Iklan

Film Saat Aku Bersuara Buktikan Dukungan Publik untuk Korban Kekerasan Seksual

Saturday, June 20, 2026, 8:20 PM WIB Last Updated 2026-06-20T01:14:57Z
 

Setelah lama menanti, film Saat Aku Bersuara akhirnya secara resmi dirilis bersamaan di bioskop Indonesia. Bukan hanya sekadar hiburan, film ini merupakan sebuah pergerakan sosial untuk menyampaikan kebenaran.

"Film ini bukan hanya hiburan biasa, melainkan usaha untuk membuat orang-orang tidak lagi diam," kata Skenario Tissa Ts di kawasan Jakarta Selatan.

Film Saat Aku Bersuara fokus pada kisah seorang pengacara muda bernama Nadia yang dimainkan oleh Marshanda. Kehidupan Nadia hampir sempurna.

Selain memiliki karier yang menjanjikan, ia juga memiliki calon suami yanggreen flag. Namun, bayangan kehidupan bahagia dengan segala miliknya tiba-tiba menghilang.

Peristiwa kekerasan seksual yang dialaminya seperti mimpi buruk yang terjadi di siang hari. Nadia menjadi korban pemerkosaan saat sedang membantu sahabatnya.

Peristiwa tersebut menghancurkan seluruh rencana hidup yang telah disusun dengan rapi sejak lama. Pernikahannya gagal dan Nadia merasa tidak bersih dengan dirinya sendiri. Namun, Nadia tidak ingin terjebak dalam keputusasaan.

Bersama dua teman dekatnya, Andien (Rini Yulianti) dan Riani (Hana Malasan), serta bantuan seorang jaksa yang memiliki masa lalu gelap, yaitu Adrian (Ibnu Jamil), Nadia bangkit menghadapi trauma dan sistem hukum yang cenderung melindungi pelaku.

“Karakter Nadia dirancang sangat kompleks karena memang yang ingin kami tonjolkan di sini adalah”emotional journey seorang wanita yang menjadi korban kekerasan seksual," kata Tissa.

Proses penyusunan naskah membutuhkan waktu selama dua tahun. Alasannya, Tissa melakukan pengamatan langsung serta berdiskusi dengan beberapa korban untuk proses penelitian dan menciptakan tokoh agar menceritakan kisah yang lebih hidup.

"Penelitiannya tidak mudah, harus melakukan pendekatan pribadi terhadap beberapa orang yang saya anggap sangat mewakili untuk membuat film ini," kata Tissa.

Pendekatan yang digunakan juga tidak boleh asal agar tidak terlihat seperti melakukan pemeriksaan terhadap korban.

Di sisi lain, Sutradara Sonu Samtani menambahkan bahwa film Saat Aku Bersuara adalah bukti nyata dukungan masyarakat terhadap para korban pelecehan seksual. "Mereka memiliki harapan untuk bangkit jika berani bersuara, karena didukung oleh keluarga dan kerabat. Suaramu penting! Empati tidak terbatas pada jenis kelamin tertentu," kata Sonu.

Komentar

Tampilkan