Iklan

Pemuda GMIT Bawa Pesan Damai NTT ke Dunia Melalui Pawai Paskah 2026

Wednesday, April 8, 2026, 6:00 AM WIB Last Updated 2026-04-08T12:03:08Z
Pemuda GMIT Bawa Pesan Damai NTT ke Dunia Melalui Pawai Paskah 2026
Ringkasan Berita:
  • Pemuda Sinode Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) menyebarkan pesan perdamaian dari NTT ke seluruh dunia melalui Pawai Paskah tahun 2026.
  • Pawai Paskah tahun 2026 di Kota Kupang diikuti oleh Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, yang berlangsung di Bundaran PU Kota Kupang, Senin (6/4/2026).
  • Pengawasan, kondisi di Bundaran PU atau Bundaran Tirosa Kota Kupang terlihat ramai.
 

Laporan Jurnalis, Eklesia Mei

, KUPANG -Pemuda Sinode Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) menyebarkan pesan perdamaian dari NTT ke seluruh dunia melalui Pawai Paskah tahun 2026.

Karnaval Paskah tahun 2026 di Kota Kupang dihadiri oleh Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, yang berlangsung di Bundaran PU Kota Kupang, Senin (6/4/2026).

Pengawasan, kondisi di Bundaran PU atau Bundaran Tirosa Kota Kupang terlihat ramai.

Para jemaat, tokoh agama, pejabat pemerintah baik provinsi maupun Kota Kupang, serta para pembicara lainnya hadir memenuhi area sekitar Bundaran PU. Petugas keamanan TNI/Polri juga menjalankan tugas masing-masing.

Ketua Komite Pawai Paskah Tahun 2026, Simson Polin, menyampaikan bahwa pawai Paskah ini mengusung tema perdamaian dengan judul "Cahaya Damai dari Gerbang Selatan Nusantara".

"Kegiatan ini menjadi lambang harapan dan persatuan, terutama bagi generasi muda gereja. Salah satu simbol penting dalam rangkaian acara ini adalah obor perdamaian yang dibawa dari wilayah perbatasan Timur Indonesia," kata Simson Polin.

Simson Polin mengungkapkan, obor tersebut memulai perjalanannya dari Kabupaten Belu yang terkenal sebagai Kota Sahabat, kemudian melewati beberapa daerah seperti Timor Tengah Utara (TTU), Timor Tengah Selatan (TTS), hingga Kabupaten Kupang.

"Pada setiap titik perhentian, obor perdamaian disambut oleh pemerintah setempat dan tokoh agama, sekaligus menjadi kesempatan untuk menyampaikan pesan damai lintas agama," kata Simson Polin.

Berikut adalah beberapa variasi dari kalimat tersebut: 1. Selanjutnya, menurut Simson Polin, obor perdamaian akan diterima oleh Ketua Sinode GMIT di Kota Kupang yang terkenal dengan julukan "Kota Kasih". 2. Dalam pernyataannya, Simson Polin menyebutkan bahwa obor perdamaian akan diserahkan kepada Ketua Sinode GMIT di Kota Kupang, yang dikenal sebagai "Kota Kasih". 3. Menurut Simson Polin, obor perdamaian rencananya akan diterima oleh Ketua Sinode GMIT di Kota Kupang yang memiliki reputasi sebagai "Kota Kasih". 4. Kata Simson Polin, obor perdamaian akan diterima oleh Ketua Sinode GMIT di Kota Kupang yang biasa disebut sebagai “Kota Kasih”. 5. Berdasarkan informasi dari Simson Polin, obor perdamaian akan diserahkan kepada Ketua Sinode GMIT di Kota Kupang yang dikenal sebagai "Kota Kasih".

"Pada momen ini akan dilanjutkan dengan pelepasan obor oleh Wakil Presiden RI yang akan dibawa menuju Pulau Rote, yang dikenal sebagai Pulau Sejuta Lontar," kata Simson Polin.

Selanjutnya, Simson Polin menyampaikan bahwa api obor akan dinyalakan di lokasi bersejarah yang menjadi awal penyebaran Injil dan pendidikan di Pulau Rote, kemudian dibawa ke titik nol selatan Indonesia yang berbatasan langsung dengan Australia.

"Penghidupan obor di titik ini menjadi simbol kuat penyampaian pesan perdamaian dari ujung selatan Indonesia kepada dunia," kata Simson Polin.

Simson Polin juga menyampaikan, rangkaian kegiatan melibatkan prosesi Galilea serta dukungan dari berbagai komunitas, termasuk nelayan yang tergabung dalam Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) di kawasan Oesapa.

Di mana, kehadiran dan partisipasi mereka, termasuk dalam penyusunan ornamen Paskah, merupakan bukti nyata toleransi yang berkembang di NTT.

"Ini menunjukkan bahwa NTT benar-benar adalah Nusa Terindah Toleransi. Bahkan teman-teman nelayan muslim juga ikut berpartisipasi dalam kegiatan ini," kata Simson Polin.

Simson Polin berharap bahwa melalui kegiatan ini, Pawai Paskah tidak hanya menjadi perayaan iman, tetapi juga bisa berkembang sebagai daya tarik wisata religius di NTT.

"Dengan dukungan yang berkelanjutan, kegiatan ini diharapkan dapat terus dilaksanakan pada tahun-tahun berikutnya, bersamaan dengan tradisi keagamaan lainnya seperti Semana Santa di Flores," kata Simson Polin.

Simson Polin juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi, sambil berharap semangat kebersamaan dan perdamaian tetap terjaga dalam masyarakat.

"Terima kasih atas seluruh dukungan dari berbagai pihak. Semoga kegiatan ini terus berlangsung dan memberikan manfaat bagi banyak orang," tutup Simson Polin. (mey)

Ikuti berita lainnya di GOOGLE NEWS 

Komentar

Tampilkan