Iklan

Negara Tujuan Utama Investasi Tiongkok dalam 20 Tahun: AS hingga RI

Wednesday, June 10, 2026, 10:36 AM WIB Last Updated 2026-06-10T11:01:22Z

Tiongkok kini tidak hanya dikenal sebagai pusat industri dunia, tetapi juga sebagai salah satu sumber investasi terbesar di skala global. Dalam dua puluh tahun terakhir, perusahaan-perusahaan dari Negara Tirai Bambu semakin giat melakukan investasi di berbagai negara.

Data dari Pelacakan Investasi Global Tiongkok (CGIT) yang dikembangkan oleh American Enterprise Institute (AEI) bersama Heritage Foundation menunjukkan bahwa investasi luar negeri Tiongkok telah mencapai lebih dari 1,558 triliun dolar AS selama periode 2005 hingga 2025. Dengan nilai tukar sekitar Rp16.300 per dolar AS, angka tersebut setara dengan lebih dari Rp25 ribu triliun.

Menariknya, lebih dari separuh nilai tersebut dialirkan hanya ke 10 negara tujuan utama. Indonesia berhasil masuk dalam daftar tersebut dan berada di antara sejumlah ekonomi terbesar dunia.

Berikut adalah daftar lengkap negara-negara yang menjadi tujuan utama investasi Tiongkok dalam 20 tahun terakhir.

1. Amerika Serikat masih menjadi negara yang paling diminati sebagai tujuan investasi

Berdasarkan data CGITAmerika Serikat adalah negara yang paling banyak menerima investasi dari Tiongkok selama periode 2005 hingga 2025. Angkanya mencapai 204,1 miliar dolar AS atau sekitar Rp3.327 triliun. Jumlah ini hampir dua kali lipat dibandingkan negara yang berada di peringkat kedua. Fakta ini menunjukkan bahwa hubungan ekonomi antara kedua negara tetap sangat kuat meskipun sering dihiasi oleh ketegangan geopolitik.

Investasi Tiongkok di Amerika Serikat mencakup berbagai bidang, mulai dari manufaktur hingga sektor makanan. Salah satu transaksi terbesar terjadi pada tahun 2013 ketika Shuanghui International membeli Smithfield Foods dengan nilai 7,1 miliar dolar AS atau sekitar Rp115,7 triliun. Pembelian ini menjadi salah satu investasi Tiongkok yang paling dikenal di pasar Amerika. Harganya juga tercatat sebagai salah satu transaksi lintas negara terbesar yang pernah dilakukan oleh perusahaan Tiongkok.

Meskipun pengawasan terhadap investasi asing semakin ketat, aliran dana dari Tiongkok belum benar-benar berhenti. Data menunjukkan bahwa selama tahun 2025 masih ada investasi baru yang mencapai lebih dari 3,79 miliar dolar AS atau sekitar Rp61,8 triliun. Kondisi ini menunjukkan bahwa kepentingan bisnis tetap menjadi jembatan penting antara kedua negara. Persaingan ekonomi belum berhasil memutus hubungan investasi mereka secara total.

2. Negara-negara Barat yang telah berkembang mendominasi peringkat teratas

Selain Amerika Serikat, sebagian besar negara yang menerima investasi terbesar dari Tiongkok berasal dari kelompok ekonomi maju. Australia berada di peringkat kedua dengan besaran investasi mencapai 108,1 miliar dolar AS atau sekitar Rp1.762 triliun. Inggris mengikuti di posisi ketiga dengan total 106,6 miliar dolar AS atau sekitar Rp1.738 triliun. Kedua negara ini menjadi pilihan utama perusahaan Tiongkok dalam memperluas operasional mereka di pasar internasional.

Swiss, Kanada, Jerman, dan Prancis juga tercatat dalam 10 besar negara yang menerima investasi dari Tiongkok. Swiss mendapat sekitar 62,9 miliar dolar AS atau setara dengan Rp1.025 triliun, sementara Kanada meraih 57,3 miliar dolar AS atau sekitar Rp934 triliun. Jerman memperoleh dana investasi senilai 56,3 miliar dolar AS atau sekitar Rp918 triliun, sedangkan Prancis menerima 37,1 miliar dolar AS atau sekitar Rp605 triliun. Angka-angka ini menunjukkan betapa menariknya negara-negara maju bagi para investor Tiongkok.

Pasar yang stabil menjadi salah satu alasan utama mengapa negara-negara tersebut terus menarik investasi. Selain memberikan kepastian hukum, negara-negara maju juga memiliki daya beli masyarakat yang tinggi. Hal ini menciptakan kesempatan pertumbuhan bisnis yang lebih jelas bagi perusahaan Tiongkok. Tidak heran jika sebagian besar investasi mereka berada di negara-negara dengan perekonomian yang matang.

3. Brasil dan Indonesia merupakan pengecualian yang sangat mencolok

Di tengah dominasi negara-negara maju, Brasil dan Indonesia menjadi dua negara berkembang yang berhasil menarik investasi besar dari Tiongkok. Brasil menerima dana investasi sekitar 78,9 miliar dolar AS atau setara dengan Rp1.286 triliun selama periode 2005 hingga 2025. Angka ini menjadikan Brasil sebagai tujuan keempat terbesar bagi investasi Tiongkok. Prestasi ini menunjukkan peran penting Brasil dalam strategi ekonomi global Beijing.

Pada tahun 2025, Brasil menjadi tujuan investasi terbesar Tiongkok di dunia. Perusahaan-perusahaan besar seperti State Grid dan China Communications Construction menanamkan dana dalam berbagai proyek strategis. Investasi ini banyak dialirkan ke sektor energi dan infrastruktur. Keberadaan proyek-proyek besar tersebut memperkuat hubungan ekonomi antara kedua negara.

Indonesia juga memiliki prestasi yang menarik. Total investasi dari Tiongkok yang masuk ke Indonesia mencapai 49,4 miliar dolar AS atau sekitar Rp805 triliun dalam dua puluh tahun terakhir. Angka ini menjadikan Indonesia berada di peringkat delapan secara global. Jumlah penduduk yang besar serta kebutuhan pembangunan infrastruktur yang tinggi menjadi alasan utama mengapa Indonesia menarik bagi investor Tiongkok.

4. Singapura menunjukkan bahwa kualitas ekonomi lebih berarti daripada besarnya ukuran negara.

Salah satu fakta menarik dari data investasi Tiongkok adalah posisi Singapura yang berada di atas berbagai negara dengan populasi jauh lebih besar. Negara kota ini menerima dana investasi sekitar 46,1 miliar dolar AS atau setara dengan Rp751 triliun sejak tahun 2005. Angka ini sedikit lebih rendah dibandingkan Indonesia yang jumlah penduduknya jauh lebih besar. Kondisi ini menunjukkan bahwa ukuran pasar bukanlah satu-satunya pertimbangan bagi para investor.

Keunggulan utama Singapura berada pada lingkungan bisnis yang sangat kompetitif. Aturan yang jelas dan sistem hukum yang kokoh membuat para investor merasa lebih nyaman dalam menjalankan usaha mereka. Kestabilan ekonomi juga menjadi keuntungan yang sulit ditemukan di banyak negara lain. Gabungan dari faktor-faktor tersebut menjadikan Singapura sebagai salah satu pusat bisnis terpenting di Asia.

Banyak perusahaan Tiongkok memanfaatkan Singapura sebagai pusat operasional regional. Dari negara ini, mereka bisa lebih mudah mengakses pasar Asia Tenggara. Keberadaan sektor keuangan yang berkembang juga memfasilitasi aktivitas investasi lintas batas. Oleh karena itu, Singapura tetap menjadi daya tarik investasi meskipun memiliki wilayah dan jumlah penduduk yang terbatas.

5. Perusahaan milik pemerintah menjadi penggerak utama investasi Tiongkok

Salah satu ciri khas investasi luar negeri Tiongkok adalah keunggulan perusahaan milik pemerintah ataustate-owned enterprises.Berbeda dengan sejumlah negara Barat yang bergantung pada sektor swasta, perkembangan global Tiongkok lebih banyak didorong oleh perusahaan yang memiliki kaitan dekat dengan pemerintah. Perusahaan-perusahaan ini biasanya beroperasi di bidang-bidang penting seperti energi, utilitas, infrastruktur, dan logistik. Fungsi mereka sangat signifikan dalam mendorong investasi Tiongkok ke berbagai penjuru dunia.

Perusahaan utilitas besar ini menjadi contoh paling mencolok dari strategi tersebut. Perusahaan yang dimiliki oleh negara Tiongkok ini telah menanamkan lebih dari 33 miliar dolar AS atau sekitar Rp537 triliun di luar negeri sejak tahun 2005. Investasinya tersebar di berbagai negara seperti Australia, Brasil, Chili, Italia, Rusia, dan Filipina. Jumlah investasi yang besar ini menggambarkan besarnya ekspansi global yang dilakukan perusahaan tersebut.

Selain State Grid, terdapat pula perusahaan seperti China National Petroleum Corporation dan China Three Gorges yang aktif melakukan investasi di luar negeri. Kedua perusahaan ini telah menanamkan dana senilai puluhan miliar dolar dalam berbagai proyek energi dan infrastruktur. Tujuan dari investasi tersebut adalah untuk membantu memenuhi kebutuhan sumber daya China yang semakin meningkat. Di sisi lain, investasi ini juga mendukung pertumbuhan ekonomi di beberapa negara berkembang.

Data China Global Investment Tracker yang dikembangkan American Enterprise Institute dan Heritage Foundationmenunjukkan bahwa perusahaan-perusahaan Tiongkok telah menanamkan lebih dari 1,558 triliun dolar AS atau sekitar Rp25.395 triliun ke berbagai negara selama periode 2005 hingga 2025. Amerika Serikat menjadi penerima terbesar dengan jumlah sekitar Rp3.327 triliun, diikuti oleh Australia dan Inggris yang masing-masing menerima lebih dari Rp1.700 triliun.

Indonesia berhasil masuk dalam delapan besar negara tujuan investasi Tiongkok dengan total sekitar Rp805 triliun. Keberadaan Indonesia di daftar ini menunjukkan peran penting posisi ekonomi nasional di pandangan para investor global. Jika tren ini berlanjut, dampak dari investasi Tiongkok terhadap perekonomian dunia diperkirakan akan semakin meningkat dalam beberapa tahun ke depan.

Tiongkok secara resmi menganggap data dan algoritma sebagai rahasia bisnis RI Siapkan Dana Pinjaman, Menteri Keuangan Purbaya Mempromosikan ke Tiongkok 16 Juni PENGECEKAN FAKTA: Apakah Indonesia Tidak Ingin Menggunakan Dolar AS dan Beralih ke Yuan Tiongkok?
Komentar

Tampilkan