Ringkasan Berita:
- Yusuf Rio Wahyu Prayogo adalah Bupati Situbondo yang viral karena video panggilan videonya dengan LC
- Yusuf Rio Wahyu Prayogo berjanji akan memberikan pekerjaan selama wanita tersebut berhenti menjadi LC.
- Yusuf Rio Wahyu Prayogo ternyata pernah menjabat sebagai ketua BEM saat menempuh pendidikan perguruan tinggi.
- Belakangan ini perhatian terhadap kepala daerah memang sangat besar.
Baik dari segi kebijakan maupun isu yang muncul.
Banyak kepala daerah yang tertangkap dalam operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Di tengah maraknya isu negatif terkait pejabat daerah di Indonesia, sosok Yusuf Rio Wahyu Prayogo muncul dan menarik perhatian masyarakat.
Ia menjabat sebagai Bupati Situbondo di Provinsi Jawa Timur.
Laki-laki yang akrab dipanggil Rio menjadi topik pembicaraan setelah melakukan panggilan video dengan seorang penyanyi atau pemandu lagu (LC).
Rio kemudian meyakinkan perempuan itu agar berhenti menjadi LC.
Bukan hanya memerintahkan, ia juga menawarkan pekerjaan kepada perempuan tersebut.
Sikap melindungi seluruh lapisan masyarakat yang ditunjukkan Rio mendapatkan apresiasi dari pengguna internet.
Banyak orang memperhatikan latar belakangnya sebelum menjabat sebagai bupati. Bagaimana kondisinya?
Bupati Video Call LC
Bupati Situbondo, Jawa Timur, Yusuf Rio Wahyu Prayogo kini tengah menjadi topik pembicaraan.
Ia menjadi viral setelah melakukan panggilan video bersama seorang wanita pemandu lagu yang dikenal sebagai Ladies Companion (LC) dan diunggah di akun TikTok @masrio.bupatiku1.
Awalnya, perempuan LC mengeluhkan tempat kerjanya ditutup selama bulan puasa Ramadan.
"Pak Rio, kapan kafe Situbondo dibuka? Karena LC, para janda tidak bekerja sama sama sekali, pak," katanya, dikutip Senin (23/3/2026).
"Kamu dari mana?," tanya Bupati Rio.
"Perwakilan LC saya Tuan Panjikidul," jawab perempuan itu.
Bupati Rio pada kesempatan tersebut menyarankan untuk mencari pekerjaan lain.
Tidak sampai di situ, dia berjanji akan mencari pekerjaan yang lebih baik.
Dari video call tersebut diketahui, wanita itu memiliki 50 teman yang berprofesi sama, yaitu LC.
"Sudah berhenti saja menjadi LC. Cari pekerjaan lain saja. Saya akan mencarikan pekerjaan. Yang jelas kamu harus berjanji untuk berhenti," ujar Bupati Rio.
Menerima tawaran, wanita LC ini tampak bahagia.
"Siap (berhenti)," katanya.
Tindakan Bupati Rio mendapat apresiasi dari netizen.
Ia dianggap menerima seluruh komponen masyarakat tanpa memandang latar belakangnya.
"Beber" pemimpin yang diharapkan rakyat, dari berbagai kalangan tetap diakui, semoga Pak Bupati selalu sehat, bersyukur menjadi warga Situbondo," tulis akun @imammuslim.
"Ini baru benar tidak menghakimi tapi mencari solusi untuk mereka agar bisa mendapatkan pekerjaan yang lebih baik," komentar @HEFNI.
Sementara hingga hari Senin, video tersebut telah dilihat lebih dari 1,4 juta kali.
Profil Yusuf Rio Wahyu Prayogo
Dikutip dari web.situbondokab.go.id, laki-laki dengan nama lengkap Yusuf Rio Wahyu Prayogo, S.Sos., M.SM., lahir di Situbondo pada tanggal 30 Maret 1984.
Ia adalah figur pemimpin wilayah yang berkembang dan berkembang pesat dari lingkungan kecil di kampung halamannya.
Sebagai seorang pria yang memeluk agama Islam, perjalanan hidupnya menunjukkan konsistensi dalam menempuh pendidikan, berpartisipasi dalam organisasi, hingga berkarya di bidang profesional.
Pendidikan dasarnya dimulai di Sekolah Dasar Negeri 2 Dawuhan Situbondo, kemudian dilanjutkan ke Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Situbondo dan Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Situbondo.
Sejak masa belajar, ia terkenal giat dan memiliki minat pada kepemimpinan.
Hal ini semakin terlihat ketika ia melanjutkan pendidikannya di Universitas Jember, tempat ia memperoleh gelar sarjana.
Lingkungan kampus menjadi faktor utama dalam membentuk kepribadian dan cara berpikir mahasiswa.
Selama masa studinya, Yusuf Rio tidak hanya memperhatikan bidang akademik, tetapi juga giat terlibat dalam kegiatan organisasi mahasiswa.
Ia pernah menjabat sebagai Ketua Umum Badan Eksekutif Mahasiswa FISIP Universitas Jember pada masa 2007–2008, lalu diamanahkan memimpin Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Jember pada tahun 2008–2009.
Pengalaman ini menjadi modal berharga untuk mengasah kemampuan kepemimpinan, komunikasi, serta pengambilan keputusan.
Setelah menyelesaikan studinya, ia memasuki dunia kerja dengan berbagai posisi penting.
Ia pernah menjabat sebagai Direktur di PT. Sumber Arthayasa Bersama, serta sebagai CEO dari Politika Research & Consulting.
Selain itu, semangat wirausaha yang dimilikinya tampak dari kepemilikan beberapa bisnis, seperti My Way Coffee dan DKN Company.
Pengalaman dalam dunia bisnis ini memberinya wawasan yang mendalam mengenai pengelolaan, ekonomi, serta pergerakan masyarakat.
Dalam bidang organisasi, partisipasinya tetap berlangsung.
Ia menjabat sebagai pengelola Lembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama Jakarta Selatan sejak tahun 2021 hingga kini, serta terdaftar sebagai anggota Dewan Pendiri Yayasan Mara Marda Institute sejak tahun 2020.
Pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024, Rio berlaga bersama Ulfiyah.
Pasangan calon dengan nomor urut 1 berhadapan dengan petahana Karna Suswandi-Nyai Khoirani.
Dilaporkan dari data KPU, berikut hasil suara sah:
- Yusuf Rio Wahyu Prayogo-Ulfiyah mendapatkan jumlah suara terbanyak yaitu 202.479 suara.
- Karna Suswandi-Nyai Khoirani memperoleh 188.782 suara.
Harta Kekayaan
Rio memiliki kekayaan yang mencapai Rp.3.035.000.000.
Jumlah tersebut dia laporkan dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) pada 13 Agustus 2024.
Berikut rincian lengkapnya:
Tanah dan Bangunan sebesar Rp. 3.470.000.000
1. Tanah dan bangunan seluas 135 m2/50 m2 di Kabupaten/Kota Jember, hasil sendiri dengan harga Rp. 520.000.000
2. Lahan Seluas 90 Meter Persegi di Kabupaten/Kota Jember, Harga Sendiri Rp. 400.000.000
3. Tanah dan bangunan seluas 197 m2/70 m2 di Kabupaten/Kota Jember, hasil sendiri dengan harga Rp. 550.000.000
4. Tanah dan bangunan seluas 128 m2/200 m2 di Kabupaten/Kota Bogor, harga sendiri Rp. 2.000.000.000
Kendaraan dan Mesin Rp. 420.000.000
1. Kendaraan, Toyota Zenix Tahun 2023, Hasil Karya Sendiri Rp. 400.000.000
2. Sepeda motor, Yamaha Filano tahun 2023, harga sendiri sebesar Rp. 20.000.000
C. Aset Lainnya Sebesar Rp. 31.000.000
D. Surat Utang Senilai Rp650.000.000
E. Kas dan Setara Kas Rp150.000.000
F. Harta Lainnya Rp. ----
Sub Total Rp. 4.721.000.000
Iii. Utang Rp. 1.686.000.000
IV. Jumlah Kekayaan (II-III) Rp. 3.035.000.000
()(Tribunnews.com/Endra)