Madiun, Newsindonesia - Paguyuban Kepala Madrasah Tsanawiyah Swasta Kabupaten Madiun menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) bertajuk "Penguatan Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta dan Pembelajaran Mendalam” di Rumah Makan Tali Roso, Mejayan, Sabtu (6/9/2025).
Acara yang berlangsung sejak pagi hingga sore ini menghadirkan Rofiq Ali Muhsin, S.Pd., M.T. , peneliti utama Insan Cendikia institut Indonesia dan sekjen Forum Guru Indonesia (FGI) sebagai narasumber utama.
Dalam paparannya, Rofiq menekankan bahwa kurikulum berbasis cinta erat kaitannya dengan pendekatan pembelajaran mendalam.
Menurutnya, kurikulum cinta bukan sekadar jargon, melainkan jalan untuk membangun citizenship atau kewargaan aktif di kalangan peserta didik.
Hal ini selaras dengan salah satu dari delapan aspek Profil Pelajar Pancasila, yang menekankan pentingnya karakter kebangsaan yang positif bagi murid Indonesia.
“Kurikulum berbasis cinta menuntun guru untuk menghadirkan pembelajaran yang penuh kasih, menyentuh hati, sekaligus mendalam. Dari sanalah lahir generasi yang cerdas, berkarakter, dan siap menjadi warga negara yang baik,” jelas Rofiq yang dalam keseharian mengajar di SMKN 1 Geger Madiun.
Rofiq mendorong madrasah untuk berani mengintegrasikan pendekatan baru ini ke dalam praktik belajar mengajar. Ia menilai, pendidikan harus menjadi ruang yang tidak hanya mentransfer ilmu, tetapi juga menumbuhkanbcinta, kepedulian, dan makna bagi murid.
Melalui kegiatan ini, Paguyuban Kepala MTs Swasta Kabupaten Madiun berharap seluruh pendidik dapat mengadopsi kurikulum cinta dan pembelajaran mendalam sebagai pondasi dalam mencetak generasi yang tangguh menghadapi masa depan. (Dik_ar)

