Iklan

Jazuli Juwaini Pimpin PB Mathla'ul Anwar 2026-2031, Gantikan KH Embay Mulya Syarief

Sunday, April 19, 2026, 3:10 AM WIB Last Updated 2026-04-19T09:43:42Z
Jazuli Juwaini Pimpin PB Mathla'ul Anwar 2026-2031, Gantikan KH Embay Mulya Syarief

, SERANG -Anggota DPR RI, Jazuli Juwaini, terpilih menjadi Ketua Umum PBMA untuk masa jabatan 2026–2031.

Ia menggantikan KH Embay Mulya Syarief yang sebelumnya menjabat sebagai Ketua Umum PBMA pada periode 2021–2026.

Seorang politikus dari Fraksi PKS terpilih dalam Muktamar ke-XXI Mathla’ul Anwar yang diadakan di Hotel Le Dian, Kota Serang, Banten, pada hari Minggu (12/4/2026).

Pada pemungutan suara tersebut, Jazuli mendapatkan 77 suara, mengungguli Andi Yudi Hendriawan yang meraih 71 suara, sedangkan Humaidi Hasan tidak memperoleh dukungan sama sekali.

Sebagai ketua umum yang terpilih, Jazuli menegaskan komitmennya dalam memperkuat sumber daya manusia (SDM) di lingkungan Mathla’ul Anwar.

Ia menganggap peningkatan kualitas sumber daya manusia sebagai faktor utama dalam menghadapi tantangan masa kini.

"Pertama, kita akan memperbaiki sumber daya manusia. Kedua, Mathla’ul Anwar bergerak di bidang pendidikan, dakwah, dan sosial. Pesan ketiga ini akan kita tegakkan ke depan," katanya, dilaporkan Senin (13/4/2026).

Jazuli menekankan perlunya perbaikan institusi pendidikan yang merupakan salah satu kekuatan utama organisasi tersebut.

Menurutnya, pengelolaan dan penyusunan sistem pendidikan perlu terus ditingkatkan agar mampu menghasilkan generasi yang berkualitas.

"Mathla’ul Anwar memiliki sekolah-sekolah, perguruan-perguruan, dan lembaga pendidikan. Kedepannya kita perbaiki pengelolaannya, penataannya, agar mampu menghasilkan generasi Indonesia yang lebih berkualitas. Bukan hanya mampu bersaing di dalam negeri, tetapi juga pada tingkat global," ujar Jazuli.

Selain memperkuat aspek internal, Jazuli menekankan kepentingan kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk organisasi masyarakat Islam lainnya.

Ia menganggap keterlibatan antar lembaga sebagai faktor penting dalam menyelesaikan masalah umat dan bangsa.

"Kita akan menciptakan kerja sama dan keterpaduan dengan berbagai institusi serta kelompok masyarakat, termasuk organisasi-organisasi Islam seperti Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, dan yang lainnya. Kita perlu bekerja sama untuk menyelesaikan masalah umat, bangsa, dan negara," tegasnya.

Dalam perkembangan pesat era digital, ia juga menekankan kepentingan penggunaan teknologi secara bermanfaat.

Jazuli menyampaikan bahwa teknologi seharusnya menjadi alat untuk meningkatkan kualitas generasi, bukan sebaliknya.

"Teknologi digital dan informasi saat ini perlu kita manfaatkan sebagai alat untuk mempercepat pengembangan kecerdasan, keterampilan, serta kualitas generasi bangsa, bukan justru merusaknya," ujar Jazuli.

Merupakan tanggapan terhadap tantangan global, ia menekankan bahwa Mathla’ul Anwar akan berpartisipasi aktif bersama pemerintah dan berbagai komponen masyarakat.

"Ketidakpastian global ini tidak dapat diatasi oleh satu pihak saja. Mathla’ul Anwar akan bekerja sama dengan pemerintah serta berbagai komponen lainnya dalam menghadapi tantangan, baik di tingkat nasional maupun internasional. Keterpaduan menjadi kunci," tutupnya.

Komentar

Tampilkan