Tindakan Seorang Anggota TNI Berpakaian Seragam Menggunakan CR-V Menyebabkan Kerugian pada Pedagang Telur, Menipu Korban dengan Cara Ini
Tindakan seorang anggota TNI yang turun dari mobil Honda CR-V merugikan pedagang telur hingga jutaan rupiah. Lakukan tindakan penipuan dengan cara seperti ini.
/ Peristiwa
Ferdian 18 April, 13.35 18 April, 13.35- Seorang pria berpakaian tentara menuruni sebuah mobil Honda CR-V dan nekat melakukan tindakan penipuan terhadap pedagang telur.
Letaknya terletak di Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat.
Pelaku berhasil membawa lari 250 kilogram telur dengan kerugian mencapai jutaan rupiah.
Kasus penipuan ini menjadi perbincangan di media sosial, khususnya di platform X, setelah gambar tersangka dan kendaraan yang digunakannya menyebar secara luas.
"Waspadalah terhadap orang ini, kronologinya adalah dia membeli telur kepada adik saya sebanyak sekitar 250 kg dengan total harga Rp7.290.000, dan pembayaran akan dilakukan melalui transfer setelah barang tiba di Kecamatan Pamulihan," tulis akun @papua_muslim95 menceritakan kejadian penipuan tersebut.
Saat ini, pihak kepolisian sedang melakukan pengejaran terhadap tersangka.
Mengutip Kompas.com, Kasatreskrim Polres Sumedang, AKP Tanwin Nopiansah, mengonfirmasi adanya laporan tersebut.
Ia menyampaikan bahwa perkara ini sedang ditangani dengan penuh perhatian.
"Laporan telah diterima oleh Polsek Pamulihan, dan saat ini masih dalam proses penyelidikan," kata Tanwin melalui pesan singkat, Jumat (17/4/2026) sore.
Peristiwa dimulai pada Selasa (14/4/2026) sekitar pukul 12.00 WIB. Pelaku datang kepada korban dengan maksud membeli telur dalam jumlah besar, yaitu 250 kilogram.
Jumlah total transaksi mencapai Rp 7.290.000. Untuk memperkuat keyakinan korban, pelaku berjanji akan melakukan pembayaran melalui transfer bank setelah barang tiba di kantor Kecamatan Pamulihan.
Karena pelaku memakai seragam TNI, korban merasa yakin dan bersedia mengirimkan pesanan ke lokasi yang telah disepakati.
Saat tiba di kantor Kecamatan Pamulihan, pelaku bertindak seakan-akan memiliki wewenang, sehingga mendapat sambutan dari beberapa pihak yang ada di lokasi tersebut.
Pelaku juga berhasil menipu petugas kantor kecamatan dengan alasan bahwa telur-telur tersebut akan digunakan dalam acara bazar kebutuhan pokok.
Ketidakwajaran mulai muncul ketika telur yang baru saja diletakkan justru diminta untuk dipindahkan kembali oleh pelaku ke dalam mobil pribadinya.
Pelaku menggunakan mobil Honda CR-V berwarna putih dengan nomor plat F 1147 QL, yang setelah diperiksa diduga kuat merupakan plat nomor palsu atau ilegal.
Sebagai bagian dari rencana untuk kabur, pelaku meminta korban pergi ke Bank BRI Unit Cimanggung.
Pelaku mengklaim bahwa korban perlu bertemu dengan istrinya yang bernama "Bu Ida" yang bekerja di bank tersebut guna mengambil uang pembayaran.
Para korban kemudian pergi ke bank bersama seorang pegawai kecamatan.
Saat tiba di Bank BRI Unit Cimanggung, korban bertanya tentang keberadaan pegawai yang bernama Bu Ida.
Namun, pihak bank mengatakan tidak ada karyawan yang memiliki nama demikian.
Pada saat itu, korban menyadari bahwa dirinya menjadi korban penipuan dan pelaku telah kabur bersama 250 kg telur tersebut.
Kepala Sektor Pamulihan, Iptu Tri Sunu Suparjianto, mengonfirmasi informasi mengenai kejadian tersebut.
Ia memastikan pihak kepolisian saat ini sedang menyelidiki identitas pelaku yang kemungkinan besar merupakan anggota TNI palsu.
"Benar di Pamulihan, kejadian terjadi pada Selasa (14/4/2026) pukul 12.00 WIB," ujar Tri Sunu. Ia juga menyampaikan bahwa korban telah melaporkan kejadian tersebut, dan kasus kini sedang ditangani oleh pihak kepolisian.
Polisi juga sedang menginvestigasi keberadaan mobil CR-V berwarna putih yang digunakan oleh pelaku sebagai petunjuk utama.
AKP Tanwin Nopiansah menekankan bahwa penyelidikan kasus ini penting untuk menghindari munculnya korban-korban baru dengan cara yang sama di wilayah hukum Sumedang.
"Masih dalam penyelidikan, pelaku diduga (TNI) palsu," tegas Tanwin.
Copyright 2026
Related Article