Iklan

Sulaiman Dimakamkan di Baqi, Jemaah HSS Meninggal di Tanah Suci

Friday, June 19, 2026, 7:32 PM WIB Last Updated 2026-06-19T00:49:36Z
Sulaiman Dimakamkan di Baqi, Jemaah HSS Meninggal di Tanah Suci

, BANJARBARU- Seorang jemaah haji dari Debarkasi Banjarmasin, H Sulaiman Kurdi, yang termasuk dalam kelompok terbang (Kloter) BDJ 12 meninggal di Tanah Suci, Selasa (16/6).

Jemaah berusia 63 tahun yang berasal dari Rantauan, Desa Gambah Luar, Kecamatan Kandangan, Hulu Sungai Selatan (HSS) meninggal dunia di Saudi German Hospital, Madinah, pada pukul 23.30 waktu setempat.

Petugas Kesehatan Haji Indonesia (TKHI) dari Kelompok Terbang BDJ 12, dr Thia mengatakan, kondisi jenazah mulai menurun pada hari itu.

Saat tim kesehatan melakukan kunjungan, almarhum terlihat lemah, kehilangan selera makan, serta mengalami muntah dan kesulitan saat menelan makanan.

Setelah dilakukan pemeriksaan, tim medis berdiskusi dengan dokter dari sektor Madinah dan memutuskan untuk merujuk almarhum ke Rumah Sakit Saudi German agar mendapatkan perawatan lebih lanjut.

Almarhum tiba di Instalasi Gawat Darurat rumah sakit sekitar pukul 10.00 WAS dan langsung menerima perawatan medis. Enam jam setelahnya, yaitu sekitar pukul 16.00 WAS, almarhum dipindahkan ke ruang Intensive Care Unit (ICU).

"Kemudian, pukul 23.30 WAS, almarhum dinyatakan meninggal," kata Thia, Rabu (17/6).

Kepala Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) HSS, Abdul Aziz mengonfirmasi berita adanya jemaah dari HSS yang meninggal dunia di Tanah Suci.

Terpisah, Pengelola Ibadah Haji (PIH) Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) Al Badru HSS, H Bahrul menyampaikan bahwa almarhum H Sulaiman Kurdi dishalatkan setelah Salat Subuh pada Rabu (17/6). "Almarhum dikuburkan di Baqi, Madinah," katanya saat dihubungi.

Ditambahkan, saat menjalankan ibadah haji, almarhum berangkat bersama istrinya dan putrinya.

Melalui tulisan H Bahrul, putri almarhum, Hj Helda Mulyati menyampaikan bahwa ayahnya mengalami penurunan selera makan beberapa hari sebelum dirawat di rumah sakit, sehingga kondisi tubuhnya semakin lemah.

“Kami dari pihak keluarga, meminta maaf jika selama berkumpul dan berkomunikasi dengan jemaah di Tanah Suci terdapat kesalahan atau kekhilafan. Kami mohon doa agar beliau mendapatkan kematian yang baik dan ditempatkan di sisi terbaik Allah SWT,” tulisnya.

Kepedihan juga diungkapkan oleh pihak Pemerintah Kabupaten HSS terhadap kematian almarhum serta berdoa agar keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan dan kekuatan dalam menghadapi musibah ini.

Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Banjarmasin, Eddy Khairani juga mengucapkan belasungkawa atas kematian jemaah tersebut.

"Kami menyampaikan duka yang mendalam. Semoga Allah menerima segala amal perbuatan beliau, mengampuni kesalahan dan dosanya, serta menempatkan beliau di tempat terbaik di sisi-Nya," katanya.

Dan setelah wafatnya H Sulaiman Kurdi, jumlah jemaah haji dari Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah yang tergabung dalam Debarkasi Banjarmasin yang meninggal selama musim haji tahun ini menjadi delapan orang.

Seluruh jamaah haji reguler yang meninggal di Tanah Suci tetap berhak mendapatkan hak-haknya sesuai aturan yang berlaku, termasuk perlindungan dan asuransi jiwa yang disediakan pemerintah.

Di sisi lain, proses pengembalian jamaah haji Debarkasi Banjarmasin terus berlangsung. Sampai saat ini, gelombang pertama pengembalian telah selesai dengan tiba Kloter BDJ 09 yang berasal dari Kabupaten Tanahlaut.(msr/ady)

Komentar

Tampilkan