Persija Jakarta berpeluang mewakili Indonesia dalam kompetisi ASEAN Club Championship 2026/2027. Hal ini karena I.League, sebagai penyelenggara liga, sedang berupaya agar tim yang menempati posisi ketiga Super League 2025/2026 dapat tampil di ajang internasional.
Persija Jakarta telah memastikan posisi ketiga dalam klasemen akhir Super League musim ini. Dalam kompetisi yang tinggal menyisakan dua pertandingan, tim dengan julukan Macan Kemayoran tersebut telah mengumpulkan 65 poin, unggul 12 poin dari Dewa United yang berada di peringkat keempat.
Menurut aturan, Persija Jakarta tidak diizinkan tampil di ajang internasional. Karena hanya juara dan runner-up Super League 2025/2026 yang berhak berlaga dalam kompetisi Asia musim ini. Dalam kasus ini, yaitu Persib Bandung dan Borneo FC Samarinda yang sedang bersaing ketat dalam pertarungan gelar juara.
Berdasarkan aturan yang berlaku, tim yang berhasil meraih gelar juara akan mendapatkan kesempatan tampil di AFC Champions League Two (ACL 2) melalui jalur play-off. Sementara itu, tim peringkat kedua akan memperoleh slot untuk berlaga di AFC Challenge League. Dengan demikian, Persib Bandung dan Borneo FC Samarinda telah dipastikan akan berkompetisi di salah satu dari dua ajang Asia tersebut.
"Kemarin, dalam kompetisi AFC, semua sudah tahu sendiri, ternyata meskipun ada perubahan sistem di AFC, tetapi status kami di musim mendatang tidak berubah, ya. Masih berada di babak play-off ACL 2 serta AFC Challenge League," ujar Direktur Kompetisi I.League, Asep Saputra, dilansir Jumat (15/5/2026).
"Jika mengacu pada ASEAN, jika melihat regulasi, aturan masuknya dari kompetisi memang menyebutkan juara serta tempat terbaik berikutnya (runner-up)," tambahnya.
Nah, aturan AFF memang mengharuskan wakil negara di ASEAN Club Championship adalah tim juara dan runner-up kompetisi lokal. Namun, di sisi lain juga muncul wacana gelaran Piala Indonesia pada musim mendatang.
Jika kejuaraan tersebut diadakan, berarti Persib Bandung dan Borneo FC Samarinda memiliki kemungkinan tampil dalam empat ajang kompetisi secara bersamaan dalam satu musim.
Maka dari itu, kata Asep, I.League akan berupaya agar Persija Jakarta menggantikan Persib Bandung dan Borneo FC Samarinda dalam kompetisi ASEAN Club Championship. Namun, ia menegaskan bahwa keputusan akhir tetap berada di tangan AFF.
"Harapan kami semoga bisa diberikan. Tapi sekali lagi, saya agak waspada dalam menyusun ini karena ini bukan sebuah janji, tapi usaha jika memang bisa diberikan kepada peringkat tiga," katanya.
"Tetapi jika berdasarkan peraturannya memang harus satu dan dua. Kali lagi kita hanya menunggu karena AFF nanti akan mengumumkan. Jadi, kita berusaha karena memang kita sangat ketat sekali. Karena kita juga mendengar bahwa ASEAN Club Championship pesertanya bertambah menjadi 14," tambah Asep.
Pada dasarnya, langkah yang diambil oleh I.League ini bukanlah yang pertama kalinya. Di musim sebelumnya, mereka juga telah mengajukan rencana serupa kepada AFF. Saat itu, I.League mendukung Malut United yang berada di posisi ketiga untuk bisa memperoleh kuota dalam ASEAN Club Championship 2025/2026.
Namun, upaya tersebut gagal lantaran AFF menolak. Persib Bandung dan Dewa United yang pada masa itu menjadi juara dan runner-up juga tidak mengambil kesempatan mereka dalam ASEAN Club Championship.