Iklan

Beberapa Orang Percaya Minyak Kayu Putih Tingkatkan Oktan Pertalite, Ini Penjelasan Ilmiahnya

Friday, April 17, 2026, 1:11 AM WIB Last Updated 2026-04-17T12:43:42Z

- Beberapa orang menganggap bahwa mencampurkan minyak kayu putih ke dalam tangki bahan bakar dapat meningkatkan kadar oktan Pertalite.

Secara ilmiah, pendapat tersebut tidak disangkal oleh para ahli.

Dosen Teknik Mesin Institut Teknologi Bandung (ITB), Tri Yuswidjajanto Zaenuri mengatakan bahwa minyak kayu putih yang dicampur dengan Pertalite memang mampu meningkatkan angka oktan.

Namun, lanjut Tri, peningkatan kadar oktan tersebut tidak signifikan.

"Mungkin hanya dua poin, dari Pertalite RON 90 ke RON 92," ujar Tri beberapa waktu lalu dilansir dari Kompas.com.

Meskipun minyak kayu putih berpotensi meningkatkan angka oktan Pertalite, Tri tetap tidak menyarankan untuk mengcampurnya karena dapat menyebabkan dampak buruk pada mesin kendaraan.

Ia menjelaskan bahwa campuran Pertalite dengan minyak kayu putih justru berbahaya karena dapat menyebabkan endapan di ruang bakar yang berpotensi merusak komponen mesin.

"Depositnya rentan sehingga ikut terbawa keluar bersama gas buang. Akibatnya menyebabkan kotoran atau menghambat catalytic converter," ujar Tri.

Selain itu, terdapat risiko lain yaitu konverter katalitik atau knalpot dapat mengalami kerusakan dan perlu diganti.

"Jika deposit berada di ruang bakar yang rapuh dan terlepas, lalu terselip di antara katup dan dudukannya, maka mesin akan mati akibat kehilangan tekanan kompresi," jelas Tri.

Selain itu, sifat minyak atsiri yang agak kental atau tidak licin dapat mengurangi kemampuan bahan bakar untuk melumasi bagian mesin, sehingga meningkatkan potensi kerusakan.

"Sehingga komponen mesin yang dilumasi bahan bakar akan lebih cepat rusak," kata Tri.

Di sisi lain, Dosen Teknik Mesin Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Jayan Sentanuhady menyampaikan bahwa penggunaan minyak kayu putih sebagai bahan campuran Pertalite berkaitan dengan cara kerja surfaktan.

Bahan aktif permukaan adalah cairan yang mampu meningkatkan sifat fisik dari proses injeksi, misalnya dengan mengurangi tegangan permukaan dan viskositas.

"Menurut saya penelitian ini tidak ada yang salah. Penelitian ini sah-sah saja karena dia melakukan penelitian. Hanya saja masyarakat jangan terlalu terburu-buru merespons penelitian ini," katanya dilansir dari Kompas.com.

Meskipun demikian, Jayan menegaskan bahwa penggabungan minyak kayu putih dengan Pertalite masih memerlukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui dampaknya terhadap mesin.

"Saya tidak tahu apakah aman atau tidak. Tapi kita kembali pada rekomendasi dari pabrikan. Menurut saya, masyarakat sebaiknya tidak melakukan tindakan-tindakan yang tidak disarankan oleh pabrikan," ujar Jayan.

Ia juga menyampaikan bahwa produsen telah melakukan penelitian dalam jangka waktu yang panjang.

Dampak yang muncul tidak hanya dirasakan saat ini, misalnya peningkatan kinerja, tetapi juga memiliki pengaruh jangka panjang yang belum sepenuhnya diketahui.

Komentar

Tampilkan