
Ringkasan Berita:* Untuk memperebutkan gelar juara, Persib Bandung harus meraih kemenangan melawan Bali United hari ini. Berikut ulasan dan analisis dari Mantan Pemain Persib, Asep Sumantri.
Liputan Jurnalis, Lutfi Ahmad Mauludin
, BANDUNG -Untuk meraih gelar juara, Persib Bandung harus memenangkan pertandingan melawan Bali United dalam laga Super League Indonesia hari ini. Berikut ulasan dan analisis dari Mantan Pemain Persib, Asep Sumantri.
Laga Persib melawan Bali United dalam Super League Indonesia 2025/2026, yang berlangsung di Stadion GBLA, Kota Bandung, pada hari Minggu (12/4/2026) akan berjalan sangat sengit.
Terutama sejak dulu, pertemuan antara kedua tim ini selalu ramai bahkan panas, baik saat bermain di Bandung maupun Bali. Tentu Persib memiliki target untuk meraih kemenangan, demikian pula dengan Bali yang ingin membalaskan kekalahan pada babak pertama.
Kini ambisi Persib meraih poin sempurna guna menjaga jarak dari tim yang berada di posisi kedua, selain itu memperpanjang keberhasilan positif dengan kemenangan tanpa kekalahan di kandang dalam upaya kembali meraih gelar juara.
Namun Bali juga memiliki ambisi, terlebih setelah meraih kemenangan telak 6-1 dalam pertandingan sebelumnya saat menghadapi PSBS Biak, hal ini tidak dapat dipungkiri menjadi modal kepercayaan diri bagi mereka.
Meskipun Bali berada di peringkat ke-10 dalam klasemen, dan Persib berada di puncak, mereka pasti akan memberikan perlawanan yang sengit, ingin mengalahkan Persib.
Terlebih lagi Persib yang memiliki gelar dua kali juara, saat ini berada di puncak klasemen sementara, dan belum pernah kalah saat tampil di kandang, tentu saja ambisi Bali untuk mengalahkan Persib.
Tidak hanya Bali United yang biasanya berada di papan atas dan kini berada di peringkat ke-10, tim-tim di papan bawah pun akan berjuang keras jika menghadapi Persib. Karena jika mampu mengalahkan Persib, itu menjadi pencapaian yang istimewa bagi mereka.
Tentu Bali memperlihatkan seluruh kemampuannya dan bermain dengan baik saat menghadapi Persib, tetapi harapan Persib juga bisa tampil lebih maksimal, terlebih karena bermain di kandang.
Memang pada pertandingan berikutnya Julio Cesar tidak akan tampil karena akumulasi kartu, tetapi hal ini sudah sering disampaikan, bahwa kehilangan satu atau dua pemain Persib bukanlah masalah besar. Siapa pun yang tampil, pasti telah dipersiapkan oleh Bojan Hodak.
Bojan telah mempertimbangkan kondisi para pemain serta cara menghadapi tim yang akan dihadapinya, termasuk strategi yang akan digunakannya.
Selain berlomba meraih poin penuh, pertandingan mendatang juga menjadi kesempatan bagi Teja Paku Alam untuk menyamai rekor yang dibuat Yoo Jae-Hoon saat bermain untuk Persipura.
Yoe Jae-Hoon mencatatkan 17 kali tidak kebobolan dalam satu musim pada tahun 2013 dan hingga saat ini belum ada yang mampu menyamainya. Teja memiliki kesempatan untuk menyamai rekor tersebut bahkan bisa melampaui karena masih tersisa 8 pertandingan.
Tentu saja, secara pribadi Teja juga akan berjuang untuk menciptakan rekor dalam pertandingan mendatang, di sisi lain hal ini menjadi motivasi bagi Bali untuk mencetak gol.
Namun, tentu bukan hal yang mudah bagi Bali untuk mencetak gol ke gawang Teja, mengingat dia belum pernah kebobolan saat bermain di Stadion GBLA.
Persib kebobolan di kandang hanya oleh Borneo FC, namun penjaga gawangnya adalah Fitrah Maulana, seorang pemain muda yang langsung menghadapi tim besar. Mungkin dia kaget, tetapi akhirnya Persib berhasil menang dengan skor 3-1.
Selain itu, rekan-rekan sesama pemain Persib pasti akan mendukung Teja agar mampu memecahkan rekor. Dengan dukungan ini, tentu akan membuat Bali kesulitan dalam mencetak gol, dan Teja berpeluang memecahkan rekor pada pertandingan nanti. (*)