Ringkasan Berita:
- Seorang laki-laki tua bernama Kusnadi Chandra (80) diduga ditahan selama hampir setahun di apartemen Surabaya oleh Lisa Andriana (31), kekasih putra kandung korban.
- Pelaku memanfaatkan kepercayaan anggota keluarga, kemudian diduga melakukan penculikan terhadap korban dengan bantuan dua pria yang disewa.
- Selama masa penahanan, Lisa memengaruhi korban dengan berpura-pura menjadi "korban bersama", sehingga korban percaya bahwa mereka berdua sama-sama ditawan.
Tidak ada yang lebih menyedihkan bagi sebuah keluarga selain menyadari bahwa ancaman terbesar berasal dari seseorang yang selama ini dianggap dapat dipercaya sepenuhnya.
Di Surabaya, sebuah kisah yang menyedihkan dan mengejutkan muncul ke permukaan setelah diketahui seorang lansia berusia 80 tahun tinggal dalam isolasi selama hampir setahun penuh di sebuah apartemen.
Korban bernama Kusnadi Chandra, penduduk Pacarkeling, Tambaksari, Surabaya. Selama beberapa bulan, ia tinggal dalam isolasi tanpa handphone, tanpa akses komunikasi, dan tanpa kesempatan untuk keluar dari tempat ia ditahan.
Yang membuat kasus ini semakin mengejutkan, orang yang diduga menjadi otak di balik penyekapan bukanlah orang asing. Ia adalah Lisa Andriana (31), wanita yang selama ini diketahui keluarga sebagai kekasih anak kandung korban sendiri.
Di balik gambaran sebagai menantu yang ramah dan diandalkan keluarga, polisi menemukan indikasi rencana jahat untuk menguasai harta orang tua demi mendukung kehidupan mewah.
Berawal dari Kepercayaan Keluarga
Kepala Kepolisian Resor Kota Besar Surabaya, Luthfie Sulistiawan, menyampaikan bahwa kasus ini berawal pada bulan Oktober 2025.
Lisa dikatakan memanfaatkan hubungannya yang dekat dengan keluarga korban agar aksinya berjalan lancar tanpa menimbulkan kecurigaan.
"Pelaku merupakan kekasih dari anak korban yang sudah dikenal baik oleh keluarga," kata Kombes Pol Luthfie di Mapolrestabes Surabaya, Senin (11/5/2026).
Berdasarkan penyelidikan polisi, Lisa meminta Kusnadi bertemu di suatu tempat. Karena sudah sangat mengenal pelaku, korban tidak sedikit pun mencurigai hal apa pun.
Namun setibanya di tempat tujuan, Kusnadi diduga ditangkap oleh dua pria yang diperintahkan dan dibawa ke sebuah apartemen di Surabaya.
Hidup Terisolasi Selama Setahun
Selama masa penahanan, Kusnadi diketahui beberapa kali dipindahkan dari satu lokasi ke lokasi lain agar posisinya sulit diketahui.
Ia tinggal di dalam kamar yang tertutup tanpa alat komunikasi. Kegiatan sehari-harinya sangat terbatas dan kebutuhan makanannya hanya dipenuhi melalui layanan pengiriman makanan serta bantuan orang yang diperintahkan oleh tersangka bernama Naily.
Keadaan tersebut menyebabkan lansia tersebut hampir hidup dalam kesendirian penuh selama kurang lebih setahun.
Manipulasi Psikologis yang Mengejutkan
Salah satu fakta yang paling mengejutkan dalam kasus ini adalah dugaan pengaruh psikologis yang dilakukan oleh pelaku terhadap korban.
Menurut pihak kepolisian, Lisa berpura-pura menjadi korban yang juga ditahan dalam kasus utang keluarga.
Skenario tersebut akhirnya membuat Kusnadi yakin sepenuhnya bahwa mereka berdua sedang menghadapi ancaman yang sama.
Bahkan saat polisi melakukan penggeledahan pada 16 April 2026, Kusnadi justru meminta petugas untuk menyelamatkan Lisa terlebih dahulu karena mengira perempuan tersebut juga menjadi korban penahanan.
"Pada saat ditemukan, korban justru meminta polisi untuk menyelamatkan tersangka karena mengira mereka berdua sama-sama ditahan. Artinya hingga detik terakhir, dalam persepsinya tetap sama," kata Luthfie.
Tabungan dan Emas Raib Hingga Rp 2 Miliar
Di balik penahanan tersebut, polisi mengira Lisa secara perlahan menguasai seluruh akses keuangan korban.
Berdasarkan alasan untuk membantu menyelesaikan masalah utang keluarga, pelaku berhasil mendapatkan kartu ATM, kartu kredit, serta PIN milik Kusnadi.
Akibatnya, dana korban yang berasal dari deposito dan tabungan dikatakan telah habis terkuras hingga mencapai kisaran Rp 1,8 miliar hingga Rp 2 miliar.
Selain uang tunai, perhiasan emas milik korban yang diperkirakan beratnya mencapai satu kilogram juga dilaporkan hilang dari kamar korban.
"Tidak hanya itu, emas dan perhiasan yang nilainya sekitar 1 kilogram juga sudah tidak ada di kamarnya," tambah Kombes Pol Luthfie.
Digunakan untuk Gaya Hidup Mewah
Laporan penyelidikan polisi menunjukkan bahwa uang dari tindak kejahatan tersebut diduga digunakan Lisa untuk mendanai kehidupan yang mewah.
Ia bahkan pernah mengajak kekasihnya, yang merupakan anak dari korban, untuk tinggal di sebuah hotel dengan harga sekitar Rp 2 juta per malam.
Lisa menyatakan bahwa seluruh pengeluaran untuk kehidupan mewah itu akan ia tanggung sendiri.
Alibi “Keliling Indonesia”
Anggota keluarga korban mulai mencurigai ketika Kusnadi tidak pernah kembali selama beberapa bulan.
Namun setiap kali ditanyakan, Lisa selalu memberikan jawaban yang terdengar meyakinkan.
Ia mengatakan Kusnadi sedang melakukan perjalanan keliling Indonesia bersama orang tuanya.
"Saudara atau anak lainnya mulai curiga karena sudah lebih dari dua bulan pergi jalan-jalan, tidak kembali. Hingga akhirnya mencapai setahun," kata Luthfie.
Keraguan keluarga semakin meningkat setelah nomor korban tidak dapat dihubungi dan muncul pesan aneh yang meminta sejumlah uang.
Dari sana, pihak kepolisian memulai penyelidikan mendalam, termasuk meninjau rekaman CCTV di apartemen hingga akhirnya berhasil menemukan tempat korban.
Petugas Menyelidiki Keterlibatan Pelaku Lain
Saat ini Lisa Andriana ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan oleh pihak kepolisian.
Ia terkena beberapa pasal yang kompleks dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP, termasuk dugaan pembiusan dan penyembunyian harta korban.
Polisi masih terus menyelidiki keterlibatan pihak lain, termasuk dua orang pria yang diduga membantu proses penahanan pada awal kejadian.
"Kami sedang menyelidiki para pelaku lain, termasuk dua orang yang menahan korban dan ada indikasi adanya pelaku-pelaku lainnya. Nanti akan kami lanjutkan penyelidikannya," ujar Luthfie.
Saat ini, Kusnadi Chandra telah kembali ke rumah dan sedang menjalani pemulihan setelah mengalami trauma berat akibat pengasingan yang dialaminya selama hampir setahun.
***
(TribunTrends/Kompas)