Iklan

Jamkrindo Targetkan Penjaminan Rp 247,57 Triliun hingga Akhir 2025, UMKM Jadi Prioritas

Saturday, April 25, 2026, 11:52 AM WIB Last Updated 2026-04-25T03:30:56Z

.CO.ID - JAKARTA. PT Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo) melaporkan jumlah penjaminan yang tercatat mencapai Rp 247,57 triliun pada akhir tahun 2025.

Dari angka tersebut, bagian yang besar dialokasikan ke sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Sementara itu, Plt Direktur Utama Jamkrindo Abdul Bari menyampaikan bahwa perusahaan telah memberikan jaminan kepada 5,56 juta pelaku UMKM. Ia menegaskan bahwa kontribusi ini terus meningkat dalam sepuluh tahun terakhir.

"Jamkrindo telah memberikan jaminan kepada pelaku UMKM dengan jumlah yang dijamin sebanyak 5,56 juta UMKM," katanya dalam webinar, Kamis (16/4).

Secara keseluruhan, selama periode 2015 hingga 2025, besaran jaminan yang diberikan kepada UMKM telah mencapai Rp 1.200 triliun. Angka ini dianggap menunjukkan peran penting Jamkrindo dalam memperluas kesempatan akses pembiayaan bagi sektor tersebut.

Selanjutnya, jaminan kredit dianggap memiliki beberapa peran penting, salah satunya yaitu menjaga kualitas portofolio perbankan.

Dengan adanya jaminan, risiko gagal bayar bisa lebih dikendalikan, sehingga meningkatkan kepercayaan bank dalam memberikan kredit, termasuk kepada sektor UMKM. Hal ini pada akhirnya mendorong pertumbuhan kredit yang lebih stabil.

Jamkrindo semakin memperkuat kerja sama di dalam ekosistem keuangan digital dengan mengintegrasikan sistem dan memanfaatkan inovasi teknologi. Tindakan ini dinilai mampu menciptakan dampak yang luas dalam memperkuat keterkaitan antar pelaku di sektor keuangan nasional.

Di sisi lain, jaminan kredit juga berkontribusi pada peningkatan efisiensi dan mutu dalam pendanaan.

Skema ini mengurangi ketergantungan terhadap jaminan fisik dan memungkinkan penentuan bunga yang lebih efektif, sehingga proses pemberian kredit menjadi lebih cepat, murah, dan berkualitas bagi nasabah.

Di masa depan, Jamkrindo bersama mitranya akan terus mendorong pemberian kredit yang berkelanjutan. Perusahaan juga memainkan peran sebagai penghubung bagi UMKM yang belum layak mendapatkan pinjaman dari bank agar bisa memperoleh pembiayaan resmi melalui skema penjaminan.

Menurut Bari, peningkatan akses terhadap pembiayaan akan memberikan dampak yang besar terhadap perekonomian. "Jelas dengan semakin meningkatnya akses pembiayaan, produktivitas akan naik, kemudian menciptakan kesempatan kerja, serta meningkatkan kemampuan belanja masyarakat," ujarnya.

Selain itu, Jamkrindo juga bertindak sebagai penyangga risiko sistemik pada saat terjadi krisis.

Pada situasi tersebut, jaminan kredit berperan sebagai alat yang mendorong perbankan untuk terus memberikan pembiayaan kepada sektor yang terkena dampak, sehingga mampu mengurangi risiko kredit macet dan mempercepat proses pemulihan ekonomi nasional.

Komentar

Tampilkan