Iklan

Tujuan Pakta Pertahanan Turki, Saudi, dan Pakistan Menurut Ankara

Sunday, August 9, 2026, 12:20 PM WIB Last Updated 2026-08-09T00:32:53Z

.CO.ID, ANKARA -- Wakil Presiden Turki Cevdet Ymaz pada hari Sabtu menyatakan bahwa kesepakatan pertahanan Turki dengan Arab Saudi dan Pakistan bukan dimaksudkan untuk menghadapi Iran atau negara mana pun.

"Perjanjian Mekkah mengenai pertahanan bersama tidak dimaksudkan untuk menghadapi Iran atau negara lain. Tujuan perjanjian ini adalah memperkuat keamanan wilayah, pertahanan bersama, dan kemampuan pencegahan," kata Yilmaz dalam wawancara denganCNN Turk.

Turkiye, Arab Saudi, dan Pakistan mengakhiri perjanjian pertahanan tersebut pada Jumat (7/8). Berdasarkan laporan harian Turkiye, perjanjian ini melibatkan kerja sama dalam pertukaran informasi intelijen dan koordinasi keamanan wilayah.

Media tersebut menganggap keikutsertaan Turki dalam kerangka kerja pertahanan strategis antara Arab Saudi dan Pakistan—yang ditandatangani pada tahun 2025—sebagai momen bersejarah yang mungkin mengubah keseimbangan kekuatan di kawasan Timur Tengah.

Perjanjian Pertahanan Bersama Mekah ditandatangani oleh Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman, serta Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif pada acara puncak yang diadakan di Istana Al-Safa.

 

Berdasarkan pernyataan dari Direktorat Komunikasi Turki, kesepakatan tersebut menunjukkan komitmen bersama dari ketiga negara dalam memperkuat keamanan kolektif mereka, yang didasarkan pada hubungan sejarah yang telah lama terjalin, solidaritas Islam, kepentingan strategis bersama, serta kerja sama pertahanan yang kuat.

Berdasarkan data yang diperoleh dari pejabat Turki, perjanjian tersebut merupakan kerja sama yang fokus pada pertahanan, bukan ditujukan kepada negara tertentu, serta dirancang untuk memperkuat komitmen terhadap perdamaian, stabilitas, dan kesejahteraan regional maupun global melalui pembagian tanggung jawab dan pendekatan keamanan bersama.

Komentar

Tampilkan