Iklan

Jalan Tembus Pasar Minggu, Proyek Mangkrak di Bawah Delapan Gubernur DKI

Sunday, April 26, 2026, 12:33 PM WIB Last Updated 2026-04-25T23:23:40Z

.CO.ID,Oleh Erik Purnama Putra

Jalan Tembus Pasar Minggu. Saya sering melewatinya. Jalan ini dapat disebut sebagai proyek yang tak pernah selesai. Hal tersebut dikarenakan pengerjaannya yang terus-menerus tertunda.

Bahkan gubernur DKI Jakarta berganti-ganti. Jalan tembus sepanjang dua kilometer ini belum juga selesai. Bahkan, tidak ada tanda-tanda proyek jalan tembus akan dilanjutkan. Justru, saat ini sedang dikerjakan proyek pengerukan untuk pemasangan pipa di lokasi tersebut.

Dalam catatan penulis, proyek ini dimulai dikerjakan sejak masa Gubernur Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok (2014-2017). Selanjutnya, berlanjut pada masa Gubernur Djarot Saiful Hidayat (2017-2017), Gubernur Anies Rasyid Baswedan (2017-2022), dan Gubernur Pramono Anung Wibowo (2005-hingga sekarang), namun proyek tersebut tidak menunjukkan perkembangan.

Di tengah itu, terdapat Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Sumarsono (2017-2017), Pelaksana Harian (Plh) Saefullah, Plt Gubernur Budi Heru Hartono (2022-2024), serta Teguh Setiabudi (2024-2025). Namun, selama masa empat gubernur resmi dan Plt maupun Plh gubernur DKI, proyek jalan tembus tidak menunjukkan perkembangan.

Mengapa begitu? Apakah Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI lupa akan proyek ini? Atau justru jalan tembus tersebut dibiarkan terbengkalai? Atau ada alasan lain yang belum diketahui oleh masyarakat?

Penulis mencatat, proyek jalan yang melewati samping rel dimulai dengan menggusur beberapa bangunan di dekat Pertigaan Volvo, Kelurahan Pejaten Timur, Kecamatan Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Pada awal pelaksanaannya, tampaknya tidak ada hambatan yang muncul. Beberapa rumah juga dirobohkan.

Sayangnya, sepanjang perjalanan progresnya sangat lambat. Mirip dengan siput yang berjalan. Namun, satu hal yang jelas, jalan tembus di sisi rel ini memang terlihat kurang terawat. Beberapa bagian jalan sudah selesai diperlebar. Di beberapa bagian lainnya, masih ada bangunan yang belum dilepaskan.

Bahkan, sepanjang jalur setapak dekat Stasiun Pasar Minggu, perumahan masih berdiri lengkap. Belum ada satupun yang dilepaskan, meskipun beberapa sudah dikosongkan. Hal ini menunjukkan bahwa proses proyek ini masih panjang.

Meskipun demikian, manfaat jalan tembus ini sangat dirasakan oleh masyarakat, terutama pengendara kendaraan ketika selesai dibangun. Jelas, pengguna jalan yang datang dari arah Kalibata melewati Markas Badan Intelijen Negara (BIN) tidak perlu kembali ke Pertigaan Volvo jika ingin menuju ke arah Tanjung Barat, Lenteng Agung, hingga Kota Depok, Jawa Barat.

Sebelumnya, persimpangan tersebut sering mengalami kemacetan. Hal ini disebabkan oleh kepadatan perjalanan KRL Commuter Line yang tinggi. Terkadang, kendaraan belum bisa bergerak, namun gerbang sudah ditutup kembali. Belum lagi, perlintasan sebidang menjadi licin setelah hujan turun. Hal ini menyebabkan arus lalu lintas di Persimpangan Volvo selalu macet.

 

Jika jalan tembus terwujud, maka akan sangat membantu dalam mendukung pergerakan masyarakat, khususnya penulis. Oleh karena itu, penulis membutuhkan informasi yang jelas dari Pemprov DKI. Karena selama dua tahun ini, tidak ada kabar sama sekali mengenai Jalan Tembus Pasar Minggu.

Informasi terbaru, warga yang rumahnya terkena proyek pernah diundang oleh Kecamatan Pasar Minggu untuk mengikuti pertemuan dan penjelasan mengenai proyek serta kompensasi yang akan diberikan. Namun, kenyataannya di lapangan, tidak ada pembangunan sama sekali.

Oleh karena itu, penulis berharap Gubernur Pramono mampu menyelesaikan tugas-tugas yang ditinggalkan oleh gubernur sebelumnya. Terlebih lagi, proyek tersebut berada dekat dengan Markas BIN. Sehingga nantinya tidak hanya warga sekitar yang dapat memanfaatkan infrastruktur tersebut ketika selesai dibangun, tetapi juga pegawai lembaga negara.

Oleh karena itu, Gubernur Pramono memiliki kewajiban agar dalam masa pemerintahannya, proyek Pasar Jalan Tembus Minggu dapat dilanjutkan. Ia dapat memberikan tugas kepada Dinas Bina Marga DKI untuk segera menyelesaikan proyek jalan tembus tersebut.

Bisa juga, proyek ini menjadi tugas pertama bagi Wali Kota Jakarta Selatan Syafrin Liputo dalam memimpin jajarannya, khususnya Camat Pasar Minggu dan Lurah Pejaten Timur, untuk mengawasi hingga selesai. Semoga, proyek yang berada tepat di samping rel ini dapat terhubung sehingga mengurangi kemacetan kendaraan dari arah Kalibata dan Pasar Minggu menuju Lenteng Agung dan Depok.

Komentar

Tampilkan