Iklan

Bersama Mantan Kepala Perpusnas, Natuna Kembangkan Generasi Cinta Buku Melalui Perpustakaan

Thursday, August 20, 2026, 2:34 PM WIB Last Updated 2026-08-20T01:27:27Z
Bersama Mantan Kepala Perpusnas, Natuna Kembangkan Generasi Cinta Buku Melalui Perpustakaan

Jurnalis Tribun Batam, Birri Fikrudin

, NATUNA- Membaca bukanlah sekadar aktivitas yang dilakukan selama mengikuti pendidikan di sekolah.

Setelah menyelesaikan pendidikan resmi, perpustakaan menjadi salah satu tempat yang penting bagi masyarakat dalam terus belajar dan memperluas wawasan.

Hal tersebut mendapat perhatian dari Pemerintah Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), yang terus berupaya memperkuat budaya literasi hingga ke wilayah paling terpencil.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Disperpusip) atau Perpustakaan Idrus M. Tahar Natuna, melalui Sosialisasi dan Advokasi Akreditasi Perpustakaan se-Kabupaten Natuna Tahun 2026 yang diadakan di Kantor Perpustakaan Kabupaten Natuna, Selasa (18/8/2026).

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari kemudian dilanjutkan dengan Pelatihan Teknis Literasi Informasi bagi Perpustakaan, Guru, dan Penggiat Literasi pada tanggal 20 hingga 22 Agustus 2026.

Sebanyak 173 peserta mengikuti rangkaian kegiatan yang melibatkan kepala desa, pengelola perpustakaan, pustakawan, guru serta tokoh-tokoh yang aktif dalam dunia literasi.

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh narasumber utama, yaitu mantan Kepala Perpustakaan Nasional RI pada periode 2016-2023, Muhammad Syarif Bando.

Muhammad Syarif Bando menganggap kehadiran perpustakaan memiliki fungsi yang sangat penting dalam kehidupan masyarakat.

Menurutnya, proses pembelajaran seseorang tidak berakhir setelah menyelesaikan pendidikan resmi.

Lembaga perpustakaan justru bisa menjadi tempat untuk melanjutkan proses pembelajaran mandiri.

"Perpustakaan bersifat umum, di mana seseorang dapat memperoleh ilmu setelah masa pembelajaran selesai," katanya dalam kesempatan tersebut.

Ia bahkan menyebut perpustakaan sebagai tempat terakhir bagi masyarakat yang sudah tidak lagi mengikuti pendidikan formal.

"Tempat terakhir bagi seseorang yang tidak lagi mengikuti pendidikan formal adalah perpustakaan," katanya.

Syarif Bando juga menegaskan perlunya budaya membaca dalam mendukung perkembangan wilayah.

"Sebuah kabupaten yang berhenti membaca, mari menantikan akhir masa. Kehadiran perpustakaan sangat penting," tegasnya.

Ia menyampaikan bahwa kehadirannya di Natuna juga merupakan bagian dari dukungan terhadap program pemerintah dalam meningkatkan pemahaman masyarakat.

"Keberadaan saya di Natuna ini merupakan wujud dukungan terhadap Asta Cita Presiden RI. Kita memiliki komitmen untuk terus meningkatkan pemahaman anak bangsa," katanya.

Kepala Daerah Natuna, Cen Sui Lan, bersama Wakil Bupati, anggota DPRD serta beberapa pimpinan instansi pemerintah hadir dalam acara pembukaan tersebut.

Cen Sui Lan menekankan bahwa perpustakaan tidak boleh hanya berfungsi sebagai tempat menyimpan dan meminjam buku.

Selain itu, perpustakaan perlu menjadi tempat bagi masyarakat dalam memperoleh ilmu pengetahuan serta mengembangkan kebiasaan membaca sejak usia muda.

Menurutnya, kondisi geografis Natuna yang terdiri dari kawasan kepulauan menyebabkan tantangan khusus dalam memperluas akses terhadap literasi.

Oleh karena itu, kehadiran perpustakaan perlu mampu mencapai masyarakat hingga ke daerah terpencil.

"Maka dari itu, perpustakaan kita perlu menyebar ke seluruh penjuru daerah agar anak-anak di sana juga bisa mendapatkan rangsangan untuk membaca. Dan ini merupakan tugas berat bagi kami karena kami menghadapi tantangan geografis yang besar, tetapi hal ini harus kami usahakan," tegas Cen Sui Lan.

Ia menganggap bahwa budaya membaca perlu dimulai dari lingkungan sekitar, baik itu dalam keluarga, sekolah maupun masyarakat.

Menurutnya, kebiasaan membaca yang ditanamkan sejak kecil akan menjadi bekal yang sangat berharga bagi pemuda Natuna.

"Maka hari ini, seluruh peserta yang hadir, marilah kita ajarkan kepada anak-anak kita untuk rajin membaca karena membaca merupakan jalan menuju ilmu," katanya.

Sementara itu, Kepala Disperpusip Natuna Erson Gempa Apriandi memengatakan, rangkaian kegiatan ini diselenggarakan guna memperkuat kualitas pengelolaan perpustakaan di berbagai daerah.

Tidak hanya perpustakaan kabupaten, penguatan juga dilakukan terhadap perpustakaan di tingkat desa, sekolah, dan kecamatan.

Tujuan utamanya adalah menyediakan perpustakaan secara optimal sesuai dengan kondisi wilayah. Dengan kegiatan yang dilakukan hari ini, diharapkan semakin mendekatkan diri kepada masyarakat yang tidak dapat datang ke sini, namun kualitasnya terus meningkat baik di tingkat desa, sekolah maupun kecamatan," ujar Erson.

Ia menyampaikan bahwa peserta juga mendapatkan pembekalan mengenai akreditasi perpustakaan serta penguatan kemampuan dalam mengelola layanan serta membimbing masyarakat maupun siswa.

"Diinginkan oleh peserta pada masa depan mampu meningkatkan kemampuan dalam mengelola, menyampaikan, dan membimbing masyarakat serta peserta didik di lingkungan masing-masing," katanya.

Melalui kegiatan tersebut, kualitas perpustakaan serta budaya literasi masyarakat diharapkan terus meningkat, meskipun daerah ini menghadapi tantangan geografis sebagai wilayah kepulauan.

(/birrifikrudin).

Komentar

Tampilkan