Iklan

Korban KA Argo Bromo Anggrek vs KRL, 14 Tewas dan 84 Luka di 9 Rumah Sakit

Saturday, May 2, 2026, 7:01 AM WIB Last Updated 2026-05-02T00:23:48Z
 

Insiden kecelakaan kereta api yang terjadi di kawasan Bekasi Timur pada malam Senin (27/4) meninggalkan rasa duka yang mendalam.

Perusahaan Kereta Api Indonesia (KAI) memastikan semua korban telah dievakuasi, dengan fokus utama saat ini pada penanganan penumpang yang mengalami cedera.

PT KAI mengungkapkan jumlah korban jiwa akibat kecelakaan tabrakan antara kereta Commuter Line dan kereta jarak jauh di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat, pada Senin (27/4) malam, meningkat menjadi 14 orang.

Hal ini diungkapkan oleh Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin. Ia menyebutkan, berdasarkan data terkini hingga pukul 08.45 WIB, tercatat 14 orang meninggal dunia.

Jenazah korban meninggal telah dibawa ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati guna dilakukan identifikasi lebih lanjut. Di sisi lain, 84 korban luka telah mendapatkan perawatan medis di berbagai fasilitas kesehatan.

"Update pukul 08.45 WIB, 14 orang meninggal, 84 korban luka, proses penanganan masih berlangsung," ujar Bobby dalam pernyataan yang diterima di Jakarta, Selasa (28/4).

Sebelumnya, Wakil Direktur Komunikasi Perusahaan KAI, Anne Purba, juga menyampaikan belasungkawa mendalam mewakili PT KAI.

“Kami menyampaikan belasungkawa yang sangat mendalam dan memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh pelanggan kami terkait kejadian ini,” kata Anne, Selasa (28/4).

KAI juga menyatakan bahwa semua biaya pengobatan para korban akan ditanggung, baik melalui asuransi maupun dari pihak perusahaan.

Tindakan ini diambil sebagai wujud pertanggungjawaban terhadap penumpang yang terkena dampak.

Para korban yang terluka kini sedang mendapatkan perawatan di sembilan rumah sakit yang berada di wilayah Bekasi Timur.

Beberapa di antaranya adalah Rumah Sakit Keluarga Primaya Bekasi Timur dan Rumah Sakit Umum Daerah Bekasi Timur, serta berbagai fasilitas kesehatan lain yang ditetapkan untuk mempercepat penanganan medis.

Menurut Anne, kondisi para korban yang sedang dirawat terus diawasi dan sampai saat ini penanganannya berjalan dengan lancar.

"Semua pasien yang memerlukan pemantauan dapat dilayani secara cepat," katanya.

Di sisi lain, KAI memastikan seluruh penumpang kereta Argo Bromo Anggrek yang berjumlah 240 orang berhasil dievakuasi dengan selamat.

Pendekatan saat ini lebih mengarah pada penumpang KRL Commuter Line yang secara langsung terkena dampak dari kejadian tersebut.

Peristiwa kecelakaan ini terjadi sekitar pukul 20.40 WIB, saat kereta komuter menabrak sebuah mobil taksi di perlintasan. Tabrakan itu menyebabkan kereta tersebut berhenti di jalur rel.

Tidak lama kemudian, kereta Argo Bromo Anggrek yang berjalan dari Gambir ke Surabaya menabrak bagian belakang KRL di jalur yang sama, menyebabkan kecelakaan beruntun.

Sampai saat ini, penyebab pasti kecelakaan masih dalam tahap penyelidikan. KAI bersama pihak terkait berkomitmen untuk menyelidiki insiden ini secara menyeluruh agar mencegah terulangnya kejadian serupa di masa depan.

Komentar

Tampilkan