Iklan

Jepang Bangkit, Tanker Minyak Kedua Berhasil Keluar Selat Hormuz

Saturday, May 16, 2026, 10:43 PM WIB Last Updated 2026-05-16T04:34:34Z
 

– Jepang mulai merasa sedikit tenang di tengah ancaman krisis energi. Kapal tanker minyak kedua yang menuju Jepang akhirnya berhasil melewati Selat Hormuz.

Dilaporkan oleh Kyodo, Jumat (15/5), kapal tanker tersebut merupakan bagian dari grup Eneos Holdings Inc. Kapal dengan nama Eneos Endeavor saat ini sedang melanjutkan perjalanannya menuju Jepang.

Keberhasilan ini memiliki arti penting karena Selat Hormuz merupakan jalur kunci pasokan energi global. Jepang secara signifikan tergantung pada minyak mentah dari wilayah Timur Tengah.

Menteri Luar Negeri Jepang Toshimitsu Motegi menyatakan bahwa kapal tersebut melewati wilayah tanpa membayar biaya kepada Iran. Di dalam kapal tersebut terdapat empat anggota kru yang merupakan warga negara Jepang.

Pemerintah Jepang mengakui bahwa mereka terus berupaya melalui jalur diplomatik agar kapal-kapal yang terkait dengan Jepang dapat meninggalkan wilayah tersebut. Saat ini masih terdapat 39 kapal yang terkait dengan Jepang di Teluk Persia.

"Kami akan terus mengambil seluruh langkah diplomatik," ujar Motegi. Fokusnya adalah memastikan kapal-kapal lain juga dapat segera melewati.

Kepala Eneos, Tomohide Miyata, mengatakan pihaknya merasa lega karena kapal berhasil meninggalkan area dengan selamat. Namun, ia tidak menyampaikan informasi mengenai waktu perjalanan.

Kapal tersebut diperkirakan tiba di Jepang pada akhir Mei hingga awal Juni. Berdasarkan data pemantauan kapal, tujuan akhirnya adalah Pelabuhan Kiire di Prefektur Kagoshima.

Ini menjadi kapal tanker kedua yang tujuannya Jepang berhasil melewati jalur tersebut sejak perang AS-Israel melawan Iran meletus. Sebelumnya, kapal milik anak perusahaan Idemitsu Kosan Co. juga berhasil melewati jalur tersebut.

Tensi di wilayah tersebut telah memengaruhi pasar energi. Kekhawatiran akan gangguan pasokan menyebabkan kenaikan harga minyak mentah.

Pada saat yang bersamaan, Eneos memproyeksikan laba bersih untuk tahun fiskal 2026 meningkat menjadi 415 miliar yen (kira-kira Rp46,1 triliun). Kenaikannya sekitar 1,6 kali dibandingkan tahun sebelumnya.

Perusahaan juga memperkirakan laba operasional mencapai 610 miliar yen (sekitar Rp67,7 triliun). Pendapatan diperkirakan meningkat menjadi 12,85 triliun yen (sekitar Rp1.426 triliun).

Namun, Eneos tetap mempersiapkan diri menghadapi situasi yang lebih buruk. Perusahaan mulai berkolaborasi dengan pemerintah untuk mencari pasokan alternatif dari Amerika Serikat dan Asia Tengah, termasuk opsi untuk menghindari Selat Hormuz.

Komentar

Tampilkan