digunakan untuk memperbaiki jalan yang ada di Blora, karena jalan tersebut tidak diprioritaskan oleh gubernur, tulis warganet @masmed_14.

Jalan tersebut adalah hak rakyat, bukan soal prioritas... Jika jalan baik, perekonomian akan tumbuh secara alami. Mengapa gubernur berkata seperti itu, timpal akun @sudiaja_ya.

Pemerintah Daerah Jamin Segera Lakukan Perbaikan

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memastikan perbaikan Jalan Randublatung-Cepu di wilayah Blora dengan anggaran sebesar Rp5,276 miliar telah memasuki tahap lelang.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Jawa Tengah, Henggar Budi Anggoro, pada Senin (1/6/2026).

Henggar menjelaskan, berdasarkan perhitungan awal, anggaran tersebut digunakan untuk memperbaiki jalan yang rusak parah di wilayah Desa Kediren, Kecamatan Randublatung.

"Berdasarkan petunjuk Pak Gubernur, desain teknis akan dievaluasi, sehingga panjang jalan yang diperbaiki bisa ditingkatkan lagi," kata Henggar di Kota Semarang, dilaporkan dari situs Pemprov Jateng.

Sebagai informasi, pada tahun 2025, ruas jalan Singget-Doplang-Cepu yang memiliki panjang 2.611 kilometer di wilayah Desa Petak, Dinding, dan Betekan telah mendapatkan penanganan dengan alokasi dana sebesar Rp19,92 miliar.

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah menyalurkan miliaran rupiah untuk perbaikan jalan provinsi di Kabupaten Blora.

Selama periode 2025-2026, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyediakan dana sebesar Rp45,86 miliar guna melakukan perbaikan jalan provinsi di Kabupaten Blora yang memiliki panjang 101,5 kilometer.

Selain mengandalkan dana APBD Provinsi Jawa Tengah, pemerintah provinsi juga melakukan langkah lain dengan mengajukan penanganan jalur jalan di Kabupaten Blora melalui program Instruksi Presiden Jalan Daerah (IJD).

Henggar mengatakan, terdapat tiga jalur jalan di Kabupaten Blora yang akan diajukan masuk ke dalam program tersebut.

"Dan ini telah kami usulkan ke Inpres Jalan Daerah. Jadi masuk ke IJD, semoga semua dapat berjalan dengan baik," katanya.

Berdasarkan data dari Pemprov Jateng, pada tahun 2026 telah diajukan bantuan pendanaan melalui program IJD kepada Kementerian Pekerjaan Umum sebesar Rp46,6 miliar, guna mempercepat penanganan jalan di ruas Singget-Doplang-Cepu.

(TribunTrends/Tribunnews/Gilang P)

Jangan lewatkan berita-berita menarik lainnya di Google News, Threads, dan Facebook.

Komentar

Tampilkan