Ringkasan Berita:
- Tema renungan Katolik pada hari Rabu ialah "meski belum sepenuhnya memahami, kita tetap memilih untuk beriman".
- Renungan Katolik pada hari Rabu tersedia di bagian akhir artikel ini.
- Renungan Katolik pada hari Rabu minggu Kelima Pra-Paskah tahun A, hari raya kabar gembira Maria menerima berita dari Malaikat Gabriel, dengan warna liturgi putih.
Oleh: Pastor John Lewar SVD
, MAUMERE -Mari kita ikuti renungan Katolik pada hari Rabu, 25 Maret 2026.
Tema renungan Katolik pada hari Rabu ialah "meski tidak sepenuhnya memahami, kita tetap memilih untuk beriman".
Renungan Katolik pada hari Rabu terdapat di bagian akhir artikel ini.
Renungan Katolik pada hari Rabu Pekan V Pra-Paskah Tahun A, perayaan kabar gembira Maria menerima berita dari Malaikat Gabriel, dengan warna liturgi putih.
Berikut adalah bacaan liturgi Katolik untuk hari Rabu, 25 Maret 2026:
Bacaan Pertama Yesaya 7:10-14;8:10
Seorang wanita muda akan hamil.
Tuhan berkata kepada Raja Ahas, "Minta sebuah tanda dari Tuhan, Allahmu, baik itu sesuatu yang berada di tempat terdalam orang mati, maupun sesuatu yang ada di tempat tertinggi di langit."
Namun Ahas menjawab, "Aku tidak ingin meminta! Aku tidak ingin menguji Tuhan!" Kemudian berkata Nabi Yesaya, "Baiklah! Dengarkanlah, hai keluarga Daud! Belum cukupkah kamu membuat orang lelah, hingga kamu juga membuat Allahku lelah?"
Oleh karena itu, Tuhan sendiri akan memberikan tanda: Sesungguhnya, seorang perempuan muda akan hamil dan melahirkan seorang putra, dan dia akan menamainya Imanuel, yang berarti: Allah beserta kita.
Demikianlah Sabda Tuhan.
U. Syukur Kepada Allah.
Mazmur Tanggapan Mzm 40:7-8a.8b-9.10.11
Rujukan. Ya Tuhan, aku datang untuk menjalankan kehendak-Mu.
Persembahan dan korban tidak Kaukehendaki, tetapi Engkau telah membuka telingaku; api korban dan korban pengganti tidak Kauharuskan, lalu aku berkata, "Lihatlah, Tuhan, aku datang!"
Di dalam kitab yang digulungkan tertulis mengenai diriku: "Aku gembira melaksanakan kehendak-Mu, ya Tuhan; hukum-Mu berada di dalam hatiku."
Aku menyampaikan keadilan di tengah jemaat yang luas, mulutku tidak bisa diam; Engkau mengetahui hal itu, ya Tuhan.
Keadilan-Mu tidak kusembunyikan di dalam hatiku, kesetiaan dan keselamatan-Mu kujelaskan, kasih serta kebenaran-Mu tidak kutinggalkan, melainkan kuperdengarkan kepada jemaat yang luas.
Bacaan Kedua Ibrani 10:4-10
Lihatlah, Aku datang untuk menjalankan kehendak-Mu.
Kakak-adik, tidak mungkin darah lembu jantan atau darah domba jantan menghilangkan dosa. Oleh karena itu, ketika Yesus datang ke dunia, Ia berkata, "Persembahan dan kurban tidak Kau inginkan."
Sebaliknya, Engkau telah memberikan tubuh bagi-Ku. Kurbanku yang dibakar dan kurban penghapus dosa pun tidak Engkau sukai. Maka Aku berkata: Lihatlah, Aku datang untuk melakukan kehendak-Mu, ya Allahku.
Maka Ia berkata, "Engkau tidak menginginkan persembahan dan kurban; Engkau tidak menyukai korban bakaran serta kurban penghapus dosa meskipun dipersembahkan sesuai dengan hukum Taurat.
Lalu Ia berkata, "Perhatikan, Aku datang untuk menjalankan kehendak-Mu." Oleh karena itu, yang pertama telah dihapuskan agar yang kedua dapat ditegakkan. Dan karena kehendak-Nya inilah kita telah dijadikan kudus selamanya melalui persembahan tubuh Yesus Kristus.
Demikianlah Sabda Tuhan.
U. Syukur Kepada Allah.
Ayat Pembuka Injil Yohanes 1:14ab
Terpujilah Yesus Kristus, Tuhan dan Raja yang mulia serta abadi.
Yesus telah menjadi manusia, dan tinggal di tengah-tengah kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya.
Bacaan Injil Lukas 1:26-38
Kamu akan hamil dan melahirkan seorang bayi laki-laki.
Pada bulan keenam, Tuhan mengirim Malaikat Gabriel ke sebuah kota di Galilea yang disebut Nazaret, kepada seorang perawan yang telah dilamar oleh seorang bernama Yusuf dari keturunan Daud; namanya adalah Maria.
Saat memasuki rumah Maria, malaikat mengucapkan, "Halo, engkau yang diberkati, Tuhan menyertaimu." Maria kaget mendengar ucapan itu, lalu bertanya dalam hatinya, apa maksud dari salam tersebut.
Malaikat berkata kepadanya, "Jangan takut, hai Maria, karena engkau telah mendapatkan kasih karunia di hadapan Tuhan. Sesungguhnya engkau akan mengandung dan melahirkan seorang putra, serta hendaklah engkau menamainya Yesus."
Ia akan menjadi besar dan disebut Anak Allah Yang Paling Tinggi. Dan Tuhan Allah akan memberikan kepada-Nya tahta Daud, leluhur-Nya. Ia akan menjadi raja atas keturunan Yakub selamanya, dan kerajaan-Nya tidak akan pernah berakhir.
Perkataan Maria kepada malaikat, "Bagaimana hal ini bisa terjadi, karena aku belum menikah?" Jawab malaikat itu, "Roh Kudus akan turun kepadamu, dan kuasa Tuhan Yang Mahatinggi akan melindungi engkau; maka anak yang akan engkau berikan itu akan disebut suci, Anak Allah."
Dan sesungguhnya, Elisabet, kerabatmu itu, sedang mengandung seorang anak laki-laki di usia tuanya, dan ini adalah bulan keenam baginya yang dianggap mandul.
Karena bagi Allah, tidak ada yang mustahil." Maka kata Maria, "Sesungguhnya aku adalah hamba Tuhan; semoga terjadi kepadaku sesuai dengan perkataanmu." Kemudian malaikat itu pergi meninggalkannya.
Demikianlah Injil Tuhan.
U. Terpujilah Kristus.
Renungan Harian Katolik
Walaupun belum sepenuhnya memahami, kita tetap memutuskan untuk percaya
Hari ini kita merayakan suatu rahasia yang tenang namun mengubah seluruh sejarah umat manusia: ketika Tuhan memilih untuk masuk ke dalam kehidupan manusia, bukan dengan kekuatan yang menggoncang dunia, melainkan melalui kerelaan hati seorang perempuan biasa, Maria.
Nabi Yesaya (Yes. 7:10-14; 8:10) menceritakan bahwa Raja Ahas memiliki hati yang tertutup. Ia tampak beriman dengan menyatakan tidak ingin menguji Tuhan, namun pada kenyataannya ia tidak benar-benar percaya. Ia lebih memilih mengandalkan perhitungan manusia daripada menerima rencana Tuhan.
Dan di sanalah sering kali kita merasa sendirian. Kita mengatakan percaya, namun ketika Tuhan benar-benar ingin bekerja dalam kehidupan kita, kita justru mundur, ragu, bahkan menutup diri.
Namun, Tuhan tidak berhenti. Ia terus memberikan tanda: seorang wanita muda akan melahirkan, dan anak tersebut dinamai Immanuel, yang berarti "Allah beserta kita". Ini bukan hanya sebuah nubuat, tetapi juga janji bahwa Tuhan tidak jauh dari kita. Ia masuk ke dalam kesulitan hidup manusia, ke dalam kecemasan, ketakutan, dan ketidakpastian kita.
Surat kepada orang Ibrani (10:4-10) menyatakan bahwa yang diinginkan Tuhan bukan hanya upacara atau tindakan fisik, melainkan ketaatan dari hati. Yesus datang bukan membawa persembahan yang kosong, tetapi memberikan dirinya sepenuhnya: "Aku datang untuk melakukan kehendak-Mu."
Berikut adalah beberapa variasi dari teks tersebut: 1. Inti dari kehidupan iman bukanlah sekadar melakukan banyak hal bagi Tuhan, melainkan benar-benar menyerahkan segala sesuatu sesuai dengan keinginan-Nya. 2. Hidup beriman tidak terletak pada seberapa banyak kita melakukan sesuatu untuk Tuhan, tetapi pada kesungguhan kita dalam menyerahkan diri sesuai dengan kehendak-Nya. 3. Inti dari iman adalah bukan tentang melakukan banyak hal untuk Tuhan, melainkan benar-benar menyerahkan hidup kita sesuai dengan keinginan-Nya. 4. Kehidupan iman yang sejati tidak diukur dari tindakan kita kepada Tuhan, tetapi dari kesediaan kita untuk menyerahkan hidup sesuai dengan kehendak-Nya. 5. Inti dari iman ialah bukan hanya melakukan banyak hal untuk Tuhan, tetapi sungguh-sungguh menyerahkan hidup kita sesuai dengan kehendak-Nya.
Dan kitab Injil Lukas (1:26-38) mengajak kita menyaksikan momen yang sangat manusiawi. Maria juga merasa kaget, bingung, dan bertanya, "Bagaimana mungkin?" Hal ini penting: iman tidak menghilangkan pertanyaan atau rasa takut.
Maria juga mengalaminya. Namun ia tidak berhenti di sana. Ia membuka hatinya, mendengarkan, dan akhirnya berkata, "Terjadi padaku sesuai dengan perkataan-Mu." Inilah keindahan iman: bukan pada keyakinan sempurna dari awal, tetapi pada keberanian untuk tetap percaya meskipun ada ketidakjelasan.
Di tengah kehidupan kita saat ini, kita juga sering berada di "Nazaret" masing-masing—suatu tempat yang sederhana, rutinitas yang biasa, serta tantangan yang mungkin tidak terlihat oleh orang lain. Kita memiliki rencana sendiri, impian sendiri, dan tiba-tiba Tuhan "mengganggu" segalanya dengan caranya.
Mungkin melalui kejadian yang tidak kita rencanakan, tanggung jawab yang baru, atau bahkan tantangan yang tidak kita harapkan.
Bukan masalah apakah kita memahami segalanya. Yang menjadi pertanyaan adalah: apakah kita bersedia percaya bahwa Tuhan tetap hadir dan bekerja, meskipun kehidupan tidak berjalan sesuai dengan apa yang kita rencanakan?
Maria menyampaikan bahwa menyerahkan diri kepada Tuhan tidak berarti kehidupan menjadi lebih ringan, melainkan menjadi penuh makna. Karena ketika kita mengatakan "ya" kepada Tuhan, kita memberi ruang bagi kasih-Nya untuk bekerja tidak hanya dalam hidup kita, tetapi juga melalui kita bagi sesama.
Hari ini kita diajak untuk jujur mengamati hati kita. Apakah kita seperti Ahas yang menjaga jarak dengan alasan-alasan yang terdengar baik? Atau kita berani seperti Maria, yang meskipun belum sepenuhnya memahami, tetap memilih untuk percaya?
Pada akhirnya, iman bukanlah tentang memahami segala sesuatu, melainkan menyerahkan segalanya kepada Tuhan yang kesetiaannya tidak pernah berubah.
Doa:
Tuhan, ajarkan kami untuk berani mengatakan "ya" seperti Maria dalam kehidupan sehari-hari kami. Ketika rencana kami berubah, berikan keteguhan hati kepada kami agar tetap percaya. Dalam keraguan dan ketakutan, bimbinglah kami agar setia pada kehendak-Mu, sehingga hidup kami menjadi berkat nyata bagi sesama di tengah dunia yang terus berubah ini. Amin.
Sahabatku yang sangat kusayangi, selamat Hari Raya Kebahagiaan. Doa dan berkat senantiasa menyertaimu serta keluargamu, di mana pun kalian berada: dalam nama Bapa, Putra, dan Roh Kudus. Amin. (Sumber the katolik.com/kgg).
Berita Lainnya di Berita Google