Iklan

Bagnaia Tinggalkan Ducati 2027, Digantikan Acosta

Saturday, June 27, 2026, 3:10 AM WIB Last Updated 2026-06-27T01:14:41Z

– Delapan musim berada di bawah naungan Ducati, serta meraih dua gelar MotoGP bersama pabrikan, Francesco Bagnaia akan meninggalkan Tim Merah, Ducati Lenovo, setelah berakhirnya musim ini.

Hal ini sebelumnya sudah diduga oleh banyak orang, karena Ducati akan segera mengumumkan kedatangan Pedro Acosta sebagai pengganti Bagnaia dan telah mendapatkan persetujuan dari Aprilia.

Lalu, ke mana Pecco pergi? Meski belum dikonfirmasi, ia akan menggantikan Jorge Martin dan menjadi rekan satu tim Marco Bezzecchi.

Musim 2027 akan menjadi era baru, tidak hanya bagi MotoGP dengan datangnya mesin berkapasitas 850cc, tetapi juga bagi Bagnaia yang telah menghabiskan seluruh kariernya di MotoGP bersama Ducati, menurut laporan Crash.

Sejarah perjalanan Bagnaia bersama Ducati, ia memperkuat tim Pramac Ducati sejak 2019, lalu pindah ke tim Ducati Lenovo pada 2021 dan masih tetap berada di sana hingga saat ini.

Dapat dikatakan, Bagnaia merupakan pembalap Ducati yang paling berprestasi dalam MotoGP dengan meraih dua gelar juara, 31 kemenangan, 63 posisi podium, serta 28 kali mencatatkan waktu tercepat di sesi kualifikasi.

"Pecco adalah salah satu pembalap yang secara langsung menunjukkan semangat. Kami mencari dan menginginkannya sejak usia masih sangat muda untuk membangun proyek di sekitarnya," kata Luigi Dall'Igna, General Manager Ducati Corse.

"Ia cepat dan, yang paling penting, pintar. Tujuannya adalah mengembangkan Desmosedici GP hingga mencapai potensi maksimalnya. Kami berhasil mencapainya," tambahnya.

"Berkat usaha seluruh tim dan teknologi, tetapi terutama berkat bakat Pecco, yang 15 tahun kemudian telah mengembalikan warna merah Ducati ke puncak klasemen. Selama musim-musim yang kita lalui bersama, kami telah menciptakan hubungan yang matang dan kuat, yang didasarkan pada rasa terima kasih, kepercayaan, dan rasa hormat," ujar Dall’Igna.

"Hubungan yang serupa ini memungkinkan kami melewati masa-masa sulit, selalu bersatu. Pecco akan selalu menjadi juara dalam sejarah Borgo Panigale dan juga dalam sejarah pribadi saya," tambahnya.

"Berikut Ducati, ia mengabulkan impiannya masa kecil, dan kami juga mencapai impian kami bersamanya," tambahnya.

"Di dalam sebuah hubungan, tidak selalu mudah untuk menyadari dan memahami kapan suatu periode telah berakhir serta perubahan diperlukan," katanya.

"Hubungan cinta dan kasih yang mendalam antara kita tidak akan berubah dan akan menjadi kunci dalam menghadapi semua pertandingan hingga akhir musim serta menyelesaikan perjalanan ini dengan catatan yang baik," tutupnya.

Pergiannya Bagnaia akan menjadi salah satu dari beberapa kepergian pembalap lain di tim Ducati, dengan Fabio Di Giannantonio diprediksi akan bergabung dengan KTM, demikian pula Alex Marquez.

Pedro Dacosta Bergabung dengan Ducati

Telah diumumkan secara resmi bahwa Pedro Acosta akan meninggalkan KTM dan bergabung dengan tim pabrikan Ducati, bersama Marc Marquez, dalam era MotoGP 850cc yang baru pada tahun 2027.

Perjanjian ini, yang diumumkan setelah pengakuan tentang kepergian pembalap dunia dua kali dari Ducati, Francesco Bagnaia, menggabungkan juara bertahan Marc Marquez dengan Acosta, salah satu bintang yang sedang naik daun dalam olahraga ini.

Prestasi Pedro Acosta tidak bisa dipandang remeh. Ia memenangkan gelar Juara Moto3 di musim pertamanya, kemudian meraih gelar Moto2 di musim berikutnya, sebelum bergabung dengan kelas MotoGP pada 2024.

Meskipun belum berhasil meraih kemenangan dalam Grand Prix di kelas utama, Acosta telah tampil jauh lebih baik dibandingkan pembalap KTM lainnya sejak pertengahan musim lalu.

Pembalap muda Spanyol tersebut merayakan kemenangan pertamanya dalam lomba Sprint di seri pembuka Buriram tahun ini dan telah beberapa kali berjuang untuk meraih kemenangan dalam balapan grand prix.

Kekalahan terhadap Marc Marquez di Hungaria membuat Acosta memiliki jumlah podium terbanyak (13) tanpa pernah meraih kemenangan dalam MotoGP.

Tentu saja, berbagi garasi bersama Marc Marquez, salah satu pembalap MotoGP terhebat sepanjang masa, menjadi tantangan terberat bagi Acosta.

Ia akan menyerahkan kemampuan Ducati dalam mempertahankan keunggulan teknisnya, serta pada ban Pirelli.

"Pedro adalah kandidat yang sempurna untuk masa depan Tim Ducati Lenovo," ujar Manajer Umum Ducati Corse, Gigi Dall'Igna.

"Setelah konfirmasi Marc, kami berkeinginan memasukkan pembalap muda dan gesit ke dalam proyek pengembangan Desmosedici GP, Pedro. Selain memiliki bakat yang tidak diragukan, ia telah menunjukkan kematangan yang luar biasa," tambahnya.

"Dalam waktu kurang dari enam tahun di Kejuaraan, ia telah meraih dua gelar di kelas bawah serta menunjukkan penampilan yang sangat memuaskan di MotoGP," katanya.

"Kehadirannya di Tim akan menjadi dorongan bagi semua orang; dia akan membantu kami berkembang, dan kami akan mendukungnya dalam perjalanan menuju kematangan penuh sebagai seorang pembalap," katanya lagi.*)

Komentar

Tampilkan