—Persebaya Surabaya memiliki "The Three Musketeers" baru yang siap menjadi andalan saat menjamu PSBS Biak di Stadion Gelora Bung Tomo. Mereka adalah Andhika Ramadhani, Risto Mitrevski, dan Gustavo Fernandes yang berubah menjadi benteng kuat di lini pertahanan Green Force.
Tiga nama tersebut bukan hanya tambahan di bidang pertahanan, tetapi merupakan dasar utama yang memastikan keseimbangan permainan tim.
Konsistensi mereka dalam dua pertandingan terakhir menunjukkan tanda kuat bahwa Persebaya Surabaya sedang menemukan keseimbangan yang sempurna.
Menariknya, ketiganya tampil hampir sempurna dalam dua pertandingan terakhir. Rekor 10 penyelamatan, bermain penuh 90 menit di setiap pertandingan, serta dua kali menjaga gawang tetap bersih menjadi bukti nyata kontribusi mereka.
Kinerja tersebut tidak hanya terlihat dari angka, tetapi juga menunjukkan keterpaduan yang semakin kuat di lini pertahanan. Saling sinergi antara penjaga gawang dan dua bek tengah ini membuat lawan kesulitan dalam mengalahkan pertahanan Persebaya Surabaya.
Di tengah tren yang menguntungkan, pelatih Bernardo Tavares tetap memilih untuk bersikap rendah hati. Ia memperingatkan para pemainnya agar tidak lengah saat menghadapi PSBS Biak yang datang tanpa tekanan.
"Kita perlu tetap rendah hati. PSBS Biak bermain tanpa tekanan. Meskipun mereka dalam kondisi sulit, hal ini justru bisa membuat mereka tampil lebih rileks. Oleh karena itu kita harus menghargai mereka," katanya dalam konferensi pers.
Pertandingan minggu ke-31 Liga Super 2025/2026 ini menjadi momen krusial bagi Persebaya Surabaya dalam menjaga stabilitas performa.
Bermain di kandang, kesempatan untuk meraih poin penuh terbuka lebar, tetapi tetap tidak boleh dianggap remeh.
PSBS Biak, yang dikenal sebagai Badai Pasifik, saat ini berada di bagian bawah klasemen dengan hanya empat kemenangan. Namun, situasi ini justru membuat mereka memiliki peluang untuk tampil tanpa tekanan dan lebih percaya diri.
Tavares juga menegaskan bahwa fokus timnya tidak terletak pada kelemahan lawan, tetapi pada penampilan sendiri. Ia berharap para pemainnya melaksanakan rencana permainan dengan disiplin yang tinggi.
"Kita perlu memperhatikan diri sendiri. Melaksanakan strategi permainan, mematuhi arahan, serta berusaha maksimal, baik secara mental maupun dalam pertandingan," katanya.
Pendekatan ini menjadi kunci agar Persebaya Surabaya tidak kehilangan arah dalam pertandingan. Terlebih lagi, harapan tinggi dari publik bisa menjadi tekanan tambahan jika tidak dikelola dengan baik.
Pelatih asal Portugal tersebut juga menegaskan bahaya sikap meremehkan lawan. Menurutnya, keyakinan bahwa kemenangan akan mudah justru bisa menjadi perangkap yang merugikan tim sendiri.
"Kami tidak boleh mengira akan menang dengan mudah atau mencetak skor besar. Itu pendekatan yang salah. Kami perlu melihat mereka sebagai tim yang tangguh dan tetap menjaga disiplin sepanjang pertandingan, baik saat memegang bola maupun saat bertahan," tegasnya.
Di sinilah peran "The Three Musketeers" sangat penting bagi Persebaya Surabaya. Andhika Ramadhani sebagai kiper tampil tangguh dalam membaca arah serangan lawan dan menjadi penghalang terakhir yang sulit dikalahkan.
Di sisi lain, Risto Mitrevski dan Gustavo Fernandes menunjukkan kerja sama yang semakin baik di lini belakang. Keduanya tidak hanya tangguh dalam pertandingan udara, tetapi juga tenang saat memulai serangan dari area bertahan.
Ketiga elemen tersebut menciptakan rasa aman bagi lini tengah dan depan dalam bermain lebih bebas. Dengan pertahanan yang kuat, Persebaya Surabaya mampu lebih percaya diri dalam menekan lawan sejak awal pertandingan.
Bukan hanya masalah teknis, kehadiran ketiga pemain ini juga memberikan dampak psikologis terhadap tim lawan. Lawan cenderung kehilangan rasa percaya diri ketika menghadapi lini belakang yang sulit ditembus.
Atmosfer di Stadion Gelora Bung Tomo juga diperkirakan akan menjadi faktor tambahan. Dukungan penuh dari Bonek dan Bonita dianggap mampu meningkatkan semangat para pemain di lapangan.
"Kami bermain di kandang, dan saya berharap Bonek serta Bonita hadir untuk memberikan dukungan. Pemain-pemain pantas merasakan semangat itu di lapangan," tambah Tavares.
Dengan gabungan pertahanan yang tangguh dan dukungan dari para pendukung, Persebaya Surabaya memiliki bekal kuat untuk memperoleh kemenangan. Namun, intinya tetap berada pada disiplin dan kestabilan sepanjang laga.
Jika "The Three Musketeers" tampil konsisten, tidak mustahil Green Force melanjutkan arah positif mereka. Pertandingan ini juga menjadi kesempatan bagi lini belakang untuk membuktikan kemampuannya sebagai penentu kemenangan.