Iklan

Mengapa Video 13 Kali Diperiksa, Penalti Arsenal Dibatalkan VAR?

Friday, May 1, 2026, 6:34 AM WIB Last Updated 2026-04-30T20:26:23Z

Pelatih Arsenal, Mikel Arteta, merasa timnya mengalami kerugian akibat keputusan wasit dan VAR dalam pertandingan leg pertama babak semifinal Liga Champions.

Pada hari Rabu (29/4/2026) di Madrid, Arsenal bermain imbang 1-1 melawan tim tuan rumah Atletico Madrid.

Semua gol dalam pertandingan itu dihasilkan melalui tendangan penalti.

Arsenal unggul terlebih dahulu pada menit ke-44 melalui tendangan Viktor Gyokeres.

Wasit Danny Makkelie memberikan hadiah penalti setelah menyatakan bahwa Gyokeres didorong oleh David Hancko di dalam area terlarang.

Atletico membalas dengan tendangan penalti Julian Alvarez di menit ke-56.

Sanksi tersebut diberikan oleh Makkelie setelah melihat layar VAR dan memutuskan bahwa Ben White menyentuh bola dari tendangan Marcos Llorente dengan tangannya di dalam area penalti.

Pada menit ke-78, Makkelie kembali memberikan hadiah penalti kepada Arsenal.

Ia menganggap Eberechi Eze dilanggar oleh Hancko di dalam area penalti.

Namun, VAR meminta Makkelie untuk meninjau ulang rekaman video kejadian tersebut.

Setelah lama memperhatikan layar, Makkelie memutuskan untuk tidak memberikan sanksi kepada Arsenal.

Setelah pertandingan, Mikel Arteta mengkritik dengan keras penghapusan kartu tersebut.

Menurut pelatih tim, momen tersebut memengaruhi hasil pertandingan karena seharusnya Arsenal mampu unggul 2-1.

"Saya berbicara dengan para pemain dan menyadari bahwa keputusan wasit mengenai tendangan penalti untuk gol kedua dibatalkan," ujar Arteta sebagaimana dilaporkan oleh BBC.

Itu melanggar aturan dan saya tidak mengerti.

Sangat kecewa. Dinamikanya jelas, terdapat hubungan di sana.

Wasit mengambil keputusan dan Anda tidak mengubahnya meskipun telah menonton ulang video sebanyak 13 kali.

Pada tingkat ini, hal tersebut tidak dapat diterima.

Apakah wasit mengalami tekanan? Saya tidak tahu. Biarkan dia yang menjawabnya.

Keputusan tersebut salah dan mengubah jalannya pertandingan.

Sambil mengkritik kejadian Eze, Arteta sepenuhnya menerima hukuman tendangan penalti yang diterima timnya karena pelanggaran handball dari White.

Aturannya memang demikian, mereka tetap konsisten. Kami menerima hal tersebut.

"Tetapi hukuman dalam insiden Eze mengubah segalanya dan tidak seharusnya terjadi di tingkat pertandingan seperti ini," ujar Arteta lagi.

Skor 1-1 di markas Atletico sebenarnya sudah cukup baik bagi Arsenal.

Tim Manchester United masih belum pernah kalah dalam Liga Champions musim ini setelah menjalani 13 pertandingan.

Hasil imbang di markas lawan menjadi bekal yang baik dalam menghadapi leg kedua yang akan digelar pada 5 Mei mendatang.

Kami berada dalam kondisi yang luar biasa. Kami akan tampil di hadapan pendukung kami sendiri.

"Kemenangan pertandingan ini ada di tangan kami sendiri," kata Arteta.

Komentar

Tampilkan