
, JAKARTA — PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk. (EXCL) merespons mengenai perdebatan tentang dampak kuota internet yang tidak digunakan oleh pengguna, termasuk pengaruhnya terhadap bisnis perusahaan.
Isu mengenai sisa kuota internetSaat ini sedang dipertimbangkan di Mahkamah Konstitusi. Muncul pertanyaan dari masyarakat mengenai kemungkinan sisa kuota yang tidak digunakan oleh pelanggan setelah masa berlaku habis menjadi sumber pendapatan tambahan bagi operator seluler.
Merupakan tanggapan terhadap hal tersebut, Chief Marketing Officer (CMO) Smartfren (XLSMART), Sukaca Purwokardjono memberikan penjelasan mengenai model bisnis layanan data seluler.
Ia menjelaskan seluruh paket layanan kuota internet berdasarkan batasan volume dan masa berlaku tertentu. Harga paket telah ditetapkan sejak awal sebagai satu keseluruhan layanan, bukan hanya dihitung berdasarkan penggunaan nyata pelanggan.
Selanjutnya terkait sisa kuota volume, Sukaca menegaskan bahwa XLSMART tidak memperoleh pendapatan tambahan dari penggunaan kuota yang tidak habis oleh pelanggan setelah masa berakhir.
"Tidak ada pendapatan tambahan yang muncul dari sisa kuota setelah masa berlaku habis," kata Sukaca dilaporkan dari YouTube Mahkamah Konstitusi, Senin (20/4/2026).
Ia juga menjelaskan bahwa perusahaan menyediakan fitur rollover bagi pelanggan yang ingin mengumpulkan sisa kuota ke periode berikutnya, namun fitur ini bersifat opsional dan bergantung pada pilihan pelanggan sejak awal.
Sebelumnya, konsumen pribadi mengajukan gugatan terhadap aturan dalam UU Telekomunikasi dengan menilai kebijakan kuota yang habis merugikan hak konstitusional warga negara. Mereka berargumen bahwa kuota internet yang telah dibeli merupakan hak milik (properti) konsumen.
Jika kuota tersisa dihapus oleh operator tanpa sebab yang sah karena melebihi masa berlaku, hal ini dianggap sebagai bentuk ketidakadilan dan pelanggaran terhadap hak milik secara sepihak.
Pemohon berharap sisa kuota yang belum digunakan tetap dapat dimanfaatkan pada periode berikutnya (akumulasi otomatis) atau tidak memiliki tenggat waktu selama perangkat masih dalam keadaan aktif.
Namun, dari sudut pandang operator seluler, kuota merupakan hak akses terhadap layanan (jasa) dalam periode tertentu. Mirip dengan menyewa kamar hotel atau membeli tiket bioskop.
Pengguna membayar untuk mendapatkan akses dalam jangka waktu tertentu. Jika tidak digunakan, hak akses tersebut hilang karena operator telah menetapkan kapasitas jaringan selama periode tersebut.