Iklan

Tunjukkan Perilaku Erin terhadap ART, Firdaus Oiwobo Sindir Pasal yang Bisa Jerat Janda Andre Taulany

Sunday, May 24, 2026, 4:29 AM WIB Last Updated 2026-05-23T23:35:38Z

Tunjukkan bagaimana Erin memperlakukan pembantu rumah tangga, Firdaus Oiwobo mengkritik pasal yang bisa menjerat mantan istri Andre Taulany.

Perselisihan antara Rien Wartia Trigina atau Erin dengan pembantunya, Herawati sedang menjadi perhatian masyarakat.

Kini keduanya menghadapi perselisihan hukum setelah saling melaporkan satu sama lain terkait dugaan kekerasan dan merusak reputasi.

Di tengah permasalahan tersebut, muncul kembali perdebatan mengenai perlakuan Erin terhadap asisten rumah tangganya yang lain, Nur Rohmah.

Masih bekerja di bawah Erin, Nur Rohmah mengakui bahwa ponselnya disita oleh Erin. Keadaan ini sempat membuat suaminya, Rahmat, cemas karena selama tiga minggu tidak mendapatkan kabar dari istrinya.

Kondisi Nur Rohmah kini menjadi perhatian para ahli hukum, Firdaus Oiwobo.

Firdaus menganggap, tindakan Erin terhadap Nur Rohmah berpotensi menimbulkan masalah hukum yang baru. Ia menyebutkan mengenai tindak pidana pencurian.

"Itu melanggar, pencurian saja, pencurian," tegas Firdaus, dilansir dari YouTube Reyben Entertainment, Sabtu (23/5/2026).

"Laporin aja perampasan," pintanya.

Firdaus juga menyoroti dugaan kerusakan yang dilakukan Erin terhadap ponsel milik Herawati.

"Apalagi jika terjadi kerusakan, perampasan, pencurian yang bisa juga dilakukan dengan kekerasan," katanya dengan santai.

Mereka juga membuka peluang penerapan pasal akses ilegal dengan ancaman hukuman yang lebih berat.

"Jika Erin mengambil ponsel itu, misalnya dia masuk ke emailnya, maka itu dianggap sebagai akses ilegal. Ada intersepsi yang terjadi, dan pasalnya hukumannya bisa sampai 10 tahun bagi yang berusia di atas 18 tahun. Jika dirusak, maka termasuk dalam pasal kerusakan," tegasnya.

"Kalau menyita, oh hanya menyita, perampasan. Itu bukan haknya. Padahal ART-nya sudah meminta kembali, tapi dia tidak mengembalikan, jadi itu disebut perampasan," tambah Firdaus lagi.

Ia juga menyoroti kekhawatiran keluarga ART Erin mengenai ponselnya yang disita.

"Apalagi suaminya (ART) sampai panik karena tidak mampu berkomunikasi dengan istrinya. Jika terjadi masalah pemberatan, akibat dari perlakuan tersebut akhirnya sanksinya diperberat karena menghilangkan komunikasi yang harmonis antara pasangan suami istri," katanya.

Sebelumnya, seorang pria asal Cianjur bernama Rahmat mengeluhkan kesulitan berkomunikasi dengan istrinya, Nur Rohmah, yang sedang bekerja di rumah Erin.

Di hadapan para jurnalis, Rahmat menangis sambil menceritakan bagaimana keluarga khawatir akan kondisi Nur di tengah berita negatif yang menimpa Erin.

"Yang pertama, kekhawatiran saya adalah tidak ada kabar. Tidak ada kabar sudah hampir tiga minggu," jelas pria asal Cianjur ini, dikutip dari Youtube Reyben Entertainment, Jumat (22/5/2026).

Air mata Rahmat mulai mengalir saat menceritakan kedua orang tua Nur yang sakit karena tidak mengetahui kabar putrinya.

"Orang tua saya sudah mendapat infus," katanya dengan terbata-bata.

"Ya, masuk rumah sakit, orang juga merasa cemas," katanya sambil mengusap air mata.

Dijelaskan oleh Rahmat, sebelum kasus dugaan penganiayaan Erin menjadi viral, istrinya masih memberikan informasi. Namun, kondisi berubah setelah kasus Erin ramai dibicarakan.

"Biasanya sebelum sesuatu menjadi viral, istri saya selalu memberi tahu seperti biasanya. Tapi tiba-tiba sulit dihubungi. Terakhir dia bilang semuanya baik-baik saja," tambahnya sambil masih terisak.

"Hanya saja, saya kan dari keluarga di kampung, biasanya komunikasi sekarang tidak," lanjut Rahmat.

Ia menjelaskan tujuan kedatangannya ke Jakarta adalah untuk mengambil istrinya dengan cara yang baik.

"Intinya saya hanya ingin menjemput istri saya dengan cara yang baik-baik bersama Bu Erin. Saya hanya ingin secara kekeluargaan saja. Saya ingin tahu kondisi istri saya, itu saja," jelasnya.

Pengakuan Nur Rohmah

Saat menghadapi kehadiran suaminya, Nur yang diwawancarai oleh awak media di rumah Erin mengakui bahwa ponselnya ditahan oleh majikannya.

Saat ditanya mengenai alasan penahanan HP-nya, Nur menjelaskan alasannya.

"Mungkin ibu merasa cemas karena khawatir saya mengucapkan hal yang tidak baik di luar, mengingat pemberitaannya terlalu berlebihan," ujar seorang ibu yang memiliki satu anak, dilansir dari YouTube Rasis Infotainment, Rabu (20/5/2026).

Namun, Erin berjanji kepada Nur akan mengembalikan ponselnya.

"Jadi ditahan, tapi nanti katanya akan dikembalikan," tambah Nur.

Mengenai kehadiran sang suami, Nur mengira suami dan keluarganya kaget.

"Karena itu, suami saya menjadi panik. Karena berita sudah menyebar ke mana-mana. Jadi suami ikut panik, keluarga juga panik," tegasnya.

Saat ditanya mengenai kondisinya, Nur mengatakan bahwa ia dalam keadaan baik.

"Ya, saya baik-baik saja. Yang bermasalah adalah Ibu dan Mbak Hera. Saya di sini aman-aman saja," jelas Nur.

Alasan Erin Tahan Menggunakan Ponsel ART

Di sisi lain, Erin sendiri menjelaskan alasan mengapa ia memegang ponsel ART-nya itu.

Pada konferensi pers yang diadakan tidak lama lalu, Erin memberikan penjelasan terkait tuduhan yang menyebutnya menghambat keluarga ART dalam berkomunikasi.

Menurut ibu yang memiliki tiga anak, hal tersebut disebabkan oleh adanya kesalahpahaman.

Meski demikian, Erin mengungkapkan bahwa suami Nur saat ini telah bertemu dengan istrinya,

"Maka kemarin saya sudah berbicara dengan suaminya, dia salah mengerti," kata Erin, dilansir dari YouTube Cumicumi, Kamis (21/5/2026).

Maka katanya dia ingin tahu kabar Nur, hanya saja tidak memberikan nomor telepon saya, jadi dia bingung sekarang, dia takut kalau Nur mengalami sesuatu karena dia mendengar berita yang begitu hebohnya.

"Tapi ternyata sudah bertemu dengan saya dengan baik dan dia juga sudah bertemu istrinya, istrinya juga mengatakan semuanya baik-baik saja," katanya.

Setelah kasus dugaan kekerasan menjadi topik pembicaraan, Erin mengatakan tidak ingin ada hal lain yang memperburuk situasi. Oleh karena itu, ia sempat menyimpan ponsel milik Nur.

Benar, karena akibat kejadian ini saya memang mengambil handphone terlebih dahulu.

"Karena mereka pernah, ya tahu sendiri, ini untuk bukti berbagai macam, takut terpengaruh dari sisa mereka, ya. Jadi saya amankan," katanya.

Jalani Pemeriksaan Polisi

Mengikuti proses hukum terkait laporan yang diajukan oleh ART-nya, Erin menjalani pemeriksaan di Polres Metro Jakarta Selatan, Jumat (22/5/2026).

Setelah menjalani pemeriksaan, pihak Erin mengungkap informasi terbaru mengenai dugaan kekerasan yang dilaporkan oleh mantan asisten rumah tangganya, Herawati.

Kuasa hukum Erin, Farhanaz Maharani menyatakan bahwa kliennya justru menjadi korban pemaksaan oleh pembantu rumah tangga seperti yang terlihat dalam rekaman kamera CCTV rumah.

Keadaan tersebut, menurutnya, justru bertolak belakang dengan tuduhan Herawati terhadap Erin.

Hal itu disampaikan Farhanaz Maharani setelah mendampingi Erin menjalani pemeriksaan dan menjawab 22 pertanyaan dari penyidik.

"Yang sedikit mengejutkan, hasil dari CCTV menunjukkan keadaan justru berubah," kata Farhanaz di Polres Metro Jakarta Selatan, dilansir dari Tribunnews.com, Jumat (22/5/2026).

Ia mengatakan, rekaman CCTV menunjukkan Hera menarik tangan Erin dengan keras sambil berteriak meminta bantuan.

"Klien kami tampaknya ditarik tangannya secara paksa oleh saudari Hera untuk berbicara dengan polisi, sementara Bu Erin menolak pada saat itu," jelasnya.

Menurut pihak Erin, tindakan tersebut justru dapat dianggap sebagai bentuk kekerasan terhadap kliennya.

"Jadi ini akan menjadi fokus utama kami dalam laporan ini," tambah Farhanaz.

Pihak Erin juga memastikan akan mengambil tindakan hukum lebih lanjut mengenai temuan dari rekaman CCTV tersebut.

Sebelumnya, Hera mengajukan laporan terhadap Erin terkait dugaan tindakan kekerasan.

Namun pihak Erin menyangkal seluruh tuduhan dan menyatakan tidak ada adegan pemukulan maupun ancaman pisau dalam rekaman CCTV yang mereka serahkan kepada penyidik.

(/Tribunnews.com)

Komentar

Tampilkan