Madiun, Newsindonesia - Upaya mendorong transformasi digital di dunia pendidikan terus dilakukan. Salah satunya melalui workshop bertajuk Digitalisasi Pembelajaran melalui Pemanfaatan Interactive Flat Panel (IFP) yang digelar di SMKN 3 Madiun, Jumat (17/4/2026).
Dalam kegiatan tersebut, perhatian peserta tertuju pada pemateri utama, Rofiq Ali Muhsin, S.Pd., M.T, yang juga menjabat sebagai Kepala SMKN 5 Madiun. Ia membagikan pengalaman sekaligus praktik pemanfaatan teknologi Interactive Flat Panel dalam pembelajaran di sekolah kejuruan.
Rofiq menekankan bahwa penggunaan teknologi bukan sekadar tren, melainkan kebutuhan dalam menjawab tantangan pendidikan masa kini.
“IFP ini bukan hanya alat presentasi, tapi bisa menjadi media interaktif yang membuat siswa lebih terlibat dalam pembelajaran. Guru harus berani beradaptasi agar proses belajar tidak monoton,” ujarnya di hadapan peserta workshop.
Menurut dia, integrasi teknologi seperti IFP mampu meningkatkan partisipasi siswa karena materi dapat disajikan secara visual, interaktif, dan kolaboratif. Ia juga mendorong para guru untuk tidak ragu mencoba berbagai fitur yang tersedia.
“Mulai saja dari hal sederhana. Yang penting guru mau mencoba. Dari situ nanti akan berkembang sendiri sesuai kebutuhan kelas,” kata Rofiq.
Sebagai kepala sekolah yang aktif mendorong inovasi, Rofiq dikenal konsisten mengembangkan pembelajaran berbasis teknologi di lingkungan SMKN 5 Madiun. Pengalamannya tersebut menjadi bekal dalam memberikan pelatihan praktis kepada para guru.
Workshop yang berlangsung sejak pukul 12.15 WIB ini diikuti dengan antusias oleh para peserta. Selain sesi materi, kegiatan juga diisi dengan diskusi interaktif yang memungkinkan peserta bertanya langsung terkait kendala dan peluang penerapan IFP di kelas.
Kegiatan ditutup dengan rapat dinas sebagai tindak lanjut implementasi hasil workshop. Diharapkan, pelatihan ini dapat menjadi langkah awal dalam mempercepat digitalisasi pembelajaran di SMKN 3 Madiun.
“Harapannya, setelah ini tidak berhenti di pelatihan saja, tetapi benar-benar diterapkan di kelas sehingga siswa merasakan manfaatnya,” tutur Rofiq. (Dik_ar)


