
Eks istri Andre Taulany, Rien Wartia Trigina atau Erin dilaporkan oleh asisten rumah tangganya terkait dugaan penganiayaan. Terungkap perkataan yang diduga membuat Erin marah.
Seorang tenaga kerja rumah tangga (TKRT) melaporkan Erin ke Polres Metro Jakarta Selatan pada akhir April 2026. Mantan istri Andre Taulany ini dilaporkan karena diduga melakukan kekerasan fisik.
Erin menolak keras tuduhan tersebut. Ia juga melaporkan balik sang asisten rumah tangga serta akun Threads karena dugaan pencemaran nama baik.
Di sisi lain, muncul pernyataan dari ART yang diduga menyebabkan Erin marah. Kejadian itu terjadi ketika ia sedang membersihkan rumah.
Mengutip Tribunnewsbogor.com, seorang asisten rumah tangga (ART) yang mengklaim dianiaya oleh Rien Wartia atau Erin menceritakan kejadian dimulai ketika ia sedang membersihkan rumah. Pada saat itu, Erin mengeluh karena tirai di kamar anak belum dibuka.
"Pembersihan dilakukan pukul 5 dan pukul 3 sore. Saya sudah mengambil sapu dan membersihkan bagian atas, sekarang sedang membersihkan debu. Tiba-tiba dia naik ke atas," kata wanita bernama Hera itu.
"Perhatikan kamar gordynya belum tertutup, kamar mandinya masih terbuka, saya sudah membersihkan ruangan, nanti saja saya tutup semua, karena belum jam 5," katanya. Namun saat itu Erin justru langsung marah-marah kepada Hera.
"Pukul 3, ibunya sudah naik ke atas dan marah-marah jika di rumah saya tidak boleh ada kamar mandi terbuka, tirai mengapa ditutup, segera buka, jangan injak karpetnya," kata Hera. Erin juga menurut Hera sempat mengucapkan kata-kata kasar.
"Kamu itu bekerja dengan pikiran tidak bisa seenaknya seperti ini, debu masih ada di atas tempat sampah," katanya. Hera kemudian meminta Erin mengembalikannya ke agen.
"Jika tidak bisa, saya akan kembalikan saja, mungkin dia marah karena saya berkata begitu, lalu dia mengambil sapu yang saya pegang dan langsung memukul kepalaku," katanya. Hera sempat meminta Erin agar tidak memukul.
"Bu jangan memukul dengan tangan lagi, bu sakit, dipukul lagi menggunakan sapu untuk yang kedua kalinya. Sudah, kamu lakukan yang benar," katanya.
Siti Hajar, sebagai kuasa hukum Erin, menyatakan bahwa kliennya justru menjadi korban pencemaran nama baik. Tuduhan tersebut dianggap sebagai fitnah.
"Yang mana dalam hal ini Mbak Erin disebut melakukan penganiayaan, padahal tidak benar semua itu," ujar Siti Hajar di Polres Jakarta Selatan, Rabu (29/4/2026).
"Justru dia menjadi korban fitnah dan pencemaran nama baik," kata Siti Hajar.
Wakil hukum lainnya, Ramdani, menambahkan bahwa klien mereka merasa tertekan akibat tuduhan tersebut. Ia menegaskan pihaknya akan mengambil tindakan tegas terhadap siapa saja yang terlibat jika tidak ada niat baik untuk menyelesaikan masalah secara kekeluargaan.
"Klien kami ini merasa sangat sedih. Apa yang disampaikan melalui media sosial tidak benar, tidak pernah terjadi," katanya.
"Kami juga akan mengejar media sosialnya, pencemaran nama baik, fitnah, serta pihak-pihak yang ada di baliknya," katanya.
Sementara itu, sebelumnya dilaporkan bahwa Rien Wartia Trigina (RWT) atau yang akrab disapa Rien baru saja melaporkan asisten rumah tangganya berinisial H atas dugaan tindakan kekerasan. Kejadian dugaan penganiayaan tersebut dilaporkan terjadi sekitar pukul 15.00 WIB di Jalan Bunga Mayang 8, Bintaro, Jakarta Selatan.
"Benar, seorang perempuan dengan inisial H telah datang ke SPKT Polres Metro Jakarta Selatan, yang mengaku mengalami kekerasan fisik," ujar Kepala Seksi Humas Polres Metro Jakarta Selatan AKP Joko Adi, dilaporkan oleh Kompas.com, Rabu (29/4/2026).
Mengenai tuduhan tersebut, Erin secara tegas menyangkalnya. Ia juga mengajukan laporan balik untuk menjerat asistennya tersebut terkait dugaan pencemaran nama baik.
"Tujuan kita adalah membuat laporan tentang pencemaran nama baik. Mari kita buat laporan terlebih dahulu. Semua bukti sudah saya miliki, seperti rekaman CCTV, bukti pesan chat, rekaman suara, dan berbagai jenis bukti lainnya," kata Erin saat diwawancarai di Polres Jakarta Selatan, Rabu (29/4/2026).
Pernyataan ART yang diduga menyebabkan Erin marah telah terungkap. Kejadian dugaan kekerasan tersebut disebutkan terjadi ketika ART sedang membersihkan rumah Erin. (*)