Pemerintah mulai mengambil serius manfaat dari teknologi kecerdasan buatan untuk menciptakan tenaga kerja yang lebih unggul. Dengan bantuan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker), sebanyak 3.100 pemuda di Kota Padang, Sumatera Barat akan menerima pelatihan digital berbasis AI sebagai persiapan menghadapi persaingan kerja yang semakin ketat.
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli mengatakan bahwa tindakan ini dilakukan untuk mendukung percepatan pemulihan ekonomi. Peserta akan mendapatkan akses pelatihan digital AI yang menyediakan berbagai materi pengembangan kompetensi, mulai dari pengembangan diri, kewirausahaan, hingga keterampilan non-teknis dan lainnya.
"Jika 3.100 kurang, bisa diminta tambahan. Namun, gunakan terlebih dahulu kuota pelatihannya sebanyak 3.100. Saya berharap anak-anak muda kita memiliki keterampilan, kemampuan, serta kompetensi agar dapat bersaing," kata Yassierli saat meresmikan sumur bor di Masjid Raya Balai Gadang, Kota Padang, Sumatera Barat, Kamis (14/5).
Yassierli menambahkan, kuota awal sebanyak 3.100 peserta merupakan tahap pertama yang menerima akses pelatihan digital berbasis AI yang disiapkan oleh Kementerian Ketenagakerjaan. Program ini diharapkan mampu memberikan kesempatan lebih luas bagi generasi muda untuk meningkatkan kemampuan dan daya saing di dunia kerja.
Pada kesempatan itu, Yassierli juga menyampaikan bahwa ketika Sumatera Barat dilanda banjir dan tanah longsor, Kemnaker segera bertindak dengan mendirikan posko layanan bagi masyarakat di Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Padang selama tiga bulan.
Selain layanan darurat, Kementerian Ketenagakerjaan juga menyalurkan berbagai program pemulihan kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dengan total senilai Rp30,3 miliar. Bantuan ini diwujudkan melalui beberapa program ketenagakerjaan, seperti program Padat Karya dan program Tenaga Kerja Mandiri (TKM).