Iklan

IHSG Naik 0,58% ke 7.147, BBCA, BREN, TPIA Melonjak

Saturday, May 2, 2026, 7:31 AM WIB Last Updated 2026-05-02T00:23:48Z

, JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)IHSG) dibuka menguat ke 7.147,60 pada Selasa (27/4/2026). Sesuai dengan hal tersebut, sahambig capsseperti BBCA, PANI, UNVR, BREN hingga TPIA berada di area hijau secara bersamaan.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG meningkat 0,58% atau 41,08 poin menjadi 7.147,60 hingga pukul 09.02 WIB. Pada awal perdagangan, IHSG bergerak pada level terendah 7.128,46 dan pernah mencapai posisi 7.150,99.

Diketahui, ada 329 saham yang mengalami kenaikan, 158 saham mengalami penurunan, dan 189 saham tetap stabil. Sementara itu, kapitalisasi pasar mencapai Rp12.780,47 triliun.

Di tengah naiknya indeks komposit, saham dengan kapitalisasi pasar besar mengalami penguatan, dipimpin oleh PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) yang melonjak 1,67% ke tingkat Rp6.075 per saham.

Posisi tersebut kemudian diikuti oleh saham PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk. (PANI) yang naik 1,48% menjadi Rp8.575, sementara saham PT Unilever Indonesia Tbk. (UNVR) juga mengalami kenaikan sebesar 1,32% ke tingkat Rp1.540 per saham.

Saham PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN) kembali mengalami kenaikan sebesar 1,29%, sementara saham PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA) meningkat 0,87%, dan saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA) naik sebanyak 0,81%.

Sementara itu, saham big caps antara lain PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN) yang mengalami penurunan sebesar 1,85% menjadi Rp5.300 dan saham PT Telkom Indonesia (Persero Tbk.) turun sebesar 1,06% ke posisi Rp2.800.

Hari ini, IHSG diperkirakan mengalami penurunan koreksi setelah gagal bertahan di atas angka 7.250 yang dianggap sebagai level psikologis, di tengah maraknya aksi jual bersih dari investor asing.

Kepala Riset Retail BNI Sekuritas, Fanny Suherman, mengatakan bahwa secara teknis indeks komposit berpotensi kembali mengalami penurunan hari ini.

Karena dalam perdagangan sebelumnya, IHSG berakhir melemah sebesar 0,32% yang diiringi oleh aksi jual asing sebesar Rp2,01 triliun, terutama pada saham-sahambig caps seperti BBCA, BMRI, dan BBRI.

"Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi mengalami koreksi pada hari ini setelah gagal melewati angka 7.250. Kami memprediksi rentang support berada di kisaran 6.900–7.000, sedangkan resistance berada di level 7.200–7.250," kata Fanny dalam laporan risetnya, Selasa (28/4/2026).

Selain aspek teknis, pelaku pasar saat ini sedang dalam kondisiwait and seemenantikan hasil pertemuan komite pasar terbuka federal (FOMC). sikap waspada ini dipicu oleh ketidakpastian negosiasi geopolitik antara AS dan Iran yang kembali memburuk.

Meskipun pasar Wall Street bergerak tidak stabil, S&P 500 dan Nasdaq mencatatkan rekor tertinggi, namun kenaikan tersebut dibatasi oleh meningkatnya ketegangan di Selat Hormuz.

Fanny menyampaikan bahwa Presiden Amerika Serikat Donald Trump baru-baru ini membatalkan pengiriman utusan khusus terkait gencatan senjata, dan memilih jalur komunikasi melalui panggilan telepon langsung, yang semakin memperparah ketidakpastian di pasar global.

DisclaimerBerita ini tidak dimaksudkan untuk mendorong pembelian atau penjualan saham. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan pembaca. Kami tidak bertanggung jawab atas kerugian atau keuntungan yang muncul dari keputusan investasi yang dibuat oleh pembaca.

Komentar

Tampilkan