Iklan

Denpom XVI/3 Kendari Periksa Prajurit TNI Diduga Selingkuh dengan Bhayangkari

Sunday, April 26, 2026, 12:23 PM WIB Last Updated 2026-04-25T23:23:40Z
 

- Isu perselingkuhan yang melibatkan seorang anggota TNI dengan anggota Bhayangkari atau istri polisi di wilayah Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), sedang ditangani oleh Detasmen Polisi Militer (Denpom) XVI/3 Kendari. TNI AD menegaskan akan mengambil tindakan tegas terhadap setiap personel yang terbukti bersalah.

Kepala Dinas Penerangan TNI AD (Kadispenad) Brigjen TNI Donny Pramono menegaskan hal tersebut. Ia menyampaikan bahwa setiap pelanggaran yang dilakukan oleh anggota militer, khususnya yang berkaitan dengan disiplin dan norma, akan ditangani secara tegas sesuai peraturan yang berlaku di lingkungan TNI.

"Menanggapi berita yang beredar mengenai dugaan perselingkuhan yang melibatkan seorang anggota TNI AD di Kota Kendari, kami menyampaikan bahwa TNI AD telah menerima informasi tersebut dan saat ini sedang melakukan penyelidikan melalui unsur Polisi Militer," ujarnya dilansir pada Senin (20/4).

Berdasarkan informasi awal, Donny menyatakan bahwa kejadian yang viral di media sosial memang benar terjadi. Seorang prajurit dengan inisial Pratu DC dari satuan Kodim 1430/Konawe Utara telah ditahan oleh Denpom XIV/3 Kendari untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

"Perlu ditekankan bahwa kejadian ini adalah masalah pribadi dari pihak terkait dan tidak berkaitan dengan pelaksanaan tugas dinas," tambahnya.

Donny mengatakan, saat ini Pratu DC masih dalam proses pemeriksaan. Tindakan tersebut dilakukan guna memahami secara menyeluruh rangkaian kejadian dan fakta yang terjadi. Ia menegaskan, proses ini dilaksanakan secara objektif dan sesuai dengan peraturan hukum yang berlaku, sambil tetap menjunjung tinggi profesionalisme.

"Kami mengajak masyarakat untuk menghadapi informasi yang beredar dengan bijak dan tidak menyamaratakan tindakan individu prajurit sebagai representasi keseluruhan institusi, karena TNI AD secara konsisten meneguhkan komitmennya dalam menjaga profesionalisme, integritas, dan martabat setiap anggotanya," ujarnya.

Sebelumnya dilaporkan, sebuah video viral menyebar luas di media sosial pada hari Sabtu (18/4). Dalam video tersebut, terlihat seorang perempuan dibawa keluar dari kamar penginapan. Berdasarkan informasi yang diunggah oleh akun Instagram @infokomando.official, yang bersangkutan diduga merupakan seorang Bhayangkari. Suaminya, seorang petugas kepolisian dan TNI, menemukan perempuan tersebut sedang menginap bersama oknum prajurit TNI.

Sampai berita ini ditulis, video tersebut telah dilihat oleh lebih dari 205 ribu pengguna Instagram. Selain itu, video tersebut telah di-likes oleh lebih dari 5 ribu pemilik akun Instagram dan mendapat 358 komentar. Dari unggahan yang sama, diketahui bahwa kejadian dalam video tersebut terjadi pada malam Jumat (17/4) di wilayah Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra).

"Seorang istri anggota Bhayangkari ketahuan berduaan dengan seorang prajurit TNI di kamar kos di Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara," tulis akun tersebut.

Dari sumber yang sama, disampaikan bahwa Bhayangkari memiliki inisial TR. Ia ketahuan berduaan dengan seorang anggota militer di salah satu penginapan atau tempat kos yang berada di Kota Kendari. Ketika ditemukan oleh warga, suami TR turut hadir. Ia datang bersama petugas kepolisian dan aparat TNI. Anggota militer yang tertangkap basah tersebut tidak bisa membantah.

"Anggota TNI dengan inisial Pratu WI tidak bisa bergerak saat ditangkap," lanjut akun tersebut.

Setelah penggerebekan, TR terlihat keluar dari kamar bersama seorang wanita. Ia tampak marah karena ada orang yang merekam kejadian penggerebekan tersebut. Selanjutnya, anggota militer tersebut dikabarkan dibawa oleh petugas dari Detasmen Polisi Militer (Denpom) XIV/3 Kendari untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Dalam unggahan tersebut, banyak netizen memberikan komentar.

"Hasrat sesaat merusak masa depanmu, memutus kariermu, dan membunuh orang-orang yang kamu cintai di sekitarmu," tulis pengguna akun @fayyadh83arrahman.

Komentar

Tampilkan