Iklan

Lepas Angkatan ke-100 Madrasah Muallimat, Busyro Muqoddas: Tantangan Masa Depan Muhammadiyah

Tuesday, May 12, 2026, 3:19 AM WIB Last Updated 2026-05-12T12:06:00Z
Lepas Angkatan ke-100 Madrasah Muallimat, Busyro Muqoddas: Tantangan Masa Depan Muhammadiyah

, YOGYA - Madrasah Muallimat Muhammadiyah Yogyakarta menciptakan sejarah baru dengan menyelenggarakan Wisuda Pelepasan Angkatan ke-100, Sabtu (9/5/2026).

Momentum seratus tahun ini memperkuat peran madrasah dalam menghasilkan kader perempuan yang siap meneruskan estafet dakwah organisasi.

Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Busyro Muqoddas, yang hadir dalam acara tersebut menyatakan rasa bangga melihat penyebaran peserta wisuda yang berasal dari berbagai daerah di seluruh penjuru negeri.

Ia juga menyampaikan apresiasi yang sangat tinggi kepada seluruh ustadz dan ustadzah yang telah mendidik kader perempuan ini dengan tulus dan ikhlas.

"Saya perhatikan tadi, dari sekitar 200 siswa, beberapa yang diwisuda mewakili berbagai daerah di luar Jawa. Ada Kalimantan, Kupang, Papua, dan lainnya," katanya.

Hal itu, kata Busyro, menunjukkan dukungan dan kepercayaan masyarakat terhadap Madrasah Muallimat yang dianggap mampu mewakili kepentingan umat Islam di Indonesia.

Ia juga yakin bahwa kelangsungan Muhammadiyah di masa depan sangat tergantung pada kualitas lulusan dari lembaga pendidikan yang dimilikinya.

"Saya percaya dan berharap kelangsungan Muhammadiyah di masa depan akan memiliki salah satu sumber daya manusianya berasal dari para lulusan saat ini," tambahnya.

Posisi Strategis

Sejalan dengan pernyataan Sekretaris Umum PP Aisyiyah, Tri Hastuti, menekankan pentingnya posisi lulusan Muallimat dalam situasi perkembangan zaman dan tantangan modernisasi.

Menurutnya, kelulusan ini juga menjadi tanda kesiapan santriwati sebagai penggerak dakwah organisasi setelah bertahun-tahun dilatih secara khusus.

"Semua Ananda adalah anak panah Muhammadiyah dan Aisyiyah, yang akan bergerak menghadapi berbagai tantangan zaman. Jangan pernah takut dan membatasi diri," katanya.

Sementara itu, Direktur Madrasah Muallimat, Unik Rasyidah, menyampaikan bahwa keistimewaan angkatan ke-100 ini juga ditandai dengan kelahiran lulusan pertama dari kelas internasional.

Meskipun demikian, ia menekankan bahwa kelulusan bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan pintu masuk menuju pengabdian yang lebih luas di tengah masyarakat.

"Dunia luar akan membawa berbagai tantangan, mulai dari pergaulan, gaya hidup, cara berpikir, serta godaan yang mampu menjauhkan seseorang dari nilai-nilai agama. Oleh karena itu, menjadilah seorang perempuan yang memiliki prinsip kuat, ilmu yang luas, akhlak yang anggun, dan iman yang teguh," katanya.(*)

Komentar

Tampilkan