Iklan

Tips cerdas membeli mobil bekas dengan biaya rendah

Friday, May 1, 2026, 6:59 AM WIB Last Updated 2026-04-30T20:26:23Z

JAKARTA, - Membeli mobil bekas sering kali menjadi pilihan yang masuk akal bagi para konsumen yang ingin memiliki kendaraan sendiri dengan anggaran terbatas.

Namun, harga pembelian yang murah tidak selalu berarti biaya pemilikan yang rendah, karena perawatan justru bisa menjadi pengeluaran terbesar setelah mobil digunakan.

Menurut Thung Andi Supriyadi, pemilik Rendani Mobil, calon pembeli mobil second sebaiknya tidak hanya memperhatikan harga kendaraan, tetapi juga mempertimbangkan kemudahan serta biaya perawatan dalam jangka panjang.

"Banyak mobil bekas memiliki harga yang menarik, namun biaya perawatannya tinggi karena suku cadang sulit ditemukan atau bengkel khususnya terbatas," katanya kepada, Jumat (12/12/2025).

Andi menyarankan agar para pengguna memilih model yang memiliki jumlah besar di Indonesia.

Mobil yang memiliki jumlah pengguna besar biasanya menyediakan banyak suku cadang dengan harga yang lebih murah, baik untuk komponen yang sering diganti maupun bagian lain yang jarang diganti.

Selain itu, jenis mesin juga harus diperhitungkan.

Mesin dengan kapasitas kecil hingga menengah yang menggunakan teknologi sederhana dianggap lebih hemat biaya dibandingkan mesin berkinerja tinggi atau yang mengandalkan teknologi rumit.

"Mesin yang sederhana lebih mudah diperbaiki oleh bengkel biasa, sehingga biaya perawatan tidak meningkat signifikan," katanya.

Ia juga menekankan pentingnya memeriksa riwayat perawatan mobil bekas.

Mobil yang secara teratur dilakukan perawatan di bengkel dengan reputasi baik umumnya memiliki keadaan yang lebih terjaga dan mengurangi kemungkinan adanya perbaikan besar dalam waktu dekat.

Pengiriman juga berdampak pada biaya perawatan.

Untuk mobil dengan sistem transmisi otomatis, calon pembeli disarankan untuk memeriksa kondisi oli transmisi serta respons perpindahan gigi saattest drive. Jika tidak dirawat dengan baik, biaya perbaikan transmisi bisa menjadi jauh lebih tinggi dibandingkan komponen lainnya.

Faktor umur kendaraan juga tidak boleh diabaikan.

Mobil yang sudah sangat usang kemungkinan memerlukan pergantian berbagai komponen secara bersamaan, seperti karet-karet, suspensi, dan sistem pendingin.

Ini dapat menyebabkan biaya perawatan meningkat meskipun harganya terjangkau.

Andi menyarankan kepada calon pembeli agar menyisihkan dana cadangan setelah membeli kendaraan bekas.

Dana tersebut diperlukan untuk perawatan awal agar kondisi kendaraan kembali dalam keadaan terbaik sebelum digunakan setiap hari.

Dengan pertimbangan yang matang, mobil bekas tetap dapat menjadi pilihan hemat tanpa mengganggu anggaran di masa depan.

Komentar

Tampilkan