Iklan

Aksi Massa Baju Hitam Rusak Fasilitas, Polda Jabar Tangkap Pelaku Kericuhan May Day

Sunday, May 3, 2026, 1:04 PM WIB Last Updated 2026-05-02T23:28:47Z
 

–Kepala Kepolisian Daerah Jawa Barat (Jabar) Irjen Pol Rudi Setiawan menyampaikan adanya kelompok massa yang mengenakan pakaian serba hitam melakukan tindakan kerusakan. Kelompok tersebut juga melakukan pembakaran terhadap fasilitas umum di Kota Bandung, saat perayaan Hari Buruh Internasional atau May Day 2026.

"Kami melihat ada orang-orang asing mengenakan pakaian gelap dan menutup wajah membawa molotov serta merusak fasilitas umum sambil melakukan pembakaran," ujar Rudi sebagaimana dilaporkan dariAntara di Kota Bandung.

Rudi mengatakan, tidak ada rencana terkait aksi buruh di Bandung maupun Jawa Barat dalam perayaan May Day tahun ini. Aksi yang sebelumnya berlangsung di depan Gedung DPRD Jabar dan kawasan Jatinangor hanya dilakukan oleh mahasiswa dan telah selesai sekitar pukul 17.00 WIB.

Menurutnya, tindakan perusakan tersebut mencakup pembakaran bendera, kerusakan lampu lalu lintas, fasilitas CCTV pemerintah, videotron serta pos polisi di kawasan Tamansari, Kota Bandung. Kelompok tersebut sempat melakukan pemeriksaan terhadap pengguna jalan yang menimbulkan rasa takut di kalangan masyarakat.

"Kami bersama pemerintah daerah dan Kodam III Siliwangi hadir langsung guna menjaga keamanan bagi masyarakat. Kami akan menindak tegas, karena tindakan mereka sudah masuk dalam kategori kriminal dan mengancam keselamatan petugas serta warga lainnya," tegas Rudi Setiawan.

Ia menyatakan bahwa aparat telah berusaha meminta massa untuk membubarkan diri, tetapi tidak dihiraukan sehingga tindakan perusakan terus berlangsung.

"Sangat berbahaya tindakan yang mereka lakukan hingga melakukan pemeriksaan terhadap masyarakat pengguna jalan. Jelas, ini adalah kelompok kriminal," ujar Rudi Setiawan.

Rudi mengatakan bahwa Polda Jabar telah menahan beberapa pelaku yang terlibat dalam aksi perusakan tersebut dan akan menindaklanjutinya sesuai dengan hukum yang berlaku.

"Kami telah menahan beberapa tersangka. Ini merupakan tindakan pidana dan akan kami proses. Kami juga terus melakukan pengawasan agar situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap aman serta kondusif," ujar Rudi Setiawan.

Kapolda menyatakan, penangkapan dilakukan sebagai bagian dari penerapan hukum terhadap individu-individu yang diduga terlibat dalam kejadian tersebut.

"Ada yang ditangkap. Ya, kami belum bisa memberikan informasi mengenai siapa saja yang ditahan, barang bukti, serta tindakan lainnya," ujar Rudi.

Rudi menyatakan bahwa aparat telah memiliki beberapa bukti awal yang menunjukkan keterlibatan para tersangka, yang akan menjadi dasar untuk proses hukum berikutnya.

Menurutnya, kelompok yang mengenakan pakaian serba hitam yang terlibat dalam keributan itu tidak terkait dengan penyampaian aspirasi. Namun, hanya melakukan tindakan perusakan yang berujung pada tindak pidana.

"Ini merupakan tindakan kriminal dan kami memiliki kewajiban untuk menjaga keamanan masyarakat," kata Rudi Setiawan.

Kapolda menambahkan bahwa pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait latar belakang dan tujuan kelompok yang terlibat dalam keributan tersebut. "Kami masih menyelidiki motifnya. Yang jelas ini bukan tindakan penyampaian pendapat, melainkan ada tindakan perusakan," ujar Rudi.

Komentar

Tampilkan