Iklan

Hadapi Perubahan Pasar, Strategi Bisnis Karet Beralih ke Manajemen Berbasis Data

Sunday, August 9, 2026, 1:20 PM WIB Last Updated 2026-08-09T00:32:53Z
 

- Perubahan dalam pasar komoditas global turut memengaruhi cara perusahaan perkebunan mengelola bisnis karet. Keputusan teknis di kebun kini mulai ditentukan berdasarkan kondisi tanaman, data hasil produksi, serta efisiensi biaya agar produksi tetap maksimal tanpa mengorbankan kelangsungan tanaman.

Kepala Produksi dan Pengembangan PTPN III (Persero), Rizal H. Damanik, menegaskan bahwa perubahan bisnis karet tidak lagi cukup berfokus pada peningkatan jumlah produksi saja.

Menurutnya, kompetitif perusahaan di masa depan akan ditentukan oleh kemampuan dalam mengelola aset biologis secara berkelanjutan, menciptakan produk dengan nilai tambah yang tinggi, serta membuat keputusan operasional yang didasarkan pada data dan penelitian.

Perubahan di sektor komoditas global memaksa kita untuk terus beradaptasi. Kami mengganti pola pikir dari hanya fokus pada jumlah produksi harian menjadi pengelolaan aset biologis yang sehat, sehingga mampu memberikan produktivitas maksimal, keuntungan yang berkelanjutan, serta memperkuat daya saing di pasar internasional," kata Rizal dalam Rubber Business Strategy & Execution Forum dengan tema "Rethinking Rubber Exploitation" yang diselenggarakan di PT Riset Perkebunan Nusantara (RPN), Bogor, dilaporkan Sabtu (8/8).

Salah satu prioritas utama transformasi ini adalah penerapan prinsip "diagnosis sebelum keputusan", yaitu memastikan setiap keputusan teknis, mulai dari pengaturan sistem pemantauan hingga penggunaan stimulan, didasarkan pada hasil evaluasi kesehatan tanaman, kondisi kebun, serta perhitungan efisiensi biaya.

Pendekatan ini diharapkan mampu menjaga kesehatan sumber daya hayati, memperpanjang masa produktif tanaman, serta meningkatkan hasil panen secara bertahap.

Sebagai tindakan nyata untuk menghadapi tantangan pasar global, pihaknya juga mendorong perubahan arah produksi menuju produk yang memiliki nilai tambah lebih besar.

Perusahaan berupaya meningkatkan komposisi produksi bahan baku cair berkualitas premium, seperti lateks pekat dan lembaran karet berkualitas tinggi, hingga mencapai rasio yang ideal sebesar 70 persen. Pendekatan ini diharapkan mampu menaikkan nilai jual produk, memperkuat posisi perusahaan dalam pasar global, serta menghasilkan keuntungan yang lebih stabil.

Pengembangan bisnis semakin diperkuat dengan pengelolaan dan pengklasteran lebih dari 87 ribu hektare kebun karet yang produktif berdasarkan ciri dan potensinya. Kebun yang memiliki tingkat produksi tinggi akan dikembangkan sebagai contoh terbaik, sedangkan kebun yang memasuki tahap akhir produksi akan meningkatkan nilai ekonominya sebelum masuk dalam program peremajaan yang berkelanjutan.

"Metode ini memfasilitasi pengelolaan aset yang lebih baik, hemat, dan mampu menyesuaikan diri dengan perubahan lingkungan bisnis," ujarnya.

Komentar

Tampilkan