Ringkasan Berita:
- Berikut adalah identitas empat pegawai negeri sipil (PNS) Jambi yang video mereka viral setelah membagikan gaji ke-13 mereka di media sosial.
- Kepala Disdukcapil Kota Jambi, A Yani, menyampaikan bahwa empat aparatur sipil negara tersebut terdiri dari tiga PPPK dan satu PNS
- Mereka telah dipanggil untuk pelatihan oleh instansi masing-masing, termasuk Inspektorat dan BKPSDMD Kota Jambi.
–Berikut adalah identitas empat pegawai negeri sipil (PNS) Jambi yang video mereka viral setelah membagikan gaji ke-13 mereka di media sosial.
Viralnya rekaman empat pegawai negeri sipil mendapat perhatian masyarakat dan membuat Pemerintah Kota Jambi segera mengambil tindakan.
Empat pegawai negeri sipil yang viral memiliki status yang berbeda.
Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Jambi, A Yani, menyampaikan bahwa empat aparatur sipil negara tersebut terdiri dari tiga PPPK dan satu PNS.
Mereka telah dipanggil untuk pelatihan oleh instansi masing-masing, termasuk Inspektorat dan BKPSDMD Kota Jambi.
"Beberapa saat setelah video tersebut menyebar, kami memanggil dan memberikan pembinaan," kata Yani.
Kepala BKPSDMD Kota Jambi, Rizalul Fikri, menambahkan bahwa pihaknya telah membentuk tim etika untuk menyelidiki dugaan pelanggaran disiplin.
Menurutnya, pegawai negeri sipil memiliki aturan yang ketat terkait penggunaan media sosial.
"Pada dasarnya pegawai negeri sipil sudah diatur dalam penggunaan media sosial, termasuk larangan membagikan konten yang tidak sesuai dengan etika dan profesionalisme," kata Rizalul.
Video Viral
Di dalam rekaman video tersebut, empat Aparatur Sipil Negara secara bergantian menyebutkan rencana penggunaan tambahan gaji untuk berbagai kebutuhan mewah.
Mulai dari uang muka mobil, emas Antam, iPhone 17 Pro Max hingga pendaftaran haji furoda.
"Kapan gaji 13 cair?" tanya seorang PNS dalam video tersebut.
Pertanyaan tersebut mendapat berbagai jawaban dari teman-temannya, hingga akhirnya ditutup dengan kalimat, "Kalau kamu mau apa?"
Isi tersebut memicu berbagai tanggapan dari pengguna internet.
Banyak orang menganggap tindakan pamer tersebut tidak layak dilakukan oleh pegawai negeri, mengingat gaji ke-13 sebenarnya diberikan untuk membantu kebutuhan keluarga, khususnya biaya pendidikan anak.
Dipanggil Pemko Jambi
Pemerintah Kota Jambi segera bertindak setelah video tersebut menyebar.
Kepala Sekretariat Kota Jambi, A Ridwan, menegaskan pihaknya akan memanggil empat pegawai negeri sipil tersebut untuk dimintai keterangan serta diberikan pembinaan.
"Sebenarnya mereka tidak perlu seperti itu, karena gaji ke-13 juga tidak terlalu besar. Gaji tersebut bertujuan untuk membantu beban pegawai yang sedang menyekolahkan anak dan kebutuhan sosial lainnya," ujar Ridwan, Jumat (12/6/2026), dilansir dari Tribun Jambi.
Ridwan menganggap isi materi tersebut berisiko menciptakan pandangan negatif di kalangan masyarakat.
"Saya akan memanggil mereka. Saya tidak suka dengan konten seperti ini. Gaji bukanlah untuk bersenang-senang atau hal-hal sejenisnya," tegasnya.
Etika dan Profesionalisme ASN
Ridwan menambahkan, tunjangan ke-13 yang diterima pegawai negeri golongan II dan III cukup kecil, berkisar antara Rp2,5 juta hingga Rp3 juta.
Maka, menurutnya tidak layak dipertunjukkan di media sosial.
Selain pemanggilan, Pemerintah Kota Jambi menjamin akan memberikan pembinaan mengenai etika dan profesionalisme Aparatur Sipil Negara, termasuk dalam penggunaan media sosial.
Jika terjadi pelanggaran, perkara ini dapat diserahkan kepada Majelis Kode Etik Aparatur Sipil Negara.
"Kita lihat bentuk sanksinya seperti apa. Ini mungkin akan masuk ke dalam majelis kode etik, nanti akan ada majelis yang menilai," ujar Ridwan.
Cair Sejak Juni
Sebagai informasi, tunjangan ke-13 pegawai negeri sipil mulai cair sejak 2 Juni 2026.
Berbeda-beda sesuai tingkat dan golongan, terdiri dari gaji pokok, tunjangan keluarga, tunjangan jabatan, serta penghasilan tambahan.
Pencairan tersebut merujuk pada Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 2026, yang bertujuan untuk mendukung kebutuhan pendidikan di awal tahun ajaran baru.
PT Taspen juga mendistribusikan uang pesangon ke-13 kepada para pensiunan Aparatur Sipil Negara melalui 46 mitra pembayaran yang tersebar di seluruh Indonesia.
Permintaan Maaf
Empat pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Kota Jambi yang viral karena membuat konten memperlihatkan gaji ke-13 akhirnya meminta maaf.
Seorang pegawai negeri sipil dengan inisial N yang bertindak sebagai pembuat sekaligus pengunggah video yang viral, angkat bicara untuk menyelesaikan perdebatan yang sedang berlangsung.
N menjelaskan bahwa awalnya diproduksi secara murni sebagai konten hiburan yang bertujuan untuk menghibur dan menciptakan suasana yang lebih ringan.
Mereka hanya berniat mengikuti tren parodi mengenai penghapusan gaji ke-13 yang sedang populer di kalangan kreator konten di media sosial saat itu.
Berdasarkan keterangan N, proses pemotretan dilakukan pada hari Senin (8/6/2026) siang di dalam ruang kemudi sebuah kendaraan.
Pada saat itu, keempatnya sedang melakukan perjalanan untuk memesan makan siang melalui layanan drive through.
N menekankan bahwa pada hari pencatatan tersebut, dana anggaran gaji ke-13 bagi pegawai negeri sipil memang belum cair dari pemerintah.
"Video tersebut dibuat mengikuti tren parodi gaji ke-13 yang sedang viral," kata N saat diminta konfirmasi pada Jumat (12/6/2026).
Esok harinya, tepat pada hari Selasa (9/6/2026) sekitar pukul 12.00 WIB, N memposting video tersebut ke akun media sosial pribadinya.
Sebagai seorang pembuat konten TikTok yang sering membagikan materi lucu dan liburan, N memberi judul asli berjudul "Impian ASN yang Berkedip" dengan maksud untuk menghibur para pengikutnya.
N menyatakan bahwa isi video tersebut sebenarnya hanya merekam imajinasi khayal para pegawai negeri jika suatu saat mendapatkan tunjangan tersebut.
Mereka secara sadar menyadari bahwa jumlah uang yang sebenarnya akan dikirim ke rekening nanti tidak akan pernah cukup untuk membiayai daftar keinginan (wishlist) mewah yang digambarkan secara berlebihan dalam video.
"Yang namanya harapan," ujar N.
"Yang jadi caption saja sudah seperti daftar keinginan gaji yang imut," tambahnya lagi, merujuk pada perbedaan antara kenyataan dengan parodi tersebut.
Namun, keadaan menjadi sulit dikendalikan setelah banyak akun publik kembali membagikan (repost) video tersebut.
S sangat kecewa dengan tindakan sejumlah akun yang sengaja mengubah konteks awal, menghilangkan judul asli, serta menambahkan narasi provokatif yang merugikan profesi ASN.
Bahkan, terdapat akun yang menggabungkan video parodi tersebut dengan rekaman liburan lama milik N, sehingga memengaruhi pandangan dan menciptakan kesan yang salah di kalangan masyarakat.
N menegaskan bahwa kelompoknya sama sekali tidak memiliki niat buruk atau maksud untuk merendahkan lembaga tertentu serta menyakiti pihak tertentu melalui karya video tersebut.
"Tidak ada niat untuk melukai siapa pun," ujarnya dengan ekspresi menyesal.
Meskipun merasa menjadi korban penyebaran narasi yang tidak akurat melalui akun-akun gosip, N dengan tulus memohon maaf secara terbuka kepada publik jika karya digital yang mereka ciptakan justru menimbulkan keributan dan ketidaknyamanan.
"Kami mohon maaf jika isi kami tidak disukai," katanya dengan tulus.
(TribunJambi.com/Darwin Sijabat) (Tribun-medan.com/TribunJatim.com/)