Keberadaan ikan sapu-sapu di sungai-sungai Jakarta kini kembali menjadi perhatian masyarakat. Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mulai mengambil tindakan penangkapan besar-besaran karena jumlahnya dinilai mengganggu keseimbangan ekosistem. Tindakan ini didukung karena ikan sapu-sapu semakin sering ditemukan di aliran sungai Jakarta dan sekitarnya.
Peristiwa ini kemudian memunculkan pertanyaan, bagaimana ikan yang awalnya dikenal sebagai pembersih akuarium kini mampu mendominasi perairan alami? Di balik kemampuannya bertahan dalam lingkungan yang keras, ikan sapu-sapu ternyata memiliki beberapa fakta yang cukup mengejutkan. Selanjutnya, seberapa berbahaya sesungguhnya ikan ini dari sudut pandang ilmiah?
1. Mampu bertahan dalam kondisi yang berbahaya bagi jenis ikan lain
Siapa sangka, ikan badut yang dikenal sebagai ikan pembersih akuarium ternyata mampu bertahan di lingkungan yang mematikan bagi ikan lain. Berdasarkan penelitian yang terbit dalamBiokimia dan Fisiologi Komparatif Bagian A: Fisiologi Molekuler & Integratifpada tahun 1998, ikan yang termasuk dalam kelompokLoricariidaeyang mencakup ikan lele, memiliki kemampuan mengambil oksigen langsung dari udara ketika kadar oksigen dalam air sangat rendah.
Keadaan ini disebut hipoksia, yaitu kondisi di mana air kekurangan oksigen sehingga tidak mampu mendukung kehidupan ikan secara normal. Pada situasi demikian, ikan lele bisa naik ke permukaan untuk mengambil oksigen langsung dari udara. Selain itu, tubuhnya juga mampu menyesuaikan proses metabolisme agar tetap bertahan dalam lingkungan yang tidak ideal.
2. Sulit dihancurkan karena "tahan" terhadap predator
Ikan bawal juga dikenal sulit untuk dihilangkan karena memiliki perlindungan alami terhadap pemangsa. Berdasarkan penelitian yang diterbitkan dalamBMC Ecology & Evolutionpada tahun 2012, ikan yang termasuk dalam kelompokLoricariidaememiliki tubuh yang dilapisi lapisan keras ataudermal platesyang berperan sebagai pelindung. Struktur ini membuat tubuh mereka lebih kuat menghadapi serangan dibandingkan ikan air tawar lainnya.
Karena perlindungan tersebut, sedikit sekali predator yang mampu dengan mudah menangkap ikan sapu-sapu di lingkungan alaminya. Kondisi ini memungkinkan populasi ikan sapu-sapu berkembang dengan lebih stabil tanpa menghadapi banyak ancaman dari rantai makanan. Hal ini menjadi salah satu faktor yang menyebabkan ikan sapu-sapu mampu bertahan hidup dan bahkan mendominasi berbagai perairan.
3. Merusak dasar sungai dan mengganggu lingkungan hidup
Fakta paling menakutkan mengenai ikan sapu-sapu adalah kemampuannya untuk merusak lingkungan tempat tingganya. Berdasarkan penelitian yang diterbitkan dalam jurnalAsian Fisheries Science pada tahun 2023, ikan ini mampu menggali lubang di tepi sungai yang menyebabkan erosi dan merusak struktur lingkungan air. Selain itu, kegiatan tersebut juga bisa mengubah kondisi dasar sungai ataubenthic ecology, sehingga mengganggu keseimbangan lingkungan.
Penelitian yang sama menyebutkan bahwa ikan sapu-sapu bersaing dengan spesies asli dalam memperebutkan sumber makanan dan area hidup. Bahkan, mereka juga bisa mengonsumsi telur ikan lain serta menggantikan populasi ikan lokal. Kombinasi dari dampak ini menjadikan kehadiran ikan sapu-sapu sebagai ancaman besar terhadap keseimbangan ekosistem sungai di berbagai daerah.
Sejak kecil, kamu mungkin sudah mengenal ikan sapu-sapu yang dikenal sebagai pembersih akuarium. Ternyata, di balik tugasnya itu, ikan ini memiliki dampak yang lebih kompleks dari yang terlihat. Setelah mengetahui fakta ini, apakah kamu masih melihat ikan sapu-sapu hanya sebagai pembersih akuarium?
5 Fakta Ikan Rivulus Mangrove, Mampu Bertahan di Daratan Selama Dua Bulan! 5 Fakta Ikan Mandarin, yang Menawan dengan Warna Neon dari Laut Tropis 5 Fakta Ikan Sculpin Karang, Memiliki Warna yang Sama dengan Lingkungan Hidupnya

