Iklan

Dolar AS Tertekan Jelang Negosiasi AS-Iran

Saturday, March 28, 2026, 12:33 AM WIB Last Updated 2026-03-28T01:15:26Z

.CO.ID - JAKARTA.Indeks dolar mengalami penurunan terbaru di sekitar 99,1 pada hari Rabu (25/3). Indeks dolar tetap tertekan meskipun ada laporan bahwa Amerika Serikat sedang berupaya melakukan negosiasi dengan Iran guna mengakhiri perselisihan.

Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, menyatakan bahwa Iran telah memberikan tanda-tanda keinginan baik dalam pembicaraan yang berkaitan dengan aliran energi melalui Selat Hormuz.

Seperti dilaporkan oleh Tradingeconomics, Rabu (25/3), media Israel juga menyatakan bahwa Washington sedang berupaya mencapai gencatan senjata selama sebulan guna mendorong negosiasi. Sementara itu, New York Times melaporkan bahwa Amerika Serikat telah mengirimkan usulan berisi 15 poin kepada Iran untuk menyelesaikan perselisihan tersebut.

Namun, para investor tetap meragukan karena Teheran menyangkal terlibat dalam pembicaraan apa pun dengan Amerika Serikat, sementara negara-negara Teluk menunjukkan kemampuan untuk bergabung dalam perang melawan Iran.

Harga minyak sedikit mengalami penurunan karena perubahan ini, memberikan sedikit rasa tenang bagi pasar yang cemas bahwa kenaikan biaya energi bisa memicu inflasi dan mendorong kenaikan suku bunga.

Di sisi lain, Gubernur Federal Reserve Michael Barr menyatakan bahwa bank sentral mungkin harus mempertahankan tingkat bunga yang tinggi dalam jangka waktu tertentu untuk menangani kenaikan harga.

Komentar

Tampilkan