Iklan

Teheran Ancam Kebutuhan Energi Jika Ekspor Minyak Dibatasi

Tuesday, April 21, 2026, 6:17 AM WIB Last Updated 2026-04-20T22:07:46Z
   

Wakil Presiden Iran yang pertama, Mohammad Reza Aref, pada hari Senin (20/4) mengingatkan bahwa keamanan di Selat Hormuz tidak akan terjamin jika ekspor minyak Iran tetap dibatasi.

"Tidak ada yang bisa membatasi ekspor minyak Iran sambil berharap keamanan bagi pihak lain," ujar Aref melalui platform X. "Keamanan di Selat Hormuz tidaklah murah," tambahnya.

Aref menyampaikan bahwa dunia menghadapi pilihan antara "pasar minyak yang bebas bagi semua" atau "biaya besar yang dialami oleh semua pihak."

Ia juga menyatakan bahwa stabilitas harga bahan bakar global tergantung pada "henti tekanan ekonomi dan militer terhadap Iran serta sekutunya secara konsisten dan berkelanjutan."

Pada tanggal 28 Februari, Amerika Serikat (AS) dan Israel melakukan serangan bersama terhadap Iran, yang kemudian direspons oleh Teheran dengan menyerang wilayah Israel serta negara-negara lain di kawasan yang memiliki aset militer AS.

Operasi AS-Israel menyebabkan kematian lebih dari 3.300 orang sebelum Washington dan Teheran mengumumkan gencatan senjata selama dua minggu pada 8 April yang diawasi oleh Pakistan.

Kedua belah pihak saat ini sedang mempersiapkan putaran kedua pembicaraan di Islamabad pada Selasa (21/4), setelah pembicaraan pada 11–12 April berakhir tanpa mencapai kesepakatan. Amerika Serikat menerapkan blokade laut terhadap Iran pada 13 April.(*)

Komentar

Tampilkan