Iklan

Teddy Beberkan Hasil Diplomasi, Jawab Kritik Prabowo Sering ke Luar Negeri

Thursday, June 4, 2026, 2:51 AM WIB Last Updated 2026-06-04T07:45:45Z

Sekretaris Kabinet (Seskab) Letnan KolonelTeddyIndra Wijaya menyampaikan berbagai pencapaian yang dicapai Indonesia dalam enam bulan pertama pemerintahan Presiden Prabowo Subianto melalui kegiatan diplomasi dan kunjungan ke luar negeri. Hal ini disampaikan sebagai respons terhadap kritik yang diungkapkan oleh mantan Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu),Dino Patti Djalal, terkait kinerja diplomasi luar negeri Presiden.

"Saya menganggap beliau sebagai diplomat yang hebat, pernah menjabat sebagai Wakil Menteri Luar Negeri, meskipun hanya diberikan kesempatan sekitar 3 bulan," ujar Teddy dalam keterangan video yang diunggah oleh akun media sosial Instagram @sekretariat.kabinet pada Senin (1/6).

Teddy menyatakan bahwa pemerintah menghargai masukan yang disampaikan oleh Dino. Namun, ia menilai beberapa hal perlu diperjelas, khususnya mengenai biaya perjalanan, jumlah anggota rombongan, serta pentingnya diplomasi tatap muka yang dilakukan Prabowo di tengah situasi global saat ini.

Ia juga menyampaikan bahwa berbagai kunjungan luar negeri yang dilakukan Prabowo telah memberikan manfaat nyata bagi Indonesia, mulai dari penguatan posisi geopolitik, peningkatan investasi, kerja sama pertahanan, hingga dukungan terhadap perjuangan kemerdekaan Palestina.

Menurut Teddy, salah satu pencapaian penting yang telah dicapai Indonesia adalah menjadi anggota kelompok BRICS. Ia menganggap keanggotaan Indonesia di blok ekonomi tersebut memperkuat posisi negara di tengah situasi global yang penuh ketidakpastian akibat berbagai konflik internasional.

"Indonesia bergabung dengan BRICS. Apa manfaatnya? Saat ini, di tengah konflik dan krisis global, kondisi negara terjaga. Persediaan bahan bakar minyak aman, harga BBM subsidi tetap stabil. Persediaan pangan juga aman," ujar Teddy dalam pernyataan video yang diunggah oleh akun media sosial Instagram @sekretariat.kabinet pada Senin (1/6).

Selain itu, ia menyebutkan bahwa Indonesia mendapatkan kesepakatan perdagangan dengan Uni Eropa yang memberikan tarif nol persen terhadap beberapa produk dari Indonesia. Teddy mengatakan bahwa negosiasi ini telah berlangsung lebih dari sepuluh tahun sebelum akhirnya mencapai kesepakatan pada masa pemerintahan Prabowo.

Di bidang ekonomi, Teddy menyebutkan bahwa total investasi yang masuk ke Indonesia dalam periode satu setengah tahun terakhir mencapai sekitar Rp 2.430 triliun berdasarkan data dari Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM). Ia juga mengilustrasikan kunjungan Prabowo ke Jepang dan Korea Selatan bulan lalu yang menghasilkan komitmen investasi baru sebesar kira-kira Rp 575 triliun.

Teddy mengatakan bahwa diplomasi yang dilakukan Prabowo turut memperkuat kerja sama pertahanan Indonesia dengan berbagai negara. Menurutnya, saat ini Indonesia memiliki hubungan pertahanan dengan sejumlah negara seperti Prancis, Amerika Serikat, Rusia, Tiongkok, Inggris, serta negara-negara Eropa lainnya.

Dalam bidang pelayanan haji, Teddy menyebut bahwa hubungan diplomatik antara Indonesia dan Arab Saudi memberikan dampak yang positif terhadap penyelenggaraan ibadah haji. Ia menyatakan bahwa pelaksanaan haji pada tahun 2025 dan tahun ini berjalan secara relatif terkendali.

Teddy juga menyoroti kinerja Indonesia yang mendapatkan fasilitas pemukiman haji di Arab Saudi. Menurutnya, Indonesia adalah satu-satunya negara yang memiliki fasilitas tersebut setelah pemerintah Arab Saudi memberikan dukungan regulasi terkait penggunaan lahan untuk jemaah Indonesia.

"Indonesia adalah satu-satunya negara yang memiliki kamp haji di Arab Saudi. Dan Kerajaan Arab Saudi mengubah peraturan undang-undangnya agar suatu negara dapat memiliki lahan di tempat tersebut untuk digunakan oleh jemaah haji," katanya.

Selanjutnya, Teddy juga memberikan informasi tentang peran aktif Indonesia dalam mendukung Palestina. Ia menyebutkan bahwa pemerintah telah beberapa kali mengirim bantuan logistik melalui jalur udara ke wilayah Palestina.

Selain itu, pemerintah juga mengirim kapal rumah sakit serta menyediakan akses pendidikan untuk sekitar 100 anak Palestina di berbagai universitas di Indonesia.

Ia juga menyebutkan bahwa upaya diplomasi Indonesia berkontribusi dalam membantu pemulangan warga negara Indonesia (WNI) yang pernah dihalangi oleh otoritas Israel di perairan internasional beberapa waktu lalu.

"Apa yang saya sampaikan sebelumnya merupakan hasil nyata selama 1,5 tahun terakhir. Semua hal tersebut adalah bentuk diplomasi yang dilakukan oleh Presiden Prabowo melalui berbagai metode. Baik yang diumumkan secara terbuka, maupun yang tidak dipublikasikan," kata Teddy.

Kritik Dino Patti Djalal

Dino Patti Djalal, mantan Menteri Luar Negeri, mengkritik seberapa sering Presiden Prabowo Subianto melakukan perjalanan ke luar negeri sejak menjabat sebagai kepala negara. Ia menyarankan agar komunikasi dengan pemimpin dunia dilakukan melalui panggilan video yang lebih efisien dalam penggunaan anggaran negara.

Dengan membagikan video di akun Instagram @dinopattidjalal, ia menilai bahwa kunjungan luar negeri Presiden Prabowo Subianto sebaiknya dikurangi, mengingat perhatian masyarakat terhadap besarnya biaya perjalanan negara.

"Dalam perhitungan kami, di antara seluruh pemimpin dunia, Presiden Prabowo menjadi kepala negara yang paling sering melakukan perjalanan ke luar negeri. Sejak menjabat sebagai Presiden, satu dari enam hari dihabiskan oleh beliau di luar negeri," ujar Dino, dilansir dari akun Instagram, Sabtu (30/5).

"Tidak mengherankan jika ada yang menganggap ini tidak biasa dan di luar batas wajar," tambah Dino.

Dino juga menyoroti besarnya biaya perjalanan Presiden ke luar negeri. Menurutnya, biaya tersebut meliputi tim pendahulu, pesawat, penginapan, logistik, makanan, protokol, keamanan, uang saku delegasi, serta alat pendukung lainnya.

"Satu perjalanan ke luar negeri bisa menghabiskan (biaya) puluhan hingga ratusan miliar," katanya.

Oleh karena itu, Dino mengusulkan lima poin. Pertama, meningkatkan penggunaan panggilan video atau telepon dalam menjaga komunikasi dengan para pemimpin negara.

Ia mencatat, sebagian besar pertemuan bilateral biasanya hanya terdiri dari diskusi utama selama satu hingga dua jam, sedangkan sisanya merupakan agenda formal seperti makan malam dan protokol.

"Dengan satu panggilan video yang gratis, negara hampir bisa menghemat ratusan miliar dari biaya perjalanan ke luar negeri," ujar Dino.

Ia memberikan contoh Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum, yang menurutnya telah melakukan 17 kali percakapan telepon dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump tanpa pernah mengadakan pertemuan langsung. "Padahal AS merupakan mitra perdagangan terbesar bagi Meksiko,"

Kedua, Dino menyarankan agar kunjungan Presiden ke forum internasional dimanfaatkan untuk berjumpa dengan lebih banyak pemimpin negara lain yang hadir dalam acara tersebut. Ia mengusulkan konsep "1 plus 8", yaitu satu kunjungan internasional diikuti oleh pertemuan dengan delapan pemimpin negara lain.

Ketiga, Dino menyarankan agar kunjungan internasional Presiden disusun dengan profesional dan diumumkan secara lebih transparan kepada masyarakat. Menurutnya, beberapa perjalanan dilakukan tanpa pemberitahuan yang cukup sebelumnya.

Keempat, Presiden Prabowo disarankan untuk menerima lebih banyak tamu negara di Indonesia daripada melakukan perjalanan ke luar negeri. Menurut Dino, pola ini dilakukan oleh Presiden Tiongkok Xi Jinping yang lebih sering menerima tamu negara di Beijing.

Terakhir, Dino menyarankan agar beberapa misi diplomatik taktis perlu lebih sering dilakukan oleh Menteri Luar Negeri Sugiono agar dapat mengurangi biaya perjalanan negara.

Komentar

Tampilkan