
Ringkasan Berita:Delsy merupakan putri dari Ketua DPC Partai Golkar Kabupaten Maluku Tenggara, Agrapinus Rumatora atau dikenal sebagai Nus Kei. Nus Kei dilaporkan meninggal dunia setelah ditikam di area pintu keluar Bandara Karel Sadsuitubun Ibra, Kecamatan Kei Kecil, Kabupaten Maluku Tenggara, pada hari Minggu (19/4/2026) sekitar pukul 11.25 WIT.
Berikut adalah beberapa variasi dari kalimat tersebut: 1. Ini dia Desly Claudya Rumatora, putri Nus Kei yang menjadi perhatian setelah ayahnya meninggal dunia. 2. Desly Claudya Rumatora, anak perempuan Nus Kei, kini menjadi sorotan setelah kematian ayahnya. 3. Sosok Desly Claudya Rumatora, putri dari Nus Kei, mendapat perhatian setelah ayahnya meninggal. 4. Desly Claudya Rumatora, putri Nus Kei, kini tengah jadi pembicaraan usai ayahnya tutup usia. 5. Inilah Desly Claudya Rumatora, anak Nus Kei yang menjadi pusat perhatian setelah ayahnya meninggal.
Delsy merupakan putri dari Ketua DPC Partai Golkar di Kabupaten Maluku Tenggara, Agrapinus Rumatora atau dikenal dengan Nus Kei.
Nus Kei dilaporkan meninggal dunia setelah ditikam di area pintu masuk Bandara Karel Sadsuitubun Ibra, Kecamatan Kei Kecil, Kabupaten Maluku Tenggara, pada hari Minggu (19/4/2026) sekitar pukul 11.25 WIT.
Dua jam setelah kejadian, pihak Polres Maluku Tenggara berhasil menangkap dua orang yang diduga sebagai pelaku, yaitu Hendrikus Rahayaan (HR) atau dikenal dengan nama Hendra dan Finansius Ulukyanan (FU) atau dikenal sebagai Finis.
Hendrikus Rahayaan dikenal sebagai atlet Mixed Martial Arts.
Nus Kei memiliki putri yang juga mengikuti langkahnya sebagai anggota Partai Golkar, yaitu Desly Claudya Rumatora.
Lalu, bagaimana wajah Desly Claudya Rumatora?
Profil dan perkembangan karier Desly Claudya Rumatora
Desly Claudya Rumatora pernah mengajukan dirinya sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Maluku Tenggara.
Desly kelahiran Ambon.
Tidak banyak data yang tersedia mengenai Desly Claudya Rumatora.
Hanya saja berdasarkan laman lezen.id, Desly pernah menempuh pendidikan di SMK BPS dan K II Bekasi serta melanjutkan studinya di Universitas Prof. Dr Moestopo (Beragaman).
Sebelum memasuki dunia politik, Desly pernah bekerja di berbagai perusahaan.
Desly pernah menjadi anggota organisasi PP AMPG dan AMPI Jakarta.
Mengunjungi akun Instagram golkar_maluku_tenggara, Nus Kei dan Desly menunjukkan hubungan dekat sebagai seorang ayah dan anak.
Nus Kei terlihat memberikan ucapan selamat ulang tahun kepada putrinya melalui akun Instagramnya.
"Selamat Ulang Tahun Putriku Desly Claudya Rumatora" dan tercantum tanggal 5 Desember 2022.
Riwayat hidup Agrapinus Rumatora (Nus Kei)
Nus Kei terpilih sebagai Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Maluku Tenggara, berdasarkan informasi dari infopemilu.kpu.go.id.
Ia tercatat aktif dalam pengurusan partai politik di tingkat Kabupaten/Kota.
Gelar akademik yang sesuai dengan namanya yaitu Drs.
Drs. merupakan kependekan dari Doktorandus, sebuah gelar akademik yang dahulu digunakan di Indonesia.
Ditujukan kepada pria yang telah menyelesaikan pendidikan sarjana (S1), khususnya dalam bidang ilmu sosial, ekonomi, atau humaniora.
Mengutip halaman Instagram @golkar_maluku_tenggara, Nus Kei pernah menjadi Calon Bupati Maluku Tenggara untuk periode 2024 - 2029.
Ia memiliki seorang putri yang juga mengikuti jejaknya sebagai anggota Partai Golkar, Desly Claudya Rumatora.
Nus Kei merupakan pamannya John Kei, tokoh preman di Jakarta yang berasal dari Maluku Tenggara.
Sebelum meninggal akibat ditusuk, Nus Kei pernah hampir dibunuh oleh keponakannya sendiri, John Kei, beberapa tahun sebelumnya.
Rumahnya berada di Cluster Australia Green Lake City, Cipondoh, Tangerang, diserang oleh sekelompok orang dari kelompok John Kei.
Akibat serangan dari kelompok John Kei terhadap rumah Nus Kei, seseorang meninggal dunia setelah ditikam.
Korban yang meninggal adalah Yustus Corwing Rahakbau.
Polisi akhirnya menangkap 30 orang yang terlibat dalam penyerangan dan mereka ditetapkan sebagai tersangka.
John Kei juga ditetapkan sebagai tersangka setelah polisi memiliki bukti bahwa ada perintah dari John Kei terkait pembunuhan Nus Kei.
Kepala Kepolisian Daerah Metro Jaya pada masa itu, Irjen Nana Sudjana, menyatakan bahwa keributan ini terjadi karena John Kei merasa tidak puas dengan hasil pembagian penjualan tanah.
Nana juga menyebutkan bahwa John Kei dan Nus Kei adalah saudara atau anggota keluarga yang sama.
Bahkan, dalam wawancara dengan sebuah stasiun televisi, Nus Kei menyatakan bahwa hubungannya dengan John Kei adalah sebagai paman dan keponakan.
Pada saat kejadian tersebut, Klaster Australia, Green Lake City, dipertahankan ketat oleh petugas setelah pecahnya keributan, Minggu (21/6/2020).
Setiap individu yang memasuki tempat tersebut harus melalui proses yang sangat ketat.
Dimulai dari tujuan, menunjukkan Kartu Tanda Penduduk (KTP) hingga pemeriksaan suhu tubuh.
Sementara itu, Kapolda Metro Jaya Irjen Nana Sudjana menyebut tindakan kekerasan di Cengkareng serta serangan terhadap rumah di Tangerang oleh kelompok John Kei, Minggu (22/6/2020) sebagai tindakan kasar yang dilakukan preman.
Dalam penyelidikan, kata Nana, petugas menangkap 30 orang yang terlibat dalam dua kejadian tersebut, termasuk John Kei dari markas mereka di Perumahan Tytyan Indah, Bekasi, pada malam Minggu.
"Pada minggu lalu ketika kita memulai Car Free Day, kita dikejutkan oleh tindakan yang bisa disebut sebagai tindakan kasar premanisme di kawasan Jakarta Barat dan Tangerang dari kelompok yang selama ini dikenal sebagai kelompok John Kei," ujar Nana di Mapolda Metro Jaya, Senin (22/6/2020).
Tindakan kekerasan yang dilakukan kelompok Joh Kei telah merenggut nyawa seseorang di Duri Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat.
Kelompok John Kei, menurut Nana, melakukan tindakan kekerasan secara bersama dan terang-terangan terhadap individu di Cengkareng.
Peristiwa tersebut terjadi pada hari Minggu (21/6/2020) pukul 11.30 WIB, dan dilakukan penganiayaan oleh kelompok John Kei.
"Para pelaku berjumlah 5 hingga 7 orang terhadap kelompok Nus Kei dan kejadian tersebut berlangsung di wilayah Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat. Hal ini mengakibatkan satu orang meninggal dunia bernama ER," ujar Nana.
Korban meninggal setelah menderita luka tusuk di berbagai bagian tubuh.
"Dan satu orang lainnya mengalami luka, yaitu empat jari tangannya terputus akibat bacokan dari AR," katanya.
Selanjutnya, pada hari yang sama, tindakan kekerasan oleh kelompok John Kei kembali terjadi pukul 12.25 WIB.
Sebanyak 15 orang datang ke rumah klaster Australia, Perumahan Green Lake City, Cipondoh, Kota Tangerang, menggunakan 4 unit kendaraan beroda empat.
"Kelimabelas orang ini diduga berasal dari kelompok John Kei datang ke rumah tersebut di Perumahan Green Lake, klaster Australia Australia di Jalan Boulevard Cipondoh, Kota Tangerang. Mereka pergi ke sana dan mencari seseorang," kata Nana.
(/Tribunnews/Tribun Timur)