
Jakarta, IDN Times- Kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) di pasar tunai dibuka semakin melemah pada Selasa (2/6/2026) pagi. Mata uang Garuda tercatat berada di angka Rp17.888 per dolar AS.
Berdasarkan data Bloomberg, rupiah mengalami pelemahan sebesar 83 poin atau 0,47 persen dibandingkan dengan penutupan akhir pekan sebelumnya.
1. Informasi mengenai posisi mata uang di wilayah Asia
Sampai pukul 09.13 WIB, pergerakan mata uang di kawasan Asia hanya sedikit mengalami penurunan, berikut rinciannya:
Peso Filipina turun 0,02 persen
Korea Selatan mengalami penurunan sebesar 3,77 persen
Dolar Taiwan mengalami penurunan sebesar 0,04 persen
Yen Jepang mengalami penurunan sebesar 0,05 persen
2. Rupiah diperkirakan akan terus melemah pada hari ini
Ahli mata uang, Lukman Leong, memprediksi kurs rupiah kemungkinan akan terus melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dalam perdagangan hari ini.
Penguatan mata uang dolar Amerika Serikat terjadi akibat meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah setelah Iran dilaporkan menghentikan pembicaraan perdamaian dengan AS dan berencana menutup Selat Hormuz, salah satu jalur pengiriman minyak paling penting di dunia.
3. Rupiah diperkirakan mengalami penurunan hingga Rp17.900 per dolar AS
Selain aspek geopolitik, mata uang dolar Amerika Serikat mendapat dorongan tambahan dari rilis data sektor manufaktur AS yang lebih baik dibandingkan prediksi pasar. Kondisi ini meningkatkan keyakinan terhadap kondisi ekonomi Amerika Serikat serta mendorong permintaan terhadap aset-aset yang menggunakan dolar sebagai dasar.
"Menyimak berbagai perasaan tersebut, rupiah diperkirakan mengalami pelemahan dalam kisaran Rp17.800 hingga Rp17.900 per dolar AS pada perdagangan hari ini," katanya.
Aturan DHE SDA Resmi Berlaku, Mampukah Mendukung Penguatan Rupiah? Rupiah Mengalami Penurunan, Anggota Legislatif: Ekonomi Indonesia Tidak Berdiri Hanya pada Satu Kaki 5 Alasan Rupiah Melemah Dapat Menurunkan Kemampuan Belanja Masyarakat Secara Bertahap