Iklan

Rofiq Bekali Guru SMAN 1 Strategi Menyusun Bank Soal Standar TKA

Wednesday, July 1, 2026, 9:32 PM WIB Last Updated 2026-07-01T14:32:13Z

 


NGAWI, Newsindonesia -- Peningkatan kualitas asesmen menjadi bagian penting dalam upaya menghadirkan pembelajaran yang semakin bermutu. 


Hal tersebut menjadi perhatian Rofiq Ali Muhsin, S.Pd., M.T. saat memberikan materi penyusunan bank soal standar Tes Kemampuan Akademik (TKA), kepada para guru SMA dalam kegiatan In House Training (IHT) Penguatan Komunitas Kolaborasi Akademik dalam Merancang dan Mengimplementasikan Pembelajaran Mendalam dan KKA yang Berpusat pada Murid di SMAN 1 Ngrambe.


Dalam kegiatan tersebut, Rofiq mengajak guru untuk membangun budaya asesmen yang berkualitas. Menurutnya, bank soal bukan sekadar kumpulan pertanyaan, tetapi harus menjadi instrumen yang mampu mengukur kompetensi siswa secara objektif dan mendalam.


“Soal yang baik bukan hanya menguji apakah siswa mampu mengingat materi, tetapi juga bagaimana mereka bernalar, menganalisis, dan menggunakan pengetahuan untuk menyelesaikan persoalan,” ujar Rofiq.



Ia menjelaskan, penyusunan bank soal standar TKA perlu memperhatikan berbagai aspek, mulai dari kesesuaian dengan capaian pembelajaran, indikator kompetensi, tingkat kognitif, hingga karakteristik peserta didik.


“Guru harus mampu menghadirkan asesmen yang selaras dengan tujuan pembelajaran. Ketika soal disusun dengan baik, hasil asesmen dapat menjadi gambaran nyata tentang perkembangan kemampuan siswa sekaligus menjadi dasar perbaikan pembelajaran,” katanya.


Rofiq juga mendorong para guru untuk memanfaatkan perkembangan teknologi dalam mendukung penyusunan asesmen. Teknologi, termasuk kecerdasan buatan (AI), dapat membantu guru dalam mencari inspirasi, mengembangkan variasi soal, serta meningkatkan efisiensi kerja.


“Teknologi hanyalah alat bantu. Sentuhan profesional guru tetap menjadi faktor utama agar soal yang dihasilkan memiliki kualitas dan benar-benar sesuai dengan kebutuhan pembelajaran,” tutur Rofiq.



Selain membahas penyusunan bank soal TKA, Rofiq menekankan pentingnya perubahan paradigma bahwa asesmen bukan hanya alat untuk memberikan nilai, tetapi bagian dari proses pembelajaran yang membantu siswa berkembang.


Rofiq Ali Muhsin dikenal sebagai praktisi pendidikan yang aktif mendorong inovasi pembelajaran dan peningkatan kompetensi guru. Ia merupakan Kepala SMK Negeri 5 Madiun dan aktif berbagi praktik baik terkait transformasi digital pendidikan, pemanfaatan teknologi pembelajaran, pengembangan asesmen berbasis kemampuan berpikir tingkat tinggi (HOTS), serta peningkatan mutu sekolah. (Dik_ar)





Komentar

Tampilkan