Iklan

Jajan Sembarangan Bisa Kuatkan Imun Anak? Ini Penjelasan Dokter

Friday, March 27, 2026, 11:13 PM WIB Last Updated 2026-03-27T09:55:45Z

- Lingkungan yang terlalu bersih tidak selalu ideal bagi perkembangan sistem kekebalan tubuh anak. Kontak dengan alam dan paparan berbagai jenis mikroba pada masa awal kehidupan biasanya membantu memperkuat sistem imun.

Meskipun demikian, dokter spesialis anak Susanti Himawan menyatakan bahwa membiarkan anak terpapar berbagai jenis mikroba tidak berarti memiliki kebersihan yang buruk.

"Menyentuh berbagai mikrobiota sangat bermanfaat bagi perkembangan sistem imun setiap anak. Namun, hal itu tidak sama dengan kebersihan yang buruk," ujar dr. Susanti dalam wawancara virtual pada Rabu (28/1/2026).

Berdasarkan pendapat dokter anak dari RS Primaya Kelapa Gading, paparan terhadap mikrobiota dan antigen yang dimaksud merujuk pada bakteri serta benda-benda lingkungan sehari-hari, seperti bermain di tanah, berinteraksi dengan hewan peliharaan, atau bermain di taman.

Kegiatan semacam ini dinilai cukup mampu membantu tubuh mengenali berbagai antigen sehingga produksi antibodi menjadi lebih efisien.

Keanekaragaman mikroba berperan dalam mengontrol respons sistem imun serta mengurangi kemungkinan terkena alergi, eksim, dan asma.

Makanan dari warung tidak selalu jelek

Mengenai pola makan, menurut dr.Susanti, kebersihan dan kelayakan pangan tetap harus menjadi perhatian utama. Ia mengatakan, makanan dari warung atau pedagang keliling boleh dikonsumsi oleh anak-anak selama makanan tersebut memiliki gizi yang cukup, disajikan secara higienis, serta tidak mengandung bahan berisiko.

"Maka, menampilkan mikrobiota memang bagus. Namun, hal itu tidak sama dengan kebersihan yang buruk. Kebersihan tetap perlu dijaga," kata dr. Susanti.

Di sisi lain, konsumsi camilan ringan seperti keripik atau makanan dalam kemasan di toko kelontong, serta minuman yang mengandung gula tinggi, sebaiknya dibatasi.

"Mungkin mengandung bahan pengawet, kadar natrium atau garamnya juga tinggi, yang berisiko menyebabkan tekanan darah tinggi pada anak," katanya.

Selain itu, sebaiknya orang tua lebih aktif mempersiapkan camilan sendiri karena bahan yang digunakan serta metode pengolahannya lebih dapat dipastikan kesehatan dan kebersihannya.

"Buatan sendiri kripik tempe jika orang tua rajin. Lalu buah-buahan. Jika ingin lebih repot, misalnya membuat risol dan sebagainya. Itu justru lebih bernutrisi," ujar dr. Susanti.

Untuk camilan di pinggir jalan seperti telur gulung atau cilok, ia juga menyarankan agar orang tua membuatnya sendiri agar dapat memastikan kesehatan anak.

Ia menyoroti bahwa di tempat jajanan luar, orang tua tidak tahu kondisi minyak yang digunakan atau kemungkinan adanya penambahan bahan lain. Oleh karena itu, memasak di rumah dianggap lebih aman sebagai tindakan pencegahan.

"Jika masakan sendiri, kita tahu bahan yang digunakan, kualitasnya, dan cara pembuatannya. Masih lebih baik jika orang tua memasak sendiri di rumah," tambah dr. Susanti.

Komentar

Tampilkan